Peristiwa Sirah Nabawiyah
Semua peristiwa disusun dalam alur pembelajaran yang jelas. Klik peristiwa mana pun untuk melihat kartu rinciannya.
Nasab Nabi ﷺ hingga Adnan
Peristiwa ini menyebutkan nasab mulia Nabi ﷺ secara berurutan dari Muhammad bin Abdullah hingga Adnan, sebagai pengenalan pokok tentang pribadi beliau yang mulia dan asal-usul Arab Hasyimi beliau.
Kelahiran Nabi ﷺ dalam keadaan yatim
Nabi ﷺ dilahirkan sebagai yatim pada hari Senin, dua belas malam telah berlalu dari bulan Rabiul Awal pada Tahun Gajah.
Kabar gembira kelahiran dan cahaya yang dilihat oleh ibundanya
Nabi ﷺ bersabda tentang dirinya: bahwa beliau adalah doa Ibrahim dan kabar gembira Isa, dan bahwa ibunya melihat ketika mengandung beliau cahaya yang menerangi istana-istana Bushra di negeri Syam.
Nabi ﷺ disusui di tengah Bani Sa'ad
Disebutkan bahwa perempuan yang menyusui Nabi ﷺ adalah Halimah binti Abi Dzu'aib as-Sa'diyah, dan bahwa dengan keberadaannya di sisinya tampak berbagai keberkahan.
Pembelahan dada dan pencucian hati
Nabi ﷺ ketika berusia empat tahun didatangi dua malaikat lalu dibelah dadanya dan dicuci hatinya, kemudian dikembalikan. Karena itu, uraian dibatasi pada apa yang disebutkan saja.
Wafatnya Aminah dan pengasuhan oleh Abdul Muthalib
Ketika Nabi ﷺ berusia enam tahun, ibunya Aminah wafat di Abwa' antara Makkah dan Madinah, lalu kakeknya Abdul Muthalib mengambil alih pemeliharaannya.
Wafatnya Abdul Muthalib dan pengasuhan oleh Abu Thalib
Ketika Nabi ﷺ berusia delapan tahun, kakeknya Abdul Muthalib wafat. Ia telah berwasiat agar pengasuhannya diserahkan kepada pamannya, Abu Thalib, lalu Abu Thalib mengambil alih perawatan dan perlindungannya.
Perjalanan Nabi ﷺ ke Syam dan pertemuannya dengan rahib Bahira
Nabi ﷺ keluar saat berusia dua belas tahun bersama pamannya, Abu Thalib, menuju Syam. Ketika sampai di Bushra, rahib Bahira melihatnya, mengenali tanda-tanda kenabian pada dirinya, lalu menasihati pamannya agar membawanya pulang ke Makkah. Maka ia pun dibawa kembali.
Perang Fijar pada usia lima belas tahun
Nabi ﷺ ketika berusia lima belas tahun terjadi Perang Fijar dan beliau menghadapinya, dan beliau menyiapkan anak panah untuk paman-pamannya guna melemparkan.
Hilful Fudhul
Nabi ﷺ menyaksikan Hilful Fudhul, yaitu perjanjian yang dibuat oleh kabilah-kabilah dari Quraisy untuk membela orang yang dizalimi dan menolak kezaliman darinya, dan itu terjadi di rumah Abdullah bin Jud'an.
Pernikahannya dengan Khadijah
Ketika Nabi ﷺ berusia dua puluh lima tahun, beliau menikah dengan Khadijah radhiyallahu 'anha. Disebutkan dalam Ar-Rahiq Al-Makhtum bahwa pernikahan itu terjadi dua bulan setelah beliau kembali dari Syam, dan bahwa Khadijah adalah perempuan pertama yang dinikahi Rasulullah ﷺ; beliau tidak menikah lagi selama Khadijah hidup hingga wafat.
Nabi ﷺ menjadi penengah dalam peletakan Hajar Aswad
Ketika Nabi ﷺ berusia tiga puluh lima tahun, Quraisy berselisih tentang siapa yang berhak mendapatkan kehormatan meletakkan Hajar Aswad di tempatnya saat membangun Ka'bah. Mereka pun meminta beliau menjadi penengah, lalu beliau memutuskan perkara di antara mereka dengan solusi yang diridhai semua pihak.
Tanda-tanda kenabian yang datang berturut-turut pada usia tiga puluh delapan tahun
Berkhalwat di Gua Hira menjadi hal yang disukainya
Ketika Nabi ﷺ mendekati usia empat puluh, beliau dibuat mencintai kesendirian; beliau berkhalwat di Gua Hira pada bulan Ramadhan untuk bertahannuts, beribadah, dan bertafakur, dan hal itu menjadi persiapan bagi datangnya wahyu.
Mimpi-mimpi yang benar sebelum turunnya wahyu pertama
Hal pertama yang dimulai bagi Rasulullah ﷺ dari wahyu adalah mimpi yang benar dalam tidur. Beliau tidak melihat mimpi melainkan datang seperti terangnya fajar, dan hal itu berlangsung selama enam bulan sebelum turunnya Jibril 'alaihis salam membawa wahyu.
Awal turunnya wahyu di Gua Hira
Ketika Nabi ﷺ berusia empat puluh tahun, Jibril 'alaihis salam datang membawa wahyu dari Rabb-nya saat beliau berada di Gua Hira, dan itulah permulaan kenabian serta awal turunnya wahyu.
Dakwah secara sembunyi-sembunyi selama tiga tahun
Dakwah Islam dimulai di Makkah secara sembunyi-sembunyi, dan tahap ini berlangsung selama tiga tahun, sebelum dakwah beralih ke tahapan yang lebih luas dan lebih tampak.
Masuk Islamnya as-sabiqunal awwalun (generasi pertama yang masuk Islam)
Peristiwa ini menunjukkan masuknya orang-orang terdahulu yang pertama ke dalam Islam pada awal dakwah, di antaranya Khadijah dan Ali serta Zaid dan Abu Bakar radhiyallahu 'anhum, sehingga mereka menjadi inti kelompok mukmin pertama.
Dakwah secara terang-terangan dan permusuhan Quraisy
Nabi ﷺ diperintahkan untuk berdakwah secara terang-terangan, maka tampaklah sikap kaumnya yang memusuhinya. Lalu dimulailah tahap yang lebih berat berupa gangguan dan penghalangan dari jalan Allah.
Penyiksaan Quraisy terhadap kaum Muslimin dan keteguhan mereka
Ketika orang-orang musyrik melihat bahwa cara-cara pertama mereka tidak berhasil menghentikan dakwah, mereka bermusyawarah lalu memutuskan untuk menyiksa kaum Muslimin dan memfitnah mereka dari agama mereka. Setiap pemimpin menyiksa orang yang masuk Islam dari kabilahnya atau dari budaknya, dan kaum mukminin bersabar serta tetap teguh dalam iman mereka.
Pertemuan-pertemuan rahasia di Darul Arqam
Nabi ﷺ menjadikan Darul Arqam sebagai tempat beliau bertemu dengan kaum Muslimin secara rahasia, lalu membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, menyucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan hikmah, dalam keadaan ketika dakwah menghadapi gangguan kaum musyrik dan risiko bentrokan jika dilakukan secara terang-terangan.
Hijrah ke Habasyah
Sejumlah para sahabat hijrah ke Habasyah dengan izin Rasulullah ﷺ pada tahun kelima sejak diutus menjadi Rasul untuk menjaga agama mereka. Di antara mereka ialah Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, dan Ja'far bin Abi Thalib, dan mereka tinggal di sana selama sepuluh tahun.
Masuk Islamnya Hamzah dan Umar radhiyallahu 'anhuma
Hamzah bin Abdul Muthalib dan Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhuma masuk Islam pada tahun keenam sejak pengutusan sebagai Rasul, dan keislaman keduanya memberi pengaruh yang nyata dalam kemuliaan Islam dan kekuatan kaum Muslimin.
Piagam pemboikotan terhadap Bani Hasyim
Quraisy bersepakat memboikot Bani Hasyim dan Bani Muthalib, lalu mereka menulis piagam berisi kesepakatan bahwa mereka tidak akan menikahkan, menjual-belikan, duduk bersama, atau bergaul dengan mereka hingga mereka menyerahkan Rasulullah ﷺ untuk dibunuh. Kemudian piagam itu digantung di dalam Ka'bah, lalu Bani Hasyim dan Bani Muthalib dikurung di Syi'b Abu Thalib.
Pemboikotan Bani Hasyim dan Bani Muthalib di Syi'b Abu Thalib dan pembatalan piagam boikot
Quraisy bersepakat memboikot Bani Hasyim dan Bani Muthalib serta mengurung mereka di Syi'b Abu Thalib. Pengepungan itu berlangsung tiga tahun hingga sebagian tokoh Quraisy berupaya membatalkan piagam, lalu pengepungan pun berakhir dan Bani Hasyim serta Bani Muthalib keluar dari Syi'b.
Wafatnya Abu Thalib dan Khadijah (radhiyallahu 'anha)
Pada Tahun 10 dari masa kenabian, Abu Thalib wafat, kemudian Khadijah radhiyallahu 'anha wafat tiga hari setelahnya. Maka sangatlah besar kesedihan Nabi ﷺ atas keduanya, dan gangguan Quraisy terhadap beliau makin keras setelah wafatnya Abu Thalib.
Pernikahan Nabi ﷺ dengan Aisyah (event)
Rasulullah ﷺ melangsungkan akad dengan Aisyah radhiyallahu 'anha pada bulan Syawal tahun ini ketika ia berusia enam tahun, kemudian beliau menggaulinya di Madinah pada Tahun 1 Hijriah (1 H) ketika ia berusia sembilan tahun.
Pernikahan Nabi ﷺ dengan Saudah binti Zam'ah
Pada Syawal tahun ini Nabi ﷺ menikahi Saudah binti Zam'ah radhiyallahu 'anha. Ia telah masuk Islam sejak awal dan berhijrah dalam hijrah kedua ke Habasyah. Suaminya, Sakran bin Amr, telah wafat darinya. Ia menjadi wanita pertama yang dinikahi Nabi ﷺ setelah wafatnya Khadijah radhiyallahu 'anha.
Nabi ﷺ pergi ke Thaif, lalu kembali ke Makkah dalam perlindungan Muth'im bin Adi
Nabi ﷺ pergi ke Thaif untuk mengajak penduduknya kepada Islam, tetapi mereka tidak menerima dan menyakitinya. Beliau pun kembali dengan sedih. Lalu Allah meneguhkannya dengan pertolongan yang diperlihatkan kepadanya, mengutus malaikat penjaga gunung kepadanya, dan sejumlah jin masuk Islam di tangannya. Setelah itu beliau masuk Makkah dalam perlindungan Muth'im bin Adi.
Nabi Muhammad ﷺ menawarkan diri kepada kabilah-kabilah pada musim haji dan masuk Islamnya enam orang penduduk Yatsrib
Pada musim haji pada tahun kesebelas sejak pengutusan sebagai Rasul, Nabi ﷺ menawarkan dakwahnya kepada kabilah-kabilah, lalu enam orang penduduk Yatsrib menyambutnya. Kemudian mereka kembali ke Madinah membawa Islam kepada kaum mereka sehingga Islam tersebar di tengah mereka.
Isra Mi'raj dan kewajiban shalat lima waktu
Isra Mi'raj terjadi pada tahun kedua belas dari masa kenabian, ketika Rasulullah ﷺ diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, kemudian dinaikkan ke Sidratul Muntaha, lalu Allah mewajibkan atas beliau dan atas umatnya shalat lima waktu.
Baiat Aqabah Pertama
Pada musim haji tahun kedua belas masa kenabian, dua belas orang dari Anshar datang kepada Nabi ﷺ di Aqabah lalu berbaiat kepada beliau. Baiat itu kemudian disebut Baiat Aqabah Pertama. Setelah itu, beliau mengutus Mush'ab bin Umair bersama mereka untuk membacakan Al-Qur'an kepada mereka dan memahamkan mereka dalam agama. Hal itu memiliki pengaruh besar dalam penyebaran Islam di Madinah.
Baiat Aqabah Kedua
Pada musim haji tahun ketiga belas sejak diutus, tujuh puluh laki-laki dari Anshar membaiat Nabi ﷺ di Aqabah untuk menolong dan melindunginya jika beliau hijrah kepada mereka. Dari mereka dipilih dua belas naqib, sehingga baiat ini dinamakan Baiat Aqabah Kedua.
Izin untuk berhijrah ke Madinah
Setelah kaum Muslimin diizinkan berhijrah ke Madinah, Nabi ﷺ memerintahkan para sahabatnya berhijrah, sedangkan beliau sendiri tetap menunggu izin untuk berhijrah, dan Abu Bakar serta Ali radhiyallahu 'anhuma bersamanya dalam peristiwa itu.
Quraisy bermusyawarah di Darun Nadwah dan Allah mengizinkan Nabi ﷺ untuk berhijrah
Quraisy berkumpul di Darun Nadwah dan berkomplot untuk membunuh Nabi ﷺ. Jibril 'alaihis salam memberitahukan kepada beliau tentang tipu daya mereka dan Allah mengizinkan beliau keluar, maka beliau bersiap untuk hijrah dan berhijrah.
Hijrah Nabi ﷺ ke Madinah
Nabi ﷺ berhijrah dari Makkah ke Madinah pada Rabiulawal tahun pertama Hijriah, dan itu menjadi awal tahap baru dalam sirah Nabi.
Singgah di Quba dan pembangunan Masjid Quba
Rasulullah ﷺ singgah di Quba ketika tiba di Madinah, dan beliau tinggal di sana beberapa hari, kemudian beliau mendirikan Masjid Quba dan shalat di dalamnya.
Shalat Jumat di tengah Bani Salim
Ketika Nabi ﷺ berangkat dari Quba ke Madinah, Jumat menjumpainya di Bani Salim bin Auf. Maka beliau shalat bersama orang-orang di masjid yang berada di lembah, dan itulah Jumat pertama yang beliau shalatkan serta khutbah pertama yang beliau sampaikan dalam Islam.
Nabi ﷺ singgah di rumah Abu Ayyub al-Anshari
Ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, beliau mula-mula tinggal di Bani Najjar, kemudian berpindah ke rumah Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu 'anhu, dan itulah tempat menetap pertama beliau di Madinah sebelum pembangunan Masjid Nabawi dan kamar-kamar istri Nabi ﷺ.
Pembangunan Masjid Nabawi dan kamar-kamar istri Nabi ﷺ
Setelah Nabi ﷺ tiba di Madinah, langkah praktis pertama beliau adalah membangun Masjid Nabawi di tempat untanya berlutut, kemudian di sampingnya dibangun kamar-kamar para istri beliau ﷺ, dan setelah selesai beliau pindah ke sana dari rumah Abu Ayyub.
Masuk Islamnya Abdullah bin Salam
Abdullah bin Salam, seorang ahli ilmu dari kalangan orang-orang Yahudi, masuk Islam pada Tahun 1 Hijriah (1 H).
Zaid bin Haritsah dan Abu Rafi' diutus untuk menjemput keluarga Nabi ﷺ ke Madinah
Nabi ﷺ mengirim Zaid bin Haritsah dan Abu Rafi' ke Makkah untuk mengantar putri-putri beliau dan istrinya Saudah binti Zam'ah ke Madinah, lalu mereka dibawa dari Makkah ke Madinah, sedangkan Zainab dikecualikan.
Hijrah keluarga Abu Bakar ash-Shiddiq
Ini menunjukkan bahwa keluarga Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu berhijrah pada Tahun 1 Hijriah (1 H).
Penambahan shalat orang yang mukim menjadi empat rakaat
Pada Rabiul Akhir tahun pertama Hijriah, shalat orang yang mukim ditambah dua rakaat setelah sebelumnya shalat orang yang mukim dan safar dua rakaat.
Kelahiran Abdullah bin Zubair
Abdullah bin Zubair radhiyallahu 'anhuma lahir pada Tahun 1 Hijriah, dan ia adalah bayi pertama kaum muhajirin dalam Islam.
Kelahiran Nu'man bin Basyir
Nu'man bin Basyir radhiyallahu 'anhuma lahir pada tahun pertama hijrah, dan ia merupakan bayi pertama dari kalangan Anshar setelah hijrah.
Wafatnya Kultsum bin Hidm dan As'ad bin Zurarah
Disebutkan informasi wafatnya dua sahabat mulia, yaitu Kultsum bin Hidm dan As'ad bin Zurarah radhiyallahu 'anhuma, pada Tahun 1 Hijriah (1 H).
Disyariatkannya azan
Pada awal hijrah, azan disyariatkan sebagai seruan untuk shalat yang menegakkan tauhid dan menghimpun kaum Muslimin dalam ibadah mereka.
Piagam Madinah
Piagam Madinah mengatur hubungan antara kaum Muslimin dan orang-orang Yahudi serta seluruh komponen masyarakat di Madinah, dan menegaskan prinsip perjanjian serta piagam, juga menjaga keamanan dan hak-hak pada fase pembangunan masyarakat madani setelah hijrah.
Ekspedisi Hamzah ke Saiful Bahr
Pada bulan Ramadhan tahun 1 Hijriah, Rasulullah ﷺ mengirim Hamzah bin Abdul Muthalib radhiyallahu 'anhu dalam sebuah ekspedisi ke Saiful Bahr. Mereka berjumlah tiga puluh orang dari kalangan kaum muhajirin untuk menghadang kafilah Quraisy yang datang dari Syam. Mereka bertemu dengan Quraisy dan bersiap untuk bertempur, lalu Majdi bin Amr al-Jinni mencegah mereka sehingga tidak terjadi pertempuran.
Ekspedisi Rabigh
Pada bulan Syawal tahun 1 Hijriah, Rasulullah ﷺ mengirim Ubaidah bin Harits bin Muthalib bersama enam puluh orang dari kalangan Muhajirin ke Bathn Rabigh. Mereka bertemu Abu Sufyan dengan dua ratus orang, lalu kedua pihak saling melempar panah dan tidak terjadi pertempuran.
Nabi ﷺ membina rumah tangga dengan Aisyah
Pada bulan Syawal Tahun 1 Hijriah (1 H) Nabi ﷺ membina rumah tangga dengan Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu 'anha, sesuai dengan keterangan bahwa hidup bersama dengannya terjadi di Madinah pada bulan Syawal Tahun 1 Hijriah (1 H).
Ekspedisi Sa'ad bin Abi Waqqash ke Kharrar
Sa'ad bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu berangkat dalam sebuah ekspedisi yang terdiri atas dua puluh orang untuk menghadang kafilah Quraisy. Beliau ditugasi agar tidak melampaui Kharrar, tetapi mereka sampai pada pagi hari kelima dan mendapati kafilah itu telah lewat kemarin.
Persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Anshar
Teks peristiwa ini menyebutkan bahwa Nabi ﷺ mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar pada Dzulqa'dah Tahun 1 Hijriah (1 H).
Perang Abwa' (Waddan)
Rasulullah ﷺ keluar pada bulan Safar tahun 2 H bersama 70 orang, khusus dari kaum Muhajirin, untuk menghadang kafilah Quraisy hingga tiba di Waddan, tetapi tidak menemukan pertempuran. Beliau menunjuk Sa'ad bin Ubadah radhiyallahu 'anhu sebagai pengganti di Madinah, dan dalam perang ini beliau mengikat perjanjian dengan Amr bin Makhsyi adh-Dhamri, pemimpin Bani Dhamrah.
Perang Buwath
Rasulullah ﷺ berangkat pada Rabiulawal tahun 2 Hijriah (2 H) dalam Perang Buwath, bersama 200 orang dari para sahabatnya, untuk menghadang kafilah Quraisy yang di dalamnya ada Umayyah bin Khalaf al-Jumahi dan 100 orang Quraisy, dengan 2.500 unta. Beliau sampai di Buwath dari arah Radwa dan tidak menemui gangguan apa pun.
Perang Badar Pertama ke Wadi Safwan
Rasulullah ﷺ berperang pada Rabiulawal Tahun 2 Hijriah (2 H) dalam Perang Badar Pertama hingga sampai ke Wadi Safwan.
Perang Dzatul Usyairah
Rasulullah ﷺ berangkat pada Jumadilawal tahun 2 Hijriah menuju Perang Dzatul Usyairah, kemudian mengadakan perjanjian damai dengan Bani Mudlij dan sekutu-sekutu mereka dari Bani Dhamrah.
Ekspedisi Juhainah ke salah satu kabilah Kinanah
Ekspedisi dari Juhainah, yang di dalamnya ada Sa'ad bin Abi Waqqash, berangkat pada bulan Rajab tahun 2 Hijriah ke salah satu kabilah Kinanah.
Pengiriman ekspedisi Abdullah bin Jahsy ke Nakhlah
Nabi ﷺ mengirim sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh Abdullah bin Jahsy radhiyallahu 'anhu ke Nakhlah pada bulan Rajab Tahun 2 Hijriah (2 H).
Perpindahan kiblat
Pada Tahun 2 Hijriah turun perintah ilahi untuk memindahkan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka'bah yang mulia, dan itu merupakan nasakh pertama yang terjadi dalam Islam.
Pewajiban puasa Ramadhan
Puasa Ramadhan diwajibkan pada bulan Sya’ban tahun 2 Hijriah (2 H), dan merupakan salah satu peristiwa pensyariatannya yang penting di Madinah.
Perang Badar al-Kubra
Perang Badar al-Kubra terjadi pada hari Jumat, 17 Ramadhan tahun 2 Hijriah, dan merupakan pertempuran besar pertama yang menentukan dalam sirah Nabi, serta terkait dengan turunnya Surah Al-Anfal beserta petunjuk dan syariat yang dikandungnya.
Pewajiban zakat fitrah dan penjelasan nishab zakat
Pada tahun 2 Hijriah (2 H) diwajibkan zakat fitrah, dan dijelaskan nisab zakat lainnya, dalam kutipan rujukan.
Wafatnya Ruqayyah binti Rasulullah ﷺ
Ruqayyah binti Rasulullah ﷺ wafat dalam perjalanan pulang kaum Muslimin dari Badar, yakni ketika mereka kembali dari perang itu.
Pembunuhan Asma' binti Marwan
Umair bin Adi radhiyallahu 'anhu membunuh Asma' binti Marwan, perempuan Yahudi, pada Ramadhan tahun ke-2 Hijriah karena gangguannya terhadap kaum Muslimin.
Nabi ﷺ keluar ke mushalla untuk shalat Id
Rasulullah ﷺ keluar ke mushalla lalu shalat Id bersama orang-orang, dan itu adalah keluarnya beliau yang pertama bersama orang-orang ke mushalla untuk shalat Id.
Pembunuhan Abu Afak orang Yahudi
Materi tersebut menyatakan bahwa Salim bin Umair radhiyallahu 'anhu membunuh Abu Afak orang Yahudi pada bulan Syawal tahun 2 Hijriah karena hasutannya terhadap Rasulullah ﷺ.
Perang Bani Sulaim hingga mencapai Kudr
Rasulullah ﷺ berangkat pada bulan Syawal Tahun 2 Hijriah (2 H) menuju Bani Sulaim hingga mencapai tempat Kudr; ini merupakan aktivitas militer yang terjadi setelah Badar dalam rangka memperkuat negara Islam yang baru tumbuh.
Hijrah Zainab binti Rasulullah ﷺ
Zainab radhiyallahu 'anha, putri Rasulullah ﷺ, berhijrah pada tahun 2 Hijriah, yaitu sebulan setelah Perang Badar.
Pernikahan Ali dengan Fatimah
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu menikahi Fatimah radhiyallahu 'anha putri Rasulullah ﷺ pada Tahun 2 Hijriah (2 H).
Masuk Islamnya Umair bin Wahb al-Jumahi
Pengepungan dan pengusiran Bani Qainuqa'
Orang-orang Yahudi Bani Qainuqa' melanggar perjanjian, lalu Nabi ﷺ pergi kepada mereka, mengepung mereka hingga mereka tunduk pada hukum beliau, kemudian beliau mengeluarkan mereka dari Madinah ke Adzri'at di Syam.
Perang Sawiq
Abu Sufyan berangkat dengan 200 pasukan berkuda, lalu singgah di Ṣadr Qanah. Ia kemudian menyerang salah satu sisi Madinah, membakar dan memotong sebagian pohon kurma serta membunuh dua orang, lalu melarikan diri kembali ke Makkah. Rasulullah ﷺ mengejarnya hingga Qarqaratul Kudr. Kaum itu pun melemparkan banyak sawiq dari bekal mereka agar lebih ringan, lalu dibawa oleh kaum Muslimin. Peristiwa itu dinamakan Perang Sawiq.
Wafatnya Utsman bin Mazh'un dan pemakamannya di Baqi'
Utsman bin Mazh'un radhiyallahu 'anhu wafat pada Dzulhijjah tahun 2 Hijriah, lalu dimakamkan di Baqi', dan ia adalah orang pertama dari Muhajirin yang wafat di Madinah.
Penulisan dokumen tentang diyat (al-ma'aqil)
Rasulullah ﷺ menulis dokumen tentang diyat (al-ma'aqil) pada tahun ini, dan ia tergantung pada pedangnya.
Kurban Nabi ﷺ dengan dua ekor domba pada Idul Adha
Rasulullah ﷺ berkurban pada Idul Adha pada tahun 2 Hijriah (2 H) dengan dua ekor domba, yang satu dijadikan untuk umatnya dan yang lain untuk Muhammad dan keluarga Muhammad.
Perang Najd di mata air Dzu Amar
Disebutkan terjadinya sebuah perang pada bulan Muharam tahun 3 Hijriah di mata air yang disebut Dzu Amar. Karena itu, uraian dibatasi pada peristiwa sebagaimana adanya.
Pembunuhan Ka'ab bin Asyraf
Materi ini menegaskan bahwa Ka'ab bin Asyraf, orang Yahudi, dibunuh atas perintah Rasulullah ﷺ pada Rabiulawal tahun 3 Hijriah. Karena itu, uraian dibatasi pada apa yang telah ثابت.
Akad nikah Utsman dengan Ummu Kultsum dan hidup bersamanya
Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu mengakadkan Ummu Kultsum binti Rasulullah ﷺ pada Rabiul Awal tahun ketiga Hijrah, kemudian hidup bersamanya pada Jumadil Akhir.
Perang Buhran
Perang Buhran terjadi pada Rabiul Akhir tahun 3 Hijriah (3 H). Ini merupakan patroli tempur besar yang dipimpin oleh Rasulullah ﷺ ke wilayah Buhran dari arah al-Far‘. Beliau menetap di sana kemudian kembali ke Madinah tanpa menemui perang.
Ekspedisi Zaid bin Haritsah ke Qaradah
Pada Jumadil Akhir tahun ke-3 Hijriah, Rasulullah ﷺ mengirim Ekspedisi yang dipimpin Zaid bin Haritsah; mereka menyerbu kafilah Quraisy di dekat mata air yang disebut Qaradah, lalu menguasainya, dan memperoleh seekor unta dagang serta harta yang banyak.
Pernikahan Nabi ﷺ dengan Hafshah binti Umar
Pada bulan Sya'ban tahun 3 Hijriah, Rasulullah ﷺ menikahi Hafshah binti Umar radhiyallahu 'anha.
Pernikahan Nabi ﷺ dengan Zainab binti Khuzaimah
Pada Ramadhan tahun 3 Hijriah (3 H), Rasulullah ﷺ menikahi Zainab binti Khuzaimah radhiyallahu 'anha, yang dikenal sebagai Ummul Masakin.
Kelahiran Hasan bin Ali
Hasan bin Ali radhiyallahu 'anhuma lahir pada bulan Ramadhan Tahun 3 Hijriah (3 H).
Perang Uhud
Perang Uhud terjadi pada bulan Syawal tahun ketiga Hijriah, dan termasuk peristiwa besar dalam sirah nabawiyah.
Perang Hamra'ul Asad
Pada hari berikutnya setelah Perang Uhud, Rasulullah ﷺ dan kaum Muslimin keluar menuju Hamra'ul Asad untuk mengejar Quraisy dan mencegah mereka berpikir kembali ke Madinah, lalu mereka kembali setelah tinggal beberapa hari di sana tanpa pertempuran langsung.
Pernikahan Nabi ﷺ dengan Zainab binti Jahsy
Rasulullah ﷺ menikahi Zainab binti Jahsy radhiyallahu 'anha pada Tahun 3 Hijriah, dan itu terjadi atas perintah Allah Ta'ala.
Turunnya ayat hijab pada pagi hari setelah pernikahan Zainab
Ini menunjukkan bahwa ayat hijab turun pada pagi hari setelah pernikahan Zainab radhiyallahu 'anha. Adapun kutipan rujukan menyebut Zainab binti Jahsy dan bahwa Allah menurunkan sejumlah ayat dalam Surah Ahzab
Turunnya pengharaman khamar
Materi ini menyatakan bahwa pengharaman khamar turun pada Tahun 3 Hijriah (3 H).
Ekspedisi Abu Salamah menghadapi Thulaihah al-Asadi
Pada bulan Muharam Tahun 4 Hijriah (4 H) berangkat Ekspedisi Abu Salamah radhiyallahu 'anhu menghadapi Thulaihah al-Asadi, dan hasilnya memperoleh ghanimah serta tawanan.
Abdullah bin Unais diutus menghadapi Khalid bin Sufyan al-Hudzali
Pada Muharam tahun ke-4 Hijriah, Rasulullah ﷺ mengutus Abdullah bin Unais kepada Khalid bin Sufyan al-Hudzali. Abdullah pun membunuhnya dan kembali ke Madinah dengan selamat.
Ekspedisi Raji'
Pada bulan Safar tahun 4 Hijriah (4 H) terjadi Ekspedisi Raji' ketika sekelompok kaum Muslimin keluar bersama utusan dari Adhal dan Qarah untuk mengajari mereka agama dan Al-Qur'an, lalu Bani Lihyan dari Hudzail berkhianat kepada mereka sehingga membunuh sebagian dan menawan Khubaib serta Zaid bin Datsinnah. Akhirnya Khubaib dan Zaid syahid, sedangkan Ashim bin Tsabit selamat dari sentuhan apa pun pada jasadnya setelah wafat.
Ekspedisi Bir Ma'unah
Ekspedisi Bir Ma'unah terjadi pada bulan Safar tahun 4 H setelah Uhud. Sebabnya, Abu Bara' Amir bin Malik meminta kepada Nabi ﷺ agar mengirim beberapa orang dari para sahabatnya kepada penduduk Najd untuk mengajak dan mengajarkan mereka. Ia pun memberi jaminan perlindungan kepada mereka. Maka Nabi ﷺ mengutus 70 orang qari, dan menunjuk Mundzir bin Amr sebagai pemimpin mereka. Mereka singgah di Bir Ma'unah di antara wilayah Bani Amir dan tanah berbatu milik Bani Sulaim. Mereka mengutus Haram bin Milhan dengan surat Nabi ﷺ kepada Amir bin Thufail, lalu ia dibunuh secara khianat. Setelah itu, Amir mengerahkan Ril, Dzakwan, dan Ushayyah dari Bani Sulaim, lalu mereka mengepung para qari dan membunuh mereka; hanya sedikit yang selamat. Nabi ﷺ sangat berduka atas mereka, dan selama sebulan beliau qunut mendoakan kebinasaan bagi orang yang membunuh mereka. Ini adalah peristiwa dakwah yang tragis, bukan perang ofensif, dan menampakkan pengkhianatan setelah Uhud, keteguhan para qari, serta kehormatan janji dalam sirah nabawiyah.
Ekspedisi Amr bin Umayyah adh-Dhamri ke Makkah untuk membunuh Abu Sufyan
Amr bin Umayyah adh-Dhamri berangkat dalam sebuah ekspedisi ke Makkah untuk membunuh Abu Sufyan, tetapi upaya itu tidak berhasil. Sumber rujukan menyebutkan bahwa para ahli sirah menempatkan ekspedisi ini dalam peristiwa-peristiwa bulan Syawal tahun 6 H, dengan penegasan bahwa para utusan tidak berhasil melakukan pembunuhan itu.
Perang Bani Nadhir dan pengusiran mereka
Pada Rabiulawal tahun ke-4 Hijriah, Yahudi Bani Nadhir berkhianat, lalu Nabi ﷺ mengepung mereka kemudian mengusir mereka dari Madinah.
Wafatnya Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad al-Makhzumi
Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad al-Makhzumi radhiyallahu 'anhu wafat pada Jumadilawal tahun ke-4 Hijriah. Ia termasuk orang-orang yang terdahulu masuk Islam, dan ia adalah suami Ummu Salamah radhiyallahu 'anha.
Wafatnya Abdullah bin Utsman bin Affan
Disebutkan bahwa Abdullah bin Utsman bin Affan, putra Ruqayyah binti Rasulullah ﷺ, wafat pada bulan Jumadilawal tahun ke-4 Hijriah, ketika usianya enam tahun.
Perang Badar Kedua
Rasulullah ﷺ berangkat pada bulan Sya'ban tahun 4 H untuk memenuhi janji di Badar yang telah disepakati oleh Quraisy setelah Uhud. Beliau tinggal di Badar menunggu kaum musyrik, lalu kaum Muslimin kembali setelah Abu Sufyan dan pengikutnya tidak keluar untuk berperang. Mereka menjual barang-barang yang dibawa dan memperoleh keuntungan, dan perang ini dikenal sebagai Badar Kedua dan Badar al-Akhirah.
Kelahiran Husain bin Ali
Husain bin Ali radhiyallahu 'anhuma lahir pada bulan Sya'ban tahun 4 Hijriah, dan ia adalah putra Fatimah radhiyallahu 'anha binti Rasulullah ﷺ.
Pernikahan Nabi ﷺ dengan Ummu Salamah
Pada bulan Syawal tahun 4 Hijriah, Rasulullah ﷺ menikahi Ummu Salamah binti Abi Umayyah. Dalam Ar-Rahiq Al-Makhtum disebutkan bahwa ia telah ditinggal wafat oleh Abu Salamah, lalu Nabi ﷺ menikahinya pada beberapa malam yang tersisa dari bulan Syawal pada tahun yang sama.
Zaid bin Tsabit mempelajari tulisan orang Yahudi
Rasulullah ﷺ memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk mempelajari tulisan orang-orang Yahudi, lalu ia mempelajarinya dalam lima belas hari.
Rajam terhadap laki-laki dan perempuan Yahudi
Orang-orang Yahudi datang kepada Rasulullah ﷺ dalam perkara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang berzina. Nabi ﷺ bertanya kepada mereka apa yang mereka temukan dalam Taurat tentang rajam. Mereka berusaha menyembunyikan hukum itu, lalu Abdullah bin Salam radhiyallahu 'anhu menjelaskan letak ayat rajam, sehingga mereka mengakuinya. Kemudian Nabi ﷺ memerintahkan penegakan hukum atas keduanya.
Perang Dumatul Jandal
Rasulullah ﷺ berangkat bersama seribu kaum Muslimin menuju Dumatul Jandal pada Rabiulawal tahun 5 H setelah datang berita bahwa kabilah-kabilah di sekitarnya memutus jalan, merampas para pejalan, dan berkumpul untuk mengancam Madinah. Ketika kaum itu terkejut melihat kedatangan kaum Muslimin, mereka lari, dan kaum Muslimin tidak menemui seorang pun. Rasulullah ﷺ kemudian tinggal beberapa hari, mengirim sariyah-sariyah, mengadakan perjanjian damai dengan Uyainah bin Hishn, lalu kembali ke Madinah.
Kedatangan delegasi Muzainah
Pada bulan Rajab tahun 5 Hijriah, delegasi Muzainah datang kepada Rasulullah ﷺ.
Wafatnya ibu Sa'ad bin Ubadah
Perang Bani Mushthaliq
Rasulullah ﷺ berangkat pada bulan Sya'ban Tahun 5 Hijriah (5 H) menuju Bani Mushthaliq menurut pendapat yang lebih kuat, dan itulah peristiwa yang dimaksud.
Pembebasan Juwairiyah binti Harits dan pernikahannya dengan Nabi ﷺ
Nabi ﷺ memerdekakan Juwairiyah binti Harits, lalu menikahinya pada bulan Syakban dari Tahun 5 Hijriah (5 H). Hal itu berdampak pada pembebasan sejumlah anggota keluarganya dari Bani Mushthaliq.
Peristiwa berita bohong (al-Ifk)
Dalam perjalanan pulang Nabi ﷺ dari Perang Bani Mushthaliq terjadi Peristiwa berita bohong (al-Ifk) ketika kaum munafik memfitnah Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu 'anha, lalu Allah menurunkan pembelaannya di dalam Al-Qur'an.
Perang Ahzab (Perang Khandaq)
Perang Ahzab (Perang Khandaq) terjadi pada bulan Syawal Tahun 5 Hijriah (5 H), dan berakhir dengan kembalinya Ahzab dalam keadaan kalah.
Perang Bani Quraizhah
Perang Bani Quraizhah terjadi pada Dzulqa'dah Tahun 5 Hijriah (5 H), dan datang setelah pengkhianatan Bani Quraizhah serta pelanggaran mereka terhadap perjanjian dengan kaum Muslimin pada saat Ahzab (pasukan sekutu), sehingga itu menjadi salah satu hasil dari pengkhianatan besar mereka.
Wafatnya Sa'ad bin Mu'adz (event)
Sa'ad bin Mu'adz radhiyallahu 'anhu wafat pada Dzulhijjah tahun 5 Hijriah (5 H).
Pembunuhan Abu Rafi' Salam bin Abil Huqaiq
Setelah selesai dari urusan Bani Quraizhah, kaum Khazraj meminta izin kepada Rasulullah ﷺ untuk membunuh Salam bin Abil Huqaiq yang dikenal sebagai Abu Rafi'. Beliau memberi izin kepada mereka, lalu berangkatlah sekelompok lima orang dari Bani Salamah menuju bentengnya di Khaibar, dan mereka berhasil membunuhnya.
Nabi ﷺ menggauli Raihanah sebagai hamba sahaya
Rasulullah ﷺ menggauli Raihanah, dan ia termasuk tawanan Bani Quraizhah; ia telah memeluk Islam dan tetap bersama beliau hingga wafat pada Tahun 10 Hijriah (10 H).
Kedatangan delegasi Asyja'
Nabi ﷺ mengadakan perlombaan kuda
Materi ini menyatakan bahwa Nabi ﷺ mengadakan perlombaan kuda pada Tahun 5 Hijriah
Gempa bumi di Madinah
Ekspedisi Muhammad bin Maslamah ke Qurtha'
Ekspedisi Muhammad bin Maslamah radhiyallahu 'anhu berangkat pada bulan Muharram tahun ke-6 hijrah menuju Qurtha', dan termasuk salah satu ekspedisi dalam aktivitas militer pada fase ini.
Ekspedisi Ukkasyah bin Mihshan ke Ghamr
Data peristiwa menyebutkan bahwa Ekspedisi Ukkasyah bin Mihshan al-Asadi radhiyallahu 'anhu berangkat ke Ghamr pada Rabiulawal Tahun 6 Hijriah, lalu mereka memperoleh rampasan dan kembali dengan selamat.
Ekspedisi Muhammad bin Maslamah ke Dzul Qashshah
Ekspedisi Muhammad bin Maslamah radhiyallahu 'anhu berangkat ke Dzul Qashshah, lalu mereka semua terbunuh kecuali Muhammad bin Maslamah, yang berhasil lolos dalam keadaan terluka.
Ekspedisi Abu Ubaidah bin Jarrah ke Dzul Qashshah
Abu Ubaidah bin Jarrah radhiyallahu 'anhu berangkat dalam sebuah ekspedisi ke Dzul Qashshah pada bulan Rabiulakhir tahun 6 H, kaum Muslimin memperoleh ghanimah dan selamat, dan mereka menjumpai seorang laki-laki lalu ia masuk Islam.
Ekspedisi Zaid bin Haritsah ke Jumum
Zaid bin Haritsah radhiyallahu 'anhu berangkat dalam sebuah ekspedisi ke Bani Sulaim di Jumum pada Rabiulakhir Tahun 6 Hijriah (6 H), lalu terjadi penawanan dan ghanimah, kemudian mereka kembali dengan selamat.
Ekspedisi Zaid bin Haritsah ke Ish
Terjadi ekspedisi yang dipimpin Zaid bin Haritsah radhiyallahu 'anhu ke Ish pada Jumadilula tahun 6 Hijriah, dan berakhir dengan ghanimah serta keselamatan.
Perang Bani Lihyan
Nabi ﷺ keluar menuju Bani Lihyan di sekitar Usfan pada bulan Jumadalula tahun 6 Hijriah, namun kaum Muslimin tidak bertemu seorang pun dari mereka.
Ekspedisi Zaid bin Haritsah ke Tharaf
Pada bulan Jumadil Akhir dari Tahun 6 Hijriah (6 H), terjadi Ekspedisi Zaid bin Haritsah radhiyallahu 'anhu ke Tharaf, dan disebutkan bahwa mereka memperoleh ghanimah (harta rampasan perang) dan kembali dengan selamat.
Ekspedisi Zaid bin Haritsah ke Hisma
Ekspedisi Zaid bin Haritsah ke Wadil Qura
Ekspedisi Zaid bin Haritsah radhiyallahu 'anhu berangkat ke Wadil Qura pada bulan Rajab tahun 6 Hijriah dan tidak menjumpai gangguan apa pun di sana.
Ekspedisi Abdurrahman bin Auf ke Dumatul Jandal
Abdurrahman bin Auf radhiyallahu 'anhu berangkat dalam sebuah ekspedisi ke Dumatul Jandal pada bulan Syaban tahun 6 H, dan Nabi ﷺ menasihatinya dengan sebaik-baik perkara dalam peperangan, lalu bersabda kepadanya: jika mereka taat kepadamu, maka nikahilah putri raja mereka. Ia tinggal selama tiga hari mengajak mereka kepada Islam; mereka pun masuk Islam, lalu ia menikahi Tumadhir binti Ashbagh.
Ekspedisi Ali bin Abi Thalib ke Bani Sa'ad bin Bakar di Fadak
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu keluar dalam sebuah ekspedisi ke Bani Sa'ad bin Bakar di Fadak, lalu memecah belah kumpulan mereka, memperoleh ghanimah, dan kembali dengan selamat.
Ekspedisi Zaid bin Haritsah ke Wadil Qura
Terjadi sebuah ekspedisi yang dipimpin Zaid bin Haritsah radhiyallahu 'anhu ke sekitar Wadil Qura pada Ramadhan Tahun 6 Hijriah, dan berakhir dengan pembunuhan, penawanan, ghanimah, lalu kembalinya kaum Muslimin dengan selamat.
Nabi ﷺ memohon hujan dan hujan pun turun
Pada Ramadhan tahun 6 Hijriah, orang-orang ditimpa kekeringan yang sangat parah, lalu Rasulullah ﷺ memohon hujan bersama mereka, maka turunlah hujan.
Ekspedisi Abdullah bin Rawahah menghadapi Usair bin Zarim
Sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh Abdullah bin Rawahah radhiyallahu 'anhu berangkat pada bulan Syawal. Sebabnya, Usair atau Bashir bin Zarim mengumpulkan Ghathafan untuk menyerang kaum Muslimin. Ia dikerahkan bersama 30 orang sahabatnya, lalu terjadi prasangka di antara kedua pihak yang berujung pada terbunuhnya Usair dan para sahabatnya.
Ekspedisi Kurz bin Jabir al-Fihri menghadapi orang-orang Urainah (Uraniyyin)
Pada bulan Syawal tahun 6 Hijriah, Nabi ﷺ mengutus Kurz bin Jabir al-Fihri untuk mengejar orang-orang Urainah setelah mereka membunuh penggembala Rasulullah ﷺ, merampas unta-unta, dan kafir setelah masuk Islam. Mereka pun tertangkap dan dijatuhi qisas hingga meninggal.
Ekspedisi Khabath
Nabi ﷺ mengirim tiga ratus penunggang, dan pemimpin mereka Abu Ubaidah bin Jarrah, untuk mengawasi kafilah Quraisy. Mereka mengalami kelaparan yang sangat parah hingga memakan khabath, lalu Allah mengaruniakan kepada mereka seekor binatang laut yang disebut al-'Anbar, maka mereka memakannya. Setelah kembali ke Madinah, mereka mengabarkan hal itu kepada Nabi ﷺ, lalu beliau bersabda: "Itu adalah rezeki yang dikeluarkan Allah untuk kalian."
Ekspedisi Bani Abs
Materi ini menyebutkan bahwa Ekspedisi Bani Abs terjadi pada Tahun 6 Hijriah (6 H), dalam rangkaian ekspedisi yang disaksikan pada fase periode Madinah ini.
Perjanjian Hudaibiyah
Perjanjian Hudaibiyah terjadi pada Dzulqa'dah tahun keenam Hijriah, dan dicatat sebagai kemenangan yang nyata; dengannya berakhirlah suatu tahap konfrontasi dan dimulai tahap yang lebih luas dalam stabilitas dan dakwah.
Baiat Ridhwan di bawah pohon
Baiat Ridhwan terjadi di Hudaibiyah di bawah pohon, dalam rangkaian peristiwa Umrah Hudaibiyah dan apa yang menyusul setelahnya berupa sikap kaum Muslimin bersama Nabi ﷺ.
Turunnya Surah al-Fath dalam perjalanan pulang dari Hudaibiyah
Ketika Rasulullah ﷺ kembali dari Hudaibiyah, di Dhajnan turun Surah al-Fath, lalu kaum Muslimin mengucapkan selamat kepada beliau.
Turunnya kewajiban haji
Materi ini menegaskan bahwa pada Tahun 6 Hijriah (6 H) turun kewajiban haji, yaitu pensyariatan ibadah yang penting dalam membangun syiar-syiar Islam.
Pengharaman wanita-wanita Muslimah tetap tinggal bersama kaum musyrik
Menjelaskan bahwa pada Tahun 6 Hijriah (6 H) para Muslimah diharamkan bagi kaum musyrik, yaitu suatu hukum syar’i yang berkaitan dengan terputusnya ikatan pernikahan atau kebersamaan suami-istri antara Muslimah dan musyrik.
Surat-menyurat dengan para raja dan penguasa
Pada akhir tahun keenam hijrah, Rasulullah ﷺ menulis kepada sejumlah raja dan penguasa untuk menyeru mereka kepada Islam, dan beliau memilih untuk itu para utusan dari para sahabatnya yang memiliki pengetahuan dan pengalaman.
Gerhana matahari
Tabel NASA menetapkan terjadinya gerhana matahari total global pada 21 April 627 M dengan judul Total Solar Eclipse of 627 April 21. Jalur totalitas tidak melintas di atas Madinah al-Munawwarah, tetapi Madinah kemungkinan besar berada dalam cakupan penglihatan sebagian menurut perhitungan astronomi modern, dengan ketelitian konversi hijriah tetap perlu kehati-hatian antara akhir Dzulqa'dah tahun 5 H dan awal tahun 6 H.
Wafatnya Sa'ad bin Khaulah dalam tawanan di Makkah
Sa'ad bin Khaulah radhiyallahu 'anhu wafat dalam tawanan di Makkah pada Tahun 6 Hijriah.
Kedatangan delegasi Judzam
Zainab dikembalikan kepada Abul Ash dengan pernikahan yang pertama
Nabi ﷺ mengembalikan putrinya Zainab kepada Abu al-'Ash bin Rabi' dengan nikah pertama, yaitu pada bulan Muharram tahun 7 Hijriah. Cuplikan rujukan menegaskan bahwa pengembalian itu terjadi dengan nikah pertama setelah Abu al-'Ash masuk Islam dan berhijrah, dan hal itu telah ثابت dalam hadis sahih.
Perang Dzu Qarad
Perang Dzu Qarad terjadi pada bulan Muharam tahun 7 Hijriah (7 H), dan merupakan gerakan pengejaran terhadap sekelompok Bani Fazarah yang menyerang unta-unta Rasulullah ﷺ. Pengejaran berakhir dengan sampainya kaum Muslimin di Dzu Qarad dan dicegahnya mereka dari air, lalu Nabi ﷺ menyusul pasukan pada sore hari.
Perang Khaibar
Terjadi Perang Khaibar pada bulan Muharam tahun ketujuh Hijriah, dan ini termasuk peristiwa militer yang menonjol pada fase ini dalam sirah.
Pengharaman daging keledai jinak di Khaibar
Disebutkan bahwa dalam Perang Khaibar diharamkan daging keledai jinak, yaitu hukum syar‘i yang terkait dengan masa Khaibar.
Ja'far dan kaum Asy'ari bergabung dengan Nabi ﷺ di Khaibar
Pada saat Perang Khaibar, datanglah Ja'far bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu bersama rombongan Muhajirin Habasyah. Bersama mereka Abu Musa al-Asy'ari dan rombongannya, lalu Nabi ﷺ menyambut mereka, dan disebutkan bahwa beliau bergembira dengan kedatangan mereka dan dengan terbukanya Khaibar.
Abu Hurairah datang sebagai Muslim setelah Khaibar
Abu Hurairah datang kepada Rasulullah ﷺ dalam keadaan Muslim pada Perang Khaibar, dan hal itu dikuatkan oleh ar-Rahiq al-Makhtum bahwa ia datang ke Madinah setelah Nabi ﷺ berangkat ke Khaibar. Ia mendapati Sibā' bin 'Urfuthah pada salat Subuh, lalu datang kepada Rasulullah ﷺ dan berbicara kepada kaum Muslimin, kemudian mereka memasukkannya dan para sahabatnya dalam pembagian saham mereka.
Pernikahan Nabi ﷺ dengan Ummu Habibah
Nabi ﷺ menikahi Ummu Habibah radhiyallahu 'anha pada Tahun 7 Hijriah (7 H). Hal itu didukung oleh al-Rahiq al-Makhtum yang menyebutkan bahwa Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan dilamar untuk Nabi ﷺ dan dinikahkan untuk beliau pada Muharram tahun 7 H, kemudian beliau membina rumah tangga dengannya setelah kembali dari Khaibar.
Pernikahan Nabi ﷺ dengan Shafiyah binti Huyayy setelah Khaibar
Setelah penaklukan Khaibar, Rasulullah ﷺ memilih Shafiyah binti Huyayy dari harta rampasan, lalu menawarkan Islam kepadanya; ia pun masuk Islam, kemudian beliau memerdekakannya dan menikahinya, serta menjadikan kemerdekaannya sebagai mahar.
Ekspedisi Aban bin Sa'id ke Najd
Nabi ﷺ mengirim sebuah ekspedisi ke Najd yang dipimpin oleh Aban bin Sa'id bin Ash. Ekspedisi itu berlangsung sebelum Najd dan disebutkan oleh Ar-Rahiq Al-Makhtum dalam deretan ekspedisi Tahun 7 Hijriah (7 H), dan yang paling kuat ia terjadi pada bulan Safar tahun 7 H.
Peristiwa domba beracun
Setelah Fathu Khaibar, Zainab binti Harits menghadiahkan seekor domba panggang beracun kepada Rasulullah ﷺ. Beliau mengambil sepotong daging dari lengan, tetapi tidak menelannya dan memuntahkannya, lalu diberitahukan bahwa tulang itu mengabarkan kepadanya bahwa domba itu beracun, maka beliau memanggil perempuan itu dan ia pun mengaku.
Mariyah dan Sirin datang dari Muqauqis
Hathib bin Abi Balta'ah datang dari Muqauqis kepada Nabi ﷺ bersama Mariyah dan saudaranya Sirin, seekor bagal, seekor keledai, dan pakaian. Mariyah dan saudaranya telah masuk Islam sebelum keduanya tiba, lalu Nabi ﷺ mengambil Mariyah untuk dirinya sehingga ia melahirkan Ibrahim bagi beliau, dan beliau memberikan Sirin kepada Hassan bin Tsabit.
Perjanjian damai dengan Fadak dengan setengah tanah
Setelah kembali dari Khaibar, Nabi ﷺ mengutus Muhayyishah bin Mas'ud ke Fadak untuk mengajak penduduknya masuk Islam. Mereka menerima perdamaian atas separuh tanah, lalu Nabi ﷺ menerimanya, dan separuh Fadak menjadi milik beliau yang digunakan untuk membiayai ibnu sabil.
Penaklukan Wadil Qura
Ketika Rasulullah ﷺ selesai dari Khaibar, beliau menuju Wadil Qura. Penduduk di sana memerangi beliau hingga beliau menaklukkannya dengan kekuatan, lalu beliau memperoleh harta rampasannya. Kemudian tanah dan pohon kurma dibiarkan di tangan orang-orang Yahudi dan mereka diperlakukan atasnya sebagaimana beliau memperlakukan penduduk Khaibar.
Perjanjian damai dengan Yahudi Taima
Ketika Yahudi Taima mendengar berita tentang apa yang terjadi pada orang-orang Yahudi di Khaibar, Fadak, dan Wadil Qura, mereka tidak melawan kaum Muslimin, melainkan mengirim utusan untuk menawarkan perdamaian. Rasulullah ﷺ menerimanya dan membiarkan mereka tetap atas harta mereka.
Nabi ﷺ dan para sahabatnya tertidur dari shalat Subuh dalam perjalanan pulang ke Madinah
Nabi ﷺ dan para sahabatnya dalam perjalanan kembali ke Madinah tertidur hingga shalat Subuh sampai matahari terbit, dan itu terjadi dalam perjalanan setelah kembali dari Khaibar; al-Rahiq al-Makhtum menyebutkan bahwa Nabi ﷺ terbangun terlebih dahulu lalu keluar dari lembah dan shalat Subuh bersama orang-orang.
Siasat Hajjaj bin Ilath untuk menyelamatkan hartanya dari kaum musyrik Makkah
Ini menunjukkan bahwa setelah penaklukan Khaibar, Hajjaj bin Ilath as-Sulami melakukan siasat terhadap kaum musyrik Makkah hingga ia berhasil menyelamatkan hartanya dari mereka.
Perang Dzatur Riqa'
Informasi itu menyebutkan bahwa Perang Dzatur Riqa' terjadi pada Tahun 7 Hijriah (7 H) menurut pendapat yang kuat, dan dijelaskan bahwa Nabi ﷺ berangkat menuju sekelompok Ghathafan setelah mendengar berkumpulnya Bani Anmar atau Bani Tsa'labah dan Bani Muharib, lalu menembus wilayah mereka hingga Nakhl, tidak terjadi pertempuran, dan beliau mengerjakan shalat khauf bersama mereka.
Turunnya ayat tayamum pada Perang Dzatur Riqa'
Ayat tayamum turun dalam perang ini pada Tahun 7 Hijriah (7 H). Dari materi rujukan tampak bahwa yang dimaksud adalah Perang Dzatur Riqa', yaitu salah satu perang pada tahun 7 H setelah Khaibar, dan di dalamnya terjadi pensyariatan tayamum.
Nabi ﷺ membeli unta Jabir lalu mengembalikannya kepadanya
Nabi ﷺ dalam perjalanan pulang dari Dzatur Riqa' membeli unta Jabir bin Abdullah, lalu membayar harganya dan mengembalikan unta itu kepadanya.
Ekspedisi Ghalib bin Abdullah al-Laitsi ke Bani Abd bin Tsa'labah
Data peristiwa menyebutkan bahwa pada bulan Safar Tahun 7 Hijriah (7 H) terjadi Ekspedisi Ghalib bin Abdullah al-Laitsi ke Bani Abd bin Tsa'labah. Materi rujukan menguatkan asal peristiwa itu, meskipun berbeda dalam penentuan bulan; dalam Ar-Rahiq al-Makhtum disebutkan bahwa peristiwa itu terjadi pada bulan Ramadhan tahun 7 H menuju Bani 'Awal dan Bani Abd bin Tsa'labah di Mifa'ah, dan ada pula yang mengatakan ke Huraqat dari Juhainah.
Ekspedisi Abu Bakar ash-Shiddiq ke Najd
Ekspedisi Umar bin Khattab ke Turabah
Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu berangkat dalam sebuah ekspedisi ke Turabah pada bulan Syaban tahun 7 H, bersama tiga puluh orang. Mereka berjalan pada malam hari dan menampakkan diri pada siang hari. Ketika berita itu sampai kepada Hawazin, mereka lari. Umar tiba di tempat tinggal mereka tetapi tidak menjumpai seorang pun, lalu kembali ke Madinah.
Ekspedisi Basyir bin Sa'ad ke Bani Murrah di sekitar Fadak
Basyir bin Sa'ad al-Anshari berangkat dalam sebuah ekspedisi ke Bani Murrah di sekitar Fadak pada bulan Syaban tahun 7 H, dan bersamanya ada tiga puluh laki-laki. Mereka membawa pergi domba dan unta, kemudian dikejar pada malam hari; mereka pun memerangi mereka dengan panah hingga panah Basyir dan para sahabatnya habis, lalu mereka semua terbunuh kecuali Basyir. Ia terluka parah lalu pergi ke Fadak dan tinggal di dekat orang-orang Yahudi sampai lukanya sembuh, kemudian kembali ke Madinah.
Ekspedisi Ghalib bin Abdullah al-Laitsi ke Mifa'ah
Ekspedisi Ghalib bin Abdullah al-Laitsi berangkat pada Ramadhan tahun 7 H ke Mifa'ah, dan di sana terjadi bahwa Usamah bin Zaid membunuh seorang laki-laki setelah ia mengucapkan la ilaha illallah; ketika hal itu sampai kepada Nabi ﷺ, beliau mengingkarinya dengan sangat keras.
Ekspedisi Basyir bin Sa'ad ke Yumn dan Jabar
Basyir bin Sa'ad al-Anshari berangkat dalam sebuah ekspedisi ke Yumn dan Jabar pada bulan Syawal tahun 7 H, bersama tiga ratus kaum Muslimin, untuk menghadapi sekelompok besar yang telah berkumpul guna menyerang pinggiran Madinah. Ketika mereka mengetahui keberangkatan Basyir, mereka melarikan diri. Basyir pun memperoleh banyak hewan ternak dan menawan dua orang, lalu membawanya ke Madinah kepada Rasulullah ﷺ, dan keduanya masuk Islam.
Umrah Qadha'
Pada Dzulqa'dah tahun 7 Hijriah terjadi Umrah Qadha', yaitu umrah yang dilakukan Nabi ﷺ dan para sahabatnya sebagai pengganti umrah Hudaibiyah.
Pernikahan Nabi ﷺ dengan Maimunah binti Harits
Nabi ﷺ menikahi Maimunah binti Harits radhiyallahu 'anha pada Dzulqa'dah tahun 7 Hijriah, dan hal itu terjadi dalam konteks Umrah Qadha'. Dinyatakan pula bahwa beliau tinggal serumah dengannya di Sarif.
Ekspedisi Ibnu Abil Auja as-Sulami ke Bani Sulaim
Rasulullah ﷺ mengutus Ibnu Abil Auja ke Bani Sulaim pada Dzulhijjah tahun 7 Hijriah. Beliau menyeru mereka kepada Islam, tetapi mereka menolak. Lalu terjadilah pertempuran sengit, Abu Abil Auja terluka, dan dua orang musuh tertawan.
Masuk Islamnya Imran bin Hushain dan ayahnya
Imran bin Hushain dan ayahnya masuk Islam pada Tahun 7 Hijriah (7 H) radhiyallahu 'anhuma
Masuk Islamnya Amr bin Ash, Khalid bin Walid, dan Utsman bin Thalhah
Pada bulan Safar tahun ke-8 Hijriah, Amr bin Ash, Khalid bin Walid, dan Utsman bin Thalhah masuk Islam, lalu hijrah ke Madinah. Hal ini dikuatkan oleh Ar-Rahiq Al-Makhtum bahwa mereka masuk Islam setelah Perjanjian Hudaibiyah, dan bahwa Nabi ﷺ bersabda ketika mereka datang: Sesungguhnya Makkah telah melemparkan kepada kami potongan-potongan jantungnya.
Ekspedisi Ghalib bin Abdullah al-Laitsi ke Bani Mulawwih di Kadid
Ekspedisi Ghalib bin Abdullah al-Laitsi berangkat ke Bani Mulawwih di Kadid pada bulan Shafar Tahun 8 Hijriah, lalu mereka memperoleh ghanimah dan selamat.
Ekspedisi Ghalib bin Abdullah al-Laitsi ke Fadak
Ekspedisi Ghalib bin Abdullah al-Laitsi berangkat ke Fadak pada bulan Safar tahun ke-8, lalu memperoleh ternak, membunuh, dan kembali dengan selamat.
Ekspedisi Syuja' bin Wahb al-Asadi ke Bani Amir di Siyy
Pada Rabiulawal tahun ke-8 terjadi Ekspedisi Syuja' bin Wahb al-Asadi ke Bani Amir di Siyy, daerah Rukbah di balik tambang, lalu mereka memperoleh banyak ternak dan kambing.
Ekspedisi Ka'ab bin Umair al-Ghifari ke Dzat Athlah
Data peristiwa menyebutkan bahwa Ekspedisi Ka'ab bin Umair al-Ghifari berangkat ke Dzat Athlah pada Rabiulawal tahun ke-8, dan seluruh ekspedisi itu terbunuh kecuali seorang laki-laki terluka.
Ekspedisi Zaid bin Haritsah ke Madyan
Pada Tahun 8 Hijriah terjadi Ekspedisi Zaid bin Haritsah ke Madyan, dan mereka memperoleh tawanan dari penduduk pelabuhan.
Ekspedisi Mu'tah
Ekspedisi Mu'tah terjadi pada bulan Jumada al-Ula pada Tahun 8 Hijriah (8 H), dan tiga panglimanya terbunuh, kemudian Fathu Makkah terjadi di tangan Khalid bin Walid.
Ekspedisi Amr bin Ash ke Dzatus Salasil
Rasulullah ﷺ mengutus Amr bin Ash pada bulan Jumadil Akhir tahun 8 H ke Dzatus Salasil. Dalam ekspedisi itu kaum muslimin mendapat kemenangan, lalu mereka kembali dengan selamat ke Madinah.
Amr bin Ash bertayamum karena dingin yang sangat dan Nabi ﷺ menyetujuinya
Amr bin Ash mengalami junub dalam salah satu ekspedisi, lalu ia bertayamum karena dingin yang sangat. Ketika hal itu sampai kepada Rasulullah ﷺ, beliau menyetujuinya.
Ekspedisi Abu Qatadah ke Khadhirah
Pada bulan Syaban tahun 8 Hijriah (8 H) berangkat Ekspedisi Abu Qatadah ke Khadhirah, yaitu negeri Muharib di Najd, lalu mereka memperoleh ghanimah dan menawan.
Ekspedisi Abu Hadrad ke Ghabah
Terjadi Ekspedisi Abu Hadrad ke Ghabah pada bulan Sya’ban tahun 8, dan di dalamnya pemimpin kaum itu terbunuh serta kaum Muslimin memperoleh rampasan.
Quraisy melanggar perjanjian
Quraisy melanggar perjanjiannya dengan Rasulullah ﷺ pada bulan Sya'ban tahun 8 Hijriah.
Abu Sufyan datang untuk memperbarui perjanjian
Abu Sufyan bin Harb datang kepada Rasulullah ﷺ pada bulan Sya'ban Tahun 8 Hijriah ingin memperbarui perjanjian
Hathib mengirim surat kepada Quraisy, lalu Nabi ﷺ memaafkannya
Hathib bin Abi Balta'ah menulis kepada Quraisy untuk memberitahukan kepada mereka tentang keberangkatan Rasulullah ﷺ menuju mereka. Allah memberitahukan Nabi-Nya tentang hal itu, lalu surat itu diambil dan dibawa kepada Nabi ﷺ. Nabi memanggil Hathib, lalu ia menyampaikan alasan, maka Nabi ﷺ memberi uzur kepadanya dan memaafkannya.
Ekspedisi Abu Qatadah ke Idham
Pada Ramadhan tahun ke-8 Hijriah, berangkatlah sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh Abu Qatadah al-Anshari radhiyallahu 'anhu ke Idham, dan tujuannya adalah untuk mengelabui kaum musyrik.
Keberangkatan Nabi ﷺ untuk Fathu Makkah
Pada Ramadhan tahun ke-8 Hijriah, Rasulullah ﷺ keluar bersama pasukannya dari Madinah menuju Makkah untuk menaklukkannya.
Abbas datang berhijrah dan bertemu Nabi di Juhfah
Pada Ramadhan Tahun 8 Hijriah (8 H), Abbas bin Abdul Muthalib datang bersama keluarganya berhijrah dari Makkah ke Madinah, lalu bertemu dengan Nabi ﷺ di Juhfah.
Masuk Islamnya Makhramah bin Naufal, Abu Sufyan bin Harits, dan Abdullah bin Umayyah
Pada Ramadhan tahun 8 Hijriah datang Makhramah bin Naufal, Abu Sufyan bin Harits bin Abdul Muthalib, dan Abdullah bin Umayyah; lalu mereka bertemu dengan Nabi ﷺ dan masuk Islam.
Masuk Islamnya Abu Sufyan, Hakim bin Hizam, dan Budail bin Warqa' sebelum memasuki Makkah
Abu Sufyan bin Harb, Hakim bin Hizam, dan Budail bin Warqa' masuk Islam pada Ramadhan tahun ke-8, yaitu sebelum Nabi ﷺ memasuki Makkah.
Nabi ﷺ berbuka puasa di atas tunggangannya di Kura'ul Ghamim
Ketika Rasulullah ﷺ sampai di Kura'ul Ghamim pada Ramadhan tahun 8 Hijriah, setelah asar, beliau berbuka puasa di atas tunggangannya agar dilihat orang-orang.
Fathu Makkah
Rasulullah ﷺ memasuki Makkah pada Ramadhan tahun ke-8 Hijriah sebagai penakluk, sebagai pemenang, dan dengan pertolongan; ini termasuk peristiwa terbesar dan paling menonjol dalam sirah.
Nabi ﷺ tinggal sembilan belas hari di Makkah sambil mengqashar shalat
Nabi ﷺ tinggal di Makkah pada bulan Ramadhan dari Tahun 8 Hijriah (8 H) selama sembilan belas hari, dan selama masa itu beliau mengqashar shalat.
Ekspedisi Usamah bin Zaid ke Huraqat
Ekspedisi Khalid bin Walid untuk menghancurkan berhala Uzza
Pada Ramadhan tahun 8 Hijriah, Nabi ﷺ mengutus Khalid bin Walid radhiyallahu 'anhu ke Uzza, lalu ia menghancurkannya setelah sebelumnya menjadi salah satu berhala terbesar Quraisy dan Kinanah.
Ekspedisi Amr bin Ash untuk menghancurkan berhala Suwa'
Pada Ramadhan tahun 8 Hijriah, Rasulullah ﷺ mengutus Amr bin Ash ke Suwa', yaitu berhala milik Hudzail di Ruhat, lalu Amr bin Ash menghancurkannya.
Ekspedisi Sa'ad bin Zaid al-Asyhali untuk menghancurkan berhala Manat
Pada bulan Ramadhan tahun ke-8 Hijriah, Nabi ﷺ mengutus Sa'ad bin Zaid al-Asyhali dalam sebuah sariyah ke Manat; ia pun mendatanginya lalu menghancurkan dan memecahkannya.
Ekspedisi Khalid bin Walid ke Bani Jadzimah
Nabi ﷺ mengutus Khalid bin Walid pada Syawal tahun 8 ke Bani Jadzimah untuk menyeru kepada Islam, bukan untuk berperang. Khalid lalu membunuh dan menawan sebagian dari mereka setelah mereka menyatakan Islam dengan ucapan mereka. Ketika hal itu sampai kepada Nabi ﷺ, beliau berlepas diri dari perbuatan Khalid. Kemudian beliau mengutus Ali radhiyallahu 'anhu untuk membayar diyat para korban dan meredakan kaum itu.
Ekspedisi Qais bin Sa'ad ke Shuda'
Materi peristiwa menyebutkan terjadinya ekspedisi di bawah pimpinan Qais bin Sa'ad bin Ubadah ke Shuda', wilayah Yaman, pada Tahun 8 Hijriah.
Perang Hunain
Perang Hunain terjadi pada bulan Syawal tahun 8 Hijriah (8 H), dan termasuk peristiwa Fathu Makkah beserta pengaturan urusan kaum muslimin dan ghanimah.
Ekspedisi Authas
Data peristiwa menyebutkan bahwa pada bulan Syawal tahun ke-8 terjadi Ekspedisi Authas di bawah pimpinan Abu Amir al-Asy'ari. Potongan dari Ar-Rahiq al-Makhtum juga menguatkan bahwa Nabi ﷺ mengirim sekelompok pengejar ke Authas yang dipimpin Abu Amir al-Asy'ari setelah musuh kalah dan sisa-sisanya tercerai-berai.
Ekspedisi Thufail bin Amr ad-Dausi untuk menghancurkan berhala Dzul Kaffain
Pada Syawal Tahun 8 Hijriah (8 H) Ekspedisi Thufail bin Amr ad-Dausi diarahkan untuk menghancurkan berhala Dzul Kaffain dan ia menyalakan api padanya.
Pembangunan masjid di Bahratur Rugha' di jalan menuju Thaif
Pada bulan Syawal tahun 8 H, saat Nabi ﷺ dalam perjalanan menuju pengepungan Thaif, beliau melewati Bahratur Rugha' lalu mendirikan masjid di sana, kemudian salat di dalamnya sebelum sampai ke Thaif.
Qishash pertama dalam Islam, di Bahrah
Seorang laki-laki dari Bani Laits dibunuh di Bahrah sebagai qishash atas seorang laki-laki dari Hudzail, dan itu adalah qishash pertama dalam Islam.
Perang Thaif
Pembebasan sejumlah budak Thaif
Pada saat pengepungan Thaif pada Syawal tahun ke-8 Hijriah, sejumlah budak Thaif turun kepada kaum Muslimin, lalu Rasulullah ﷺ memerdekakan mereka. Di antara mereka adalah Abu Bakrah radhiyallahu 'anhu.
Pencabutan pengepungan Thaif dan kembali ke Ji'ranah
Rasulullah ﷺ mencabut pengepungan atas Thaif setelah pengepungan berlangsung lama, kemudian kembali ke Ji'ranah. Di sana, datang kepada beliau delegasi Hawazin yang telah masuk Islam, lalu beliau mengembalikan tawanan yang berada di tangan kaum Muslimin.
Pembagian harta rampasan Ji'ranah dan protes Dzul Khuwaishirah
Setelah Nabi ﷺ selesai membagikan harta rampasan Ji'ranah, beliau memberi banyak kepada orang-orang yang dilunakkan hatinya, dan membiarkan kaum mukmin sesuai keimanan mereka. Maka sebagian orang merasa tidak senang, dan tampaklah keberatan Dzul Khuwaishirah.
Pembebasan Syaima', saudari sepersusuan Nabi ﷺ
Pada Dzulqa'dah tahun 8, didatangkan Syaima', saudari sepersusuan Nabi ﷺ, sebagai tawanan. Nabi ﷺ memperlakukannya dengan baik, memberinya anugerah, memberinya, lalu membebaskannya.
Umrah dari Ji'ranah
Ketika Rasulullah ﷺ selesai membagikan harta rampasan perang di Ji'ranah, beliau berihram untuk umrah dari sana, lalu menunaikan umrah, kemudian berangkat kembali ke Madinah.
Pernikahan dengan Fatimah binti Dhahhak al-Kilabiyah, kemudian perpisahan
Nabi ﷺ menikahi Fatimah binti Dhahhak al-Kilabiyah pada Dzulqa'dah tahun ke-8, lalu ia berlindung darinya maka beliau menceraikannya, dan keterangan itu menyebutkan apa yang dialaminya setelah itu.
Kelahiran Ibrahim, putra Nabi ﷺ
Ibrahim, putra Nabi ﷺ, lahir dari Mariyah pada Dzulhijjah tahun ini.
Kelahiran Umamah binti Abil Ash
Zainab binti Rasulullah ﷺ melahirkan dari Abul Ash bin Rabi' putrinya, Umamah, yang dahulu pernah dibawa Nabi ﷺ dalam shalat.
Batang kurma merintih ketika Nabi ﷺ berkhutbah di atas mimbar
Mimbar Rasulullah ﷺ dibuat pada tahun ini, lalu beliau berkhutbah di atasnya, dan batang kurma yang sebelumnya biasa beliau gunakan untuk berkhutbah merintih karena rindu kepadanya.
Saudah menghadiahkan gilirannya kepada Aisyah
Saudah Ummul Mukminin menghadiahkan gilirannya kepada Aisyah radhiyallahu 'anha, yakni ia menyerahkan jatah giliran bermalamnya di antara para istri Nabi ﷺ.
Attab bin Usaid memimpin haji sebagai gubernur Makkah
Pada bulan Dzulhijjah tahun 8 Hijriah, Attab bin Usaid memimpin haji bersama orang-orang, dan ia adalah gubernur Makkah.
Wafatnya Mughaffal bin Abdu Nuhm al-Muzani
Mughaffal bin Abdu Nuhm al-Muzani wafat pada tahun ke-8 Hijriah, yaitu ayah sahabat Abdullah bin Mughaffal, dan ia memiliki sahabat.
Masuk Islamnya Ka'ab bin Zuhair dan lantunan syair Banat Su'ad
Ka'ab bin Zuhair masuk Islam. Ia berasal dari keluarga penyair dan termasuk penyair orang Arab yang paling fasih. Ia pernah mencela Nabi ﷺ. Ketika datang ke Madinah dalam keadaan bertobat dan meminta perlindungan dari Nabi ﷺ, beliau mengizinkannya. Lalu ia melantunkan qasidahnya yang masyhur yang diawali dengan Banat Su'ad, berisi permohonan maaf dan pujian kepada Nabi ﷺ.
Wafatnya Zainab binti Rasulullah ﷺ
Zainab binti Rasulullah ﷺ wafat pada tahun 8 Hijriah, dan beliau adalah anak tertua beliau, sedangkan Ummu Athiyah radhiyallahu 'anha memandikannya.
Amr bin Ash diutus kepada Jaifar dan Amr, dua putra al-Julanda
Nabi ﷺ mengutus Amr bin Ash kepada Jaifar dan Amr, dua putra al-Julanda dari Azd, lalu keduanya masuk Islam.
Naiknya harga-harga dan permintaan penetapan harga
Informasi menyebutkan bahwa pada tahun 8 Hijriah harga-harga melambung, lalu orang-orang meminta Nabi ﷺ untuk menetapkan harga bagi mereka; maka beliau menyebutkan Dari Anas bin Malik -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', Orang-orang berkata, "Wahai Rasulullah, harga-harga menjadi mahal. Tetapkanlah harga untuk kami?" Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Sesungguhnya Allah yang pantas menaikkan dan menurunkan harga, Dia-lah yang membatasi dan melapangkan rezeki. Aku harap dapat berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak seorang pun dari kalian yang menuntutku soal kezaliman dalam darah (nyawa) dan harta.” [HadeethEnc.com, api-v1].
Turunnya Surah an-Nashr
Materi tersebut menyatakan bahwa Surah an-Nashr turun pada tahun ini. Sumber rujukan juga mengingatkan bahwa turunnya terjadi pada pertengahan hari-hari Tasyriq, dan Nabi ﷺ memahaminya sebagai tanda dekatnya perpisahan.
Kedatangan delegasi Tsa'labah
Kedatangan delegasi Sulaim
Kedatangan delegasi Abdul Qais kepada Nabi ﷺ
Delegasi Abdul Qais datang kepada Rasulullah ﷺ, dan mereka memiliki dua kali utusan. Disebutkan bahwa utusan pertama mereka terjadi pada tahun lima hijrah atau sebelumnya. Dalam utusan itu, mereka bertanya tentang iman dan minuman, dan di antara mereka ada Asyajj al-Ashri yang dipuji oleh Nabi ﷺ.
Kedatangan delegasi Shuda' kepada Nabi ﷺ
Delegasi Shuda' datang kepada Rasulullah ﷺ pada Tahun 8 Hijriah (8 H)
Kedatangan delegasi Tsumalah dan Hidan kepada Nabi ﷺ
Menjelaskan bahwa Tsumalah dan Hidan datang kepada Rasulullah ﷺ pada Tahun 8 Hijriah (8 H).
Ekspedisi Uyainah bin Hishn ke Bani Tamim
Pada bulan Muharam tahun 9 Hijriah, Nabi ﷺ mengutus Ekspedisi Uyainah bin Hishn ke Bani Tamim. Ia menyerang mereka dan mengambil tawanan, kemudian para pemimpin mereka datang kepada Nabi ﷺ dan menyerunya dari balik pintu. Surah Al-Hujurat diturunkan berkenaan dengan mereka.
Abdullah bin Ausajah diutus kepada Bani Haritsah bin Amr
Pada bulan Safar tahun 9 Hijriah, Nabi ﷺ mengutus Abdullah bin Ausajah kepada Bani Haritsah bin Amr untuk mengajak mereka kepada Islam, tetapi mereka enggan dan tidak menyambutnya.
Ekspedisi Quthbah bin Amir ke Khats'am
Ekspedisi Quthbah bin Amir radhiyallahu 'anhu berangkat ke Khats'am di wilayah Bisyah pada bulan Safar Tahun 9 Hijriah (9 H). Mereka memperoleh ghanimah dan menawan, lalu Quthbah terbunuh dalam ekspedisi ini.
Kedatangan delegasi Udzrah dan masuk Islamnya mereka
Delegasi Udzrah datang kepada Rasulullah ﷺ pada bulan Shafar Tahun 9 Hijriah (9 H), lalu beliau menyambut mereka dan memberi kabar gembira, maka mereka masuk Islam dan tinggal beberapa hari kemudian kembali.
Ekspedisi Dhahhak bin Sufyan ke Bani Kilab
Ekspedisi Dhahhak bin Sufyan ke Bani Kilab dikirim pada Rabiulawal tahun 9 H, dan ajakan mereka adalah kepada Islam. Namun mereka menolak dan berperang, lalu kaum Muslimin mengalahkan mereka dan membunuh seorang di antara mereka.
Kedatangan delegasi Bali
Delegasi dari Bali datang pada Rabiulawal tahun 9 Hijriah (9 H), lalu mereka singgah kepada Ruwaifi' bin Tsabit al-Balawi radhiyallahu 'anhu.
Ekspedisi Alqamah bin Mujazziz ke pesisir Jeddah
Nabi ﷺ mengutus Alqamah bin Mujazziz al-Mudlaji dalam sebuah ekspedisi ke pesisir Jeddah pada Rabiulakhir tahun ke-9. Sasaran mereka adalah beberapa laki-laki dari Habasyah yang berkumpul di sana untuk melakukan pembajakan terhadap penduduk Makkah. Ketika mereka mengetahui pasukan kaum Muslimin bergerak menuju mereka, mereka melarikan diri.
Ekspedisi Ali bin Abi Thalib ke Fuls
Pada Rabiul Akhir Tahun 9 Hijriah, Nabi ﷺ mengutus Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu kepada berhala Thayy yang bernama Fuls, lalu kaum Muslimin merobohkannya, menawan, dan memperoleh ghanimah.
Ekspedisi Ukkasyah bin Mihshan ke Jinab
Peristiwa ini menyebutkan bahwa pada Rabiulakhir tahun 9 Hijriah (9 H) terjadi Ekspedisi Ukkasyah bin Mihshan radhiyallahu 'anhu ke Jinab, yaitu negeri Udzrah dan Bali.
Thalhah diutus ke rumah Suwailim orang Yahudi
Nabi ﷺ mengutus Thalhah bin Ubaidullah radhiyallahu 'anhu pada bulan Rajab tahun 9 Hijriah ke rumah Suwailim orang Yahudi untuk membakarnya beserta para munafik yang menghambat Rasulullah ﷺ, lalu ia melakukannya.
Perang Tabuk
Terjadi Perang Tabuk pada bulan Rajab Tahun 9 Hijriah (9 H), dan perang ini termasuk peristiwa penting pada tahun tersebut. Dampaknya tampak pada berbondong-bondongnya utusan datang ke Madinah serta turunnya ayat-ayat dari Surah Bara'ah tentang pokok pembahasannya.
Larangan minum dan berwudhu dari air sumur Tsamud
Dalam perjalanan Nabi ﷺ menuju Tabuk, beliau melewati negeri Tsamud. Maka beliau melarang para sahabatnya meminum air dari sumur mereka atau berwudhu darinya, dan memerintahkan mereka mengambil air dari sumur yang didatangi unta Saleh 'alaihis salam.
Perjanjian damai dengan Yuhannah bin Ru'bah dengan membayar jizyah
Pada bulan Rajab tahun kesembilan, ketika Nabi ﷺ berada di Tabuk, Yuhannah bin Ru'bah datang lalu berdamai dengannya dengan membayar jizyah. Dalam Ar-Rahiq Al-Makhtum disebutkan bahwa ia adalah penguasa Ailah dan bahwa Nabi menuliskan untuknya sebuah surat jaminan keamanan.
Penduduk Jarba' dan Adzruh datang ke Tabuk dan membayar jizyah
Pada bulan Rajab Tahun 9 Hijriah, saat Nabi ﷺ berada di Tabuk, datang kepada beliau penduduk Jarba' dan penduduk Adzruh lalu mereka membayar jizyah, yang menunjukkan masuknya wilayah-wilayah itu dalam ketaatan politik kaum Muslimin.
Penangkapan Ukaidir, raja Dumah, dan perdamaiannya dengan membayar jizyah
Di Tabuk, Rasulullah ﷺ mengutus Khalid bin Walid kepada Ukaidir dari Dumatul Jandal. Khalid pergi kepadanya, lalu menangkapnya dan membawanya kepada Nabi ﷺ, kemudian darahnya dipelihara dan beliau berdamai dengannya dengan jizyah.
Nabi ﷺ shalat di belakang Abdurrahman bin Auf di Tabuk
Pada bulan Rajab tahun kesembilan Hijriah, di Tabuk, Rasulullah ﷺ shalat Subuh di belakang Abdurrahman bin Auf radhiyallahu 'anhu.
Wafatnya Dzul Bijadain dalam Perang Tabuk
Pada bulan Rajab tahun 9 Hijriah, saat Perang Tabuk, Dzul Bijadain wafat, lalu Rasulullah ﷺ bersama Umarain mengurus mandi jenazah dan penguburannya, turun ke liang lahatnya, dan memohonkan keridaan untuknya.
Persekongkolan kaum munafik terhadap Nabi ﷺ saat pulang dari Tabuk
Disebutkan bahwa kaum munafik berupaya membunuh Nabi ﷺ ketika beliau kembali dari Tabuk, lalu Allah memberitahukan kepada beliau apa yang mereka maksud, sehingga rencana mereka gagal.
Perintah membakar Masjid Dhirar
Pada bulan Rajab tahun 9 Hijriah, ketika Nabi ﷺ kembali dari Tabuk, beliau memerintahkan pembakaran Masjid Dhirar, lalu masjid itu dibakar.
Ka'ab bin Malik dan dua sahabatnya tertinggal dari Perang Tabuk, kemudian bertobat
Materi peristiwa ini menyebutkan bahwa Ka'ab bin Malik dan kedua sahabatnya tertinggal dari Perang Tabuk pada bulan Rajab tahun 9 Hijriah (9 H), kemudian mereka bertobat, lalu Allah menerima tobat mereka.
Ekspedisi Khalid bin Walid ke Khats'am
Pengumuman wafatnya Najasyi dan shalat gaib untuknya
Najasyi Ashhamah, raja Habasyah, wafat pada bulan Rajab Tahun 9 Hijriah. Nabi ﷺ mengumumkan wafatnya dan melakukan shalat gaib untuknya di Madinah.
Urwah bin Mas'ud ats-Tsaqafi datang dan masuk Islam, kemudian dibunuh
Urwah bin Mas'ud ats-Tsaqafi datang kepada Rasulullah ﷺ lalu masuk Islam. Setelah itu ia kembali ke Thaif untuk mengajak kaumnya kepada Islam, tetapi mereka membunuhnya.
Kedatangan delegasi Tsaqif dan masuk Islamnya mereka
Delegasi Tsaqif datang dari Thaif kepada Rasulullah ﷺ pada Ramadhan Tahun 9 Hijriah (9 H), lalu mereka masuk Islam. Setelah itu mereka kembali kepada kaumnya dan terus mengajak mereka hingga mereka masuk Islam.
Abu Sufyan dan Mughirah diutus untuk menghancurkan berhala Lat
Pada bulan Ramadhan Tahun 9 Hijriah, Rasulullah ﷺ mengutus Abu Sufyan dan Mughirah bin Syu'bah ke Thaif untuk menghancurkan Lat, maka Lat dihancurkan.
Pengangkatan Utsman bin Abi Ash sebagai gubernur Thaif
Pada Ramadhan Tahun 9 Hijriah (9 H) Nabi ﷺ mengangkat Utsman bin Abi Ash atas Thaif, dan disebutkan bahwa ia termasuk yang paling muda usianya karena semangatnya untuk mendalami agama dan mempelajari Al-Qur'an.
Kedatangan delegasi para raja Himyar sebagai kaum Muslimin
Pada Ramadhan tahun 9 Hijriah, datang kepada Rasulullah ﷺ delegasi para raja Himyar, dan mereka mengakui Islam; hal itu menunjukkan meluasnya masuk Islam di kalangan orang Arab pada tahap itu.
Wafatnya Abdullah bin Ubay bin Salul
Pada bulan Ramadhan Tahun 9 Hijriah, Abdullah bin Ubay bin Salul, pemimpin kaum munafik di Madinah, wafat. Dalam Ar-Rahiq Al-Makhtum disebutkan bahwa ia wafat setelah Rasulullah ﷺ kembali dari Tabuk. Nabi memohonkan ampun untuknya dan menshalatinya setelah Umar berusaha mencegah Nabi dari menshalatinya.
Abu Bakar memimpin haji atas perintah Nabi ﷺ
Pada Dzulhijjah Tahun 9 Hijriah (9 H), Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu memimpin orang-orang dalam haji atas perintah Rasulullah ﷺ, kemudian Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu diutus untuk menyampaikan permulaan Surah Bara'ah, dan diumumkan kepada orang-orang bahwa setelah tahun itu tidak boleh lagi ada musyrik berhaji dan tidak boleh thawaf di Ka'bah dalam keadaan telanjang.
Ali diutus membawa pengumuman bara'ah (pemutusan perjanjian) pada musim haji
Pada Zulhijjah tahun kesembilan, Nabi ﷺ mengutus Ali radhiyallahu 'anhu untuk haji agar membacakan Surah Bara’ah kepada orang-orang, dan hal itu dilaksanakannya pada hari Nahr di dekat jamrah.
Wafatnya Ummu Kultsum binti Rasulullah ﷺ
Ummu Kultsum binti Rasulullah ﷺ wafat pada Tahun 9 Hijriah (9 H). Disebutkan bahwa itu terjadi pada bulan Syaban, dan Nabi ﷺ sangat berduka atas wafatnya.
Wafatnya Suhail bin Baidha' dan shalat jenazah untuknya di Madinah
Suhail bin Baidha' al-Fihri wafat pada Tahun 9 Hijriah, lalu Rasulullah ﷺ menshalatinya di Madinah.
Pembunuhan raja Persia dan pengangkatan Buran
Raja Persia dibunuh pada Tahun 9 Hijriah (9 H), lalu putrinya Buran diangkat memerintah mereka, dan ucapan yang dinisbatkan kepada Nabi ﷺ: «Abu Bakrah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, bahwa dia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidaklah akan beruntung suatu kaum yang menjadikan seorang perempuan sebagai pemimpinnya." [HadeethEnc.com, api-v1]».
Pewajiban sedekah (zakat) dan pembagian petugas pengumpulnya
Informasi ini menyebutkan bahwa pada Tahun 9 Hijriah diwajibkan sedekah, dan Rasulullah ﷺ membagikan para petugas beliau atas sedekah untuk melaksanakan syariat ini dan mengatur pengumpulannya.
Dhimam bin Tsa'labah datang, masuk Islam, dan mengajak kaumnya
Dhimam bin Tsa'labah datang kepada Rasulullah ﷺ lalu masuk Islam; kemudian ia kembali kepada kaumnya dan mengajak mereka kepada Islam, maka semuanya menyambut pada hari itu juga.
Kedatangan delegasi Bani Asad
Delegasi Bani Asad datang kepada Rasulullah ﷺ pada Tahun 9 Hijriah.
Kedatangan delegasi kaum Dari dari Lakhm
Kedatangan delegasi Bahra'
Disebutkan bahwa delegasi dari Bahra' datang kepada Rasulullah ﷺ pada Tahun 9 Hijriah (9 H).
Kedatangan delegasi Bani Bakka'
Kedatangan delegasi Bani Fazarah
Delegasi Bani Fazarah datang kepada Rasulullah ﷺ pada Tahun 9 Hijriah, dan itu termasuk peristiwa-peristiwa delegasi yang terjadi pada tahun ini.
Kedatangan delegasi Tsa'labah bin Munqidz
Kedatangan delegasi Sa'ad Hudzaim
Delegasi Sa'ad Hudzaim datang kepada Rasulullah ﷺ pada Tahun 9 Hijriah (9 H)
Kedatangan delegasi Murrah kepada Rasulullah ﷺ
Kedatangan delegasi Kilab
Delegasi Kilab datang kepada Rasulullah ﷺ pada Tahun 9 Hijriah (9 H), dan termasuk peristiwa penerimaan delegasi pada tahun itu.
Kedatangan delegasi Kinanah
Delegasi Kinanah datang kepada Rasulullah ﷺ pada Tahun 9 Hijriah (9 H)
Kedatangan delegasi Tujib
Nabi ﷺ menjauhi istri-istrinya selama sebulan (ila')
Disebutkan bahwa Nabi ﷺ menjauhi istri-istrinya selama sebulan pada tahun ini, dan dalam ar-Rahiq al-Makhtum disebutkan bahwa beliau mengasingkan diri dari para istri beliau di sebuah kamar miliknya selama sebulan. Sebagian sahabat pada awalnya mengira beliau menceraikan mereka, lalu keadaan itu pun menjadi jelas bagi mereka.
Terjadinya li'an antara Uwaimir al-Ajlani dan istrinya
Informasi tersebut menyebutkan bahwa li'an terjadi antara Uwaimir al-Ajlani dan istrinya pada tahun ini, dan Al-Rahiq al-Makhtum menyebutkan bahwa hal itu terjadi setelah kedatangan Rasulullah ﷺ dari Tabuk.
Ekspedisi Khalid bin Sa'id bin Ash ke Yaman
Ekspedisi Khalid bin Walid ke Bani Abdul Madan di Najran
Pada Rabiul Awal Tahun 10 Hijriah terjadi Ekspedisi Khalid bin Walid radhiyallahu 'anhu ke Bani Abdul Madan di Najran
Kedatangan delegasi Harits bin Ka'ab
Delegasi Harits bin Ka'ab datang kepada Rasulullah ﷺ pada Rabiulakhir tahun 10 Hijriah.
Masuk Islamnya Adi bin Hatim
Adi bin Hatim ath-Tha'i datang kepada Rasulullah ﷺ pada bulan Syaban tahun 10 Hijriah, lalu masuk Islam.
Kedatangan delegasi Khaulan sebagai kaum Muslimin
Pada bulan Sya'ban tahun 10 Hijriah (10 H), delegasi Khaulan datang kepada Rasulullah ﷺ dalam keadaan beriman dan membenarkan. Ini termasuk peristiwa beruntunnya delegasi pada akhir masa Makkah dan awal tersebarnya Islam di kalangan kabilah-kabilah.
Kedatangan delegasi Ghamid
Pada bulan Ramadhan Tahun 10 Hijriah, delegasi Ghamid datang kepada Rasulullah ﷺ.
Iktikaf Nabi ﷺ pada bulan Ramadhan dan tadarus Al-Qur'an bersama Jibril
Nabi ﷺ beriktikaf pada Ramadhan Tahun 10 Hijriah (10 H) selama dua puluh hari, dan Jibril عليه السلام mengulanginya bersama Al-Qur'an dua kali.
Kedatangan delegasi Ghassan
Delegasi Ghassan datang kepada Rasulullah ﷺ pada Ramadhan tahun ini. Sumber rujukan juga mengingatkan bahwa Ghassan termasuk kabilah yang pernah diajak Nabi ﷺ kepada Islam dalam fase penyampaian dakwah kepada kabilah-kabilah dan individu, dan tidak ada rincian lain yang pasti tentang delegasi ini.
Ekspedisi Ali bin Abi Thalib ke Yaman dan masuk Islamnya Hamdan
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu berangkat dalam sebuah ekspedisi ke Yaman pada Ramadhan tahun ini, dan akibatnya seluruh kabilah Hamdan masuk Islam melalui tangannya dalam satu hari.
Masuk Islamnya Jarir bin Abdullah dan pengutusannya ke Dzul Khalashah
Jarir bin Abdullah al-Bajali radhiyallahu 'anhu datang kepada Rasulullah ﷺ dalam keadaan muslim pada Ramadhan tahun 10 Hijriah, lalu Nabi ﷺ mengutusnya ke Dzul Khalashah dan ia menghancurkannya.
Ekspedisi Ali bin Abi Thalib ke Yaman
Peristiwa ini menyebutkan bahwa pada Ramadhan tahun 10 Hijriah (10 H) terjadi Ekspedisi Ali bin Abi Thalib ke Yaman untuk kedua kalinya. Karena itu, uraian dibatasi pada hal yang sudah pasti ini.
Kedatangan delegasi Salaman
Pada Syawal Tahun 10 Hijriah, delegasi Salaman datang kepada Rasulullah ﷺ.
Haji Wada'
Pada bulan Zulhijah tahun 10 Hijriah, Nabi ﷺ menunaikan haji Wada', yaitu haji yang terkait dengan akhir masa beliau dalam manasik dan telah diriwayatkan bahwa beliau bersabda di dalamnya: «خذوا عني مناسككم، فلعلي لا أحج بعد عامي هذا».
Ali bin Abi Thalib datang dari Najran untuk berhaji bersama Nabi ﷺ
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu datang dari Najran ke Makkah pada bulan Zulhijah Tahun 10 Hijriah untuk berhaji bersama Nabi ﷺ.
Turunnya ayat penyempurnaan agama di Arafah
Ayat Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlām (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Tetapi barang siapa terpaksa karena lapar bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Kementerian Agama Republik Indonesia) turun kepada Nabi ﷺ ketika beliau berdiri di Arafah pada hari Jumat. Dalam riwayat yang disebutkan, ayat itu turun setelah beliau selesai berkhutbah, lalu Umar radhiyallahu 'anhu menangis, dan Nabi ﷺ menanyakan sebab tangisnya kemudian bersabda kepadanya: Engkau benar.
Musailimah mengaku sebagai nabi; mimpi Nabi ﷺ tentang dirinya dan Aswad al-Ansi
Musailimah al-Kadzdzab mengaku sebagai nabi pada bulan Dzulhijjah tahun 10 H, dan Rasulullah ﷺ melihat mimpi yang berkaitan dengannya dan Aswad al-Ansi, lalu mimpi itu terjadi sebagaimana yang beliau lihat.
Kedatangan delegasi Azd kepada Nabi ﷺ
Delegasi Azd datang kepada Rasulullah ﷺ pada Tahun 10 Hijriah di bawah pimpinan Shurad bin Abdullah al-Azdi radhiyallahu 'anhu.
Kedatangan delegasi Zubaid
Pada Tahun 10 Hijriah, delegasi Zubaid datang kepada Nabi ﷺ; ini termasuk peristiwa penyampaian Islam kepada kabilah-kabilah dan individu-individu pada akhir periode Makkah.
Farwah bin Musaik al-Muradi datang, masuk Islam, dan diangkat memimpin Murad, Zubaid, dan Madzhij
Farwah bin Musaik al-Muradi datang kepada Rasulullah ﷺ pada tahun 10 Hijriah (10 H) lalu masuk Islam. Nabi ﷺ mengangkatnya atas Murad, Zubaid, dan Madzhij, dan mengutus Khalid bin Sa'id bin Ash bersamanya untuk urusan sedekah.
Kedatangan kedua delegasi Abdul Qais dan masuk Islamnya Jarud
Delegasi Abdul Qais datang dalam kedatangan kedua mereka kepada Rasulullah ﷺ pada Tahun 10 Hijriah, dan di antara mereka ada Jarud bin al-Mu'alla; ia seorang Nasrani lalu masuk Islam.
Kedatangan delegasi Bani Hanifah
Delegasi Bani Hanifah datang kepada Rasulullah ﷺ pada Tahun 10 Hijriah, dan di antara mereka ada Musailimah al-Kadzdzab. Riwayat-riwayat menyebutkan bahwa Nabi ﷺ ingin melunakkan hati Musailimah dengan berbuat baik terlebih dahulu, lalu tampak darinya sikap enggan dan ambisi untuk memimpin, kemudian ia mengaku sebagai nabi setelah kembali ke Yamamah.
Delegasi Bani Amir dan upaya pengkhianatan terhadap Nabi ﷺ
Amir bin Thufail dan Arbad bin Qais bin Jaz' datang kepada Nabi ﷺ dalam delegasi Bani Amir bin Sha'sha'ah, dan keduanya telah bersekongkol untuk membunuh beliau. Ketika delegasi itu mendekati Nabi ﷺ, Allah melindungi beliau, lalu beliau mendoakan keburukan atas keduanya; Arbad terkena sambaran petir hingga membakarnya, dan Amir terkena bisul di lehernya sehingga mati.
Kedatangan delegasi Thayy dan masuk Islamnya mereka
Delegasi Thayy datang kepada Rasulullah ﷺ pada tahun 10 Hijriah, dan di antara mereka ada Zaid al-Khair, lalu mereka masuk Islam.
Kedatangan Wabr bin Yuhannis kepada Abna' di Yaman dan dakwahnya kepada Islam
Wabr bin Yuhannis datang kepada Abna' di Yaman untuk mengajak mereka kepada Islam, lalu Fairuz ad-Dailami, Wahb bin Munabbih, Atha' bin Markabud, dan lainnya masuk Islam.
Masuk Islamnya Badzan dan penetapannya sebagai penguasa Yaman
Badzan masuk Islam, padahal ia berkuasa atas Yaman, lalu mengirimkan berita keislamannya kepada Nabi ﷺ, dan Nabi ﷺ menetapkannya sebagai penguasa Yaman.
Kedatangan delegasi Kindah dan masuk Islamnya mereka
Delegasi Kindah datang kepada Rasulullah ﷺ pada tahun 10 Hijriah, dan di antara mereka ada Asy'ats bin Qais al-Kindi; lalu mereka masuk Islam.
Kedatangan delegasi Muharib
Delegasi Muharib datang kepada Rasulullah ﷺ pada Tahun 10 Hijriah (10 H)
Turunnya ayat tentang meminta izin pada tiga waktu aurat
Pada tahun ini turun ayat dari Surah An-Nur yang memerintahkan hamba sahaya yang kamu miliki dan anak-anak yang belum baligh agar meminta izin pada tiga waktu khusus di dalam rumah, yaitu sebelum shalat Subuh, ketika menanggalkan pakaian pada waktu tengah hari, dan setelah shalat Isya. Keterangan itu juga menjelaskan bahwa orang-orang belum melakukannya sebelum ayat itu turun.
Wafatnya Ibrahim, putra Nabi ﷺ
Ibrahim, putra Nabi ﷺ, wafat pada tahun ini, dan usianya satu setengah tahun.
Gerhana matahari pada hari wafatnya Ibrahim
Disebutkan bahwa matahari mengalami gerhana pada hari wafatnya Ibrahim, putra Nabi ﷺ, lalu Nabi ﷺ menunaikan shalat gerhana.
Masuk Islamnya Farwah bin Amr al-Judzami dan pembunuhannya
Farwah bin Amr al-Judzami masuk Islam. Ia termasuk pemimpin Romawi atas orang Arab, lalu ia mengirim seorang utusan kepada Nabi ﷺ untuk mengabarkan keislamannya. Ketika Romawi mengetahui hal itu, mereka menangkap dan membunuhnya.
Kedatangan delegasi kaum Ruhawi
Disebutkan bahwa pada Tahun 10 Hijriah delegasi kaum Ruhawi datang kepada Rasulullah ﷺ.
Kedatangan delegasi Abs
Delegasi Abs datang kepada Rasulullah ﷺ pada Tahun 10 Hijriah (10 H).
Kedatangan delegasi Shadif
Peristiwa ini menyebutkan bahwa delegasi Shadif datang kepada Rasulullah ﷺ pada Tahun 10 Hijriah (10 H).
Abu Musa al-Asy'ari dan Mu'adz bin Jabal diutus ke Yaman
Nabi ﷺ mengutus Abu Musa al-Asy'ari dan Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhuma ke Yaman, dan dalam bagian rujukan disebutkan bahwa beliau menjadikan Mu'adz sebagai amir atas al-kurah al-‘ulya dari arah Aden, serta mengutus Abu Musa atas al-kurah al-sufla, dan beliau berwasiat kepada keduanya agar memudahkan dan tidak berselisih.
Ekspedisi ke Ru'yah as-Suhaimi
Pada Tahun 10 Hijriah ada ekspedisi ke Ru'yah as-Suhaimi, dan itu terkait dengan surat Nabi ﷺ yang wadah airnya telah rusak.
Kedatangan delegasi Qusyair bin Ka'ab
Informasi itu menyebut bahwa delegasi Qusyair bin Ka'ab datang kepada Rasulullah ﷺ pada Tahun 10 Hijriah (10 H).
Kedatangan delegasi Bajilah
Delegasi Bajilah datang kepada Rasulullah ﷺ pada Tahun 10 Hijriah, termasuk delegasi orang Arab yang datang ke Makkah pada musim haji untuk menawarkan Islam kepadanya dan mengajaknya kepadanya.
Munculnya Aswad al-Ansi di Yaman
Pada bulan Muharram Tahun 11 Hijriah, Aswad al-Ansi muncul di Yaman, lalu mengaku sebagai nabi. Fitnahnya menyebar hingga Najran dan Shan'a tunduk kepadanya.
Kedatangan delegasi Nakha'
Pengangkatan Usamah bin Zaid sebagai panglima pasukan Syam dan pasukan itu berhenti di Jurf
Pada bulan Safar tahun 11 Hijriah, Rasulullah ﷺ memerintahkan Usamah bin Zaid memimpin pasukan menuju Syam. Orang-orang pun keluar bersamanya hingga mereka turun di Jurf, lalu penyakit Nabi ﷺ membuat mereka menunggu.
Nabi ﷺ keluar pada malam hari ke Baqi' dan memohonkan ampun bagi penghuninya
Rasulullah ﷺ keluar pada tengah malam ke Baqi' pada bulan Safar tahun 11 Hijriah (11 H), lalu memohonkan ampun bagi penghuninya seakan-akan beliau berpamitan kepada mereka.
Awal sakit Nabi ﷺ menjelang wafat
Pada akhir bulan Safar tahun 11 Hijriah (11 H) sakit mulai menimpa Rasulullah ﷺ, dan itu menjadi permulaan tahap terakhir dalam kehidupan beliau yang mulia.
Sakit Nabi ﷺ bertambah berat dan beliau meminta izin untuk dirawat di rumah Aisyah
Sakit Rasulullah ﷺ bertambah berat pada Rabiul Awal tahun 11 Hijriah (11 H) ketika beliau berada di rumah Maimunah radhiyallahu 'anha. Beliau lalu mengumpulkan para istrinya dan meminta izin kepada mereka agar beliau dirawat di rumah Aisyah radhiyallahu 'anha, maka mereka mengizinkannya.
Khutbah Nabi ﷺ lima hari sebelum wafat
Pada hari-hari terakhir kehidupan Nabi ﷺ, beliau berkhutbah kepada orang-orang, menyebut keutamaan Abu Bakar radhiyallahu 'anhu, berwasiat agar berbuat baik kepada Anshar, dan memperingatkan agar tidak menjadikan kubur sebagai masjid.
Nabi ﷺ memerintahkan Abu Bakar untuk mengimami shalat orang-orang
Pada Rabiulawal tahun 11 Hijriah, Rasulullah ﷺ memerintahkan Abu Bakar untuk mengimami shalat orang-orang, lalu beliau shalat bersama mereka selama tiga hari.
Nabi ﷺ mengimami shalat sambil duduk pada saat sakit menjelang wafat
Menjelaskan bahwa Nabi ﷺ menjelang wafat beliau shalat mengimami orang-orang sambil duduk, sedangkan para sahabat shalat di belakang beliau sambil berdiri.
Pembunuhan Aswad al-Ansi dan pemberitahuan Nabi ﷺ tentangnya sebelum kabarnya tiba
Pada Rabiulawal tahun 11 Hijriah, Aswad al-Ansi si pendusta dibunuh oleh Fairuz ad-Dailami. Itu terjadi satu hari sebelum wafat Nabi ﷺ, dan Nabi ﷺ telah memberitahukan hal itu kepada para sahabatnya sebelum kabar itu sampai dari Yaman.
Wafatnya Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ wafat pada tengah hari hari Senin, 12 Rabiulawal tahun 11 Hijriah, setelah menunaikan risalah Tuhannya dan menyampaikannya dengan sempurna.
Baiat kepada Abu Bakar sebagai khalifah pada hari wafatnya Nabi ﷺ
Kaum Muslimin membaiat Abu Bakar radhiyallahu 'anhu sebagai khalifah pada hari wafatnya Nabi ﷺ.
Pemakaman Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ dimakamkan pada hari Selasa, tanggal 13 Rabiulawal Tahun 11 Hijriah (11 H).
Wafatnya Fatimah enam bulan setelah Nabi ﷺ
Fatimah radhiyallahu 'anha wafat enam bulan setelah wafat Rasulullah ﷺ, dan beliau adalah anak beliau yang terakhir wafat.
Lama masa kenabiannya ﷺ dan tinggalnya di Makkah dan Madinah
Rasulullah ﷺ diutus ketika berusia empat puluh tahun, tinggal di Makkah selama tiga belas tahun, di Madinah selama sepuluh tahun, lalu wafat ketika mencapai usia enam puluh tiga tahun.
