Munculnya tanda-tanda kenabian yang berurutan pada Nabi ﷺ pada usia tiga puluh delapan tahun serta pembicaraan para rahib dan para dukun tentangnya
Ketika usia Rasulullah ﷺ mendekati 40 tahun, mulai tampak tanda-tanda awal kenabian pada diri beliau. Yang pertama adalah mimpi yang benar; beliau tidak melihat suatu mimpi kecuali datang seterang fajar. Kemudian beliau dibuat mencintai khalwat, sehingga beliau mengasingkan diri dari hiruk-pikuk Makkah di Gua Hira untuk beribadah dan merenung. Di antara tanda awal kenabiannya juga ialah apa yang disebutkan dalam Ṣaḥīḥ Muslim tentang adanya batu di Makkah yang memberi salam kepada beliau sebelum bi'tsah. Tanda-tanda ini tidak dapat dipastikan seluruhnya terjadi tepat pada usia 38 tahun, tetapi yang pasti semuanya terjadi menjelang bi'tsah, sebagai persiapan bagi wahyu yang turun kepada beliau ﷺ menurut pendapat yang masyhur pada usia 40 tahun.

Ketika usia Rasulullah ﷺ mendekati 40 tahun, mulai tampak tanda-tanda awal kenabian pada diri beliau. Yang pertama adalah mimpi yang benar; beliau tidak melihat suatu mimpi kecuali datang seterang fajar. Kemudian beliau dibuat mencintai khalwat, sehingga beliau mengasingkan diri dari hiruk-pikuk Makkah di Gua Hira untuk beribadah dan merenung. Di antara tanda awal kenabiannya juga ialah apa yang disebutkan dalam Ṣaḥīḥ Muslim tentang adanya batu di Makkah yang memberi salam kepada beliau sebelum bi'tsah. Tanda-tanda ini tidak dapat dipastikan seluruhnya terjadi tepat pada usia 38 tahun, tetapi yang pasti semuanya terjadi menjelang bi'tsah, sebagai persiapan bagi wahyu yang turun kepada beliau ﷺ menurut pendapat yang masyhur pada usia 40 tahun.
Merupakan salah satu irhasat sebelum kenabian, dan termasuk dalam pendahuluan sirah menuju dimulainya wahyu.
Ketika beliau mencapai usia tiga puluh delapan tahun - ﷺ - tanda-tanda kenabiannya berturut-turut datang kepadanya, dan para rahib serta para dukun membicarakannya.
Yang dimaksud ialah bahwa tanda-tanda yang menunjukkan dekatnya kenabian beliau muncul berturut-turut pada usia itu, hingga sebagian rahib dan para dukun membicarakannya.
Peristiwa ini terjadi pada masa sebelum pengutusan sebagai Rasul, setelah genap tahun-tahun kehidupannya sebelum turunnya wahyu.
Persiapan Allah Ta'ala kepada Nabi ﷺ untuk pengutusan sebagai Rasul dan penampakan bukti-bukti kenabiannya sebelum turunnya wahyu.
Semakin tampak urusan kenabian di sekelilingnya melalui pembicaraan orang-orang, para rahib, dan para dukun tentang tanda-tanda ini.
Termasuk irhasat kenabian sebelum masa diutusnya.
Menyiapkan orang-orang untuk menerima kabar kenabian.
Pembicaraan para rahib dan para dukun mendorong tersebarnya kabar di kalangan orang-orang.
Mendidik untuk memperhatikan sunnah-sunnah pendahuluan ilahi sebelum peristiwa besar.
Menunjukkan bahwa kenabian memiliki pendahuluan dan tanda-tanda yang mendahului pengumumannya.
Mewakili pengantar menuju tahap pengutusan sebagai Rasul dan risalah.
Pada usia ini tampak padanya tanda-tanda kenabian
Mereka membicarakan tanda-tanda kenabiannya
Mereka membicarakan tanda-tanda kenabiannya
Bahwa kenabian adalah pilihan Allah dan tanda-tandanya tampak sebelum pengumumannya.
Perpindahan berita di antara berbagai lapisan masyarakat.
Bertahap dalam menyiapkan orang-orang untuk menerima kebenaran-kebenaran besar.
Adanya tanda-tanda pendahulu yang mendahului perubahan peradaban besar dengan diutusnya Nabi ﷺ.
Tergesa-gesa menuntut hasil tanpa pendahuluan atau persiapan.
Peristiwa-peristiwa besar bisa didahului oleh tanda-tanda dan pengantar yang perlu dipahami dengan tenang.
Pentingnya persiapan sebelum peluncuran dalam proyek-proyek besar.
Membaca indikator awal dari peristiwa-peristiwa penting.
Bersabar dalam tahap pembentukan dan persiapan.
Peristiwa ini tetap khusus dalam sirah nabawiyah dan tidak bisa diqiyaskan pada setiap rinciannya.
Peristiwa kenabian adalah wahyu dan tanda pendahuluan ilahi, sedangkan yang kontemporer hanyalah indikator-indikator manusiawi.
Perubahan-perubahan besar tidak dinilai dari saat terjadinya saja, melainkan dari pendahuluan dan indikator-indikatornya.