Keluarnya Nabi ﷺ bersama pamannya, Abu Thalib, ke Syam ketika berusia dua belas tahun, dan pertemuan rahib Bahira dengannya di Bushra, lalu permintaannya agar beliau dikembalikan ke Makkah
Nabi ﷺ keluar saat berusia dua belas tahun bersama pamannya, Abu Thalib, menuju Syam. Ketika sampai di Bushra, rahib Bahira melihatnya, mengenali tanda-tanda kenabian pada dirinya, lalu menasihati pamannya agar membawanya pulang ke Makkah. Maka ia pun dibawa kembali.


رحلة الشام الأولى، ولقاء بحيرى، وما قرأه في علامات النبوّة.
Nabi ﷺ keluar saat berusia dua belas tahun bersama pamannya, Abu Thalib, menuju Syam. Ketika sampai di Bushra, rahib Bahira melihatnya, mengenali tanda-tanda kenabian pada dirinya, lalu menasihati pamannya agar membawanya pulang ke Makkah. Maka ia pun dibawa kembali.
Merupakan tanda awal perhatian Ilahi kepada Nabi ﷺ sebelum diutus sebagai rasul.
Dan ketika beliau berusia dua belas tahun - ﷺ - pamannya, Abu Thalib, membawanya ke Syam. Ketika mereka sampai di Bushra, rahib Bahira melihatnya, lalu mengenali padanya sifat-sifat kenabian, maka ia memerintahkan pamannya untuk membawanya pulang; lalu ia kembali.

Maksudnya, Nabi ﷺ bepergian bersama pamannya dalam urusan dagang ke Syam. Di sana, beliau bertemu seorang rahib bernama Bahira. Rahib itu memperhatikan tanda-tanda khusus pada dirinya, lalu khawatir kepadanya dan meminta Abu Thalib agar mengembalikannya ke negerinya. Abu Thalib menerima permintaan itu dan membawanya pulang.
Nabi ﷺ hidup dalam pemeliharaan pamannya, Abu Thalib, setelah wafat kakeknya, Abdul Muthalib. Abu Thalib merawatnya dan sering membawanya bersamanya.
Perhatian Abu Thalib kepada keponakannya dan kebiasaannya membawanya dalam perjalanan.
Nabi ﷺ kembali ke Makkah setelah berada dalam perjalanan ke Syam, dan kisah Bahira tetap menjadi salah satu tanda awal yang terkait dengan sirah beliau.
Termasuk berita awal yang menunjukkan perhatian kepada Nabi ﷺ sebelum diutus.
Menunjukkan bahwa tanda-tanda kenabian telah tampak sebelum turunnya wahyu.
Menjelaskan peran pemeliharaan keluarga dan perlindungan seorang paman terhadap keponakannya.
Mengajarkan perhatian kepada anak kecil, pengasuhan yang baik, dan kehati-hatian terhadap mereka.
Menonjolkan hadirnya pengetahuan agama pada sebagian Ahli Kitab dalam membedakan tanda-tanda.
Menjaga kembalinya Nabi ﷺ ke Makkah pada tahap awal kehidupannya.
Yang bepergian bersama pamannya, dan pada dirinya dilihat tanda-tanda kenabian oleh Bahira
Membawa Nabi ﷺ ke Syam lalu mengembalikannya ke Makkah setelah nasihat Bahira
Melihat Nabi ﷺ, mengenali padanya sifat-sifat kenabian, dan memerintahkan agar beliau dibawa pulang
Perhatian ilahiah kepada Nabi ﷺ tampak sejak kecilnya.
Menepati pengasuhan dan berusaha menjaga keselamatan orang yang berada dalam tanggungan.
Nilai melindungi yang lemah dan menunaikan hak kekerabatan.
Peringatan akan pengaruh pengamatan yang jujur dalam memahami fakta.
Adanya isyarat awal tentang kebenaran risalah sebelum tampak secara terbuka.
Lemahnya perhatian kepada anak-anak atau tidak memperhatikan tanda-tanda awal dalam pendidikan.
Bersungguh-sungguh melindungi anak-anak dan memantau keadaan mereka, serta memperhatikan tanda-tanda kebaikan yang tampak pada mereka.
Pentingnya pengasuhan sejak dini serta pengenalan bakat dan sifat-sifat positif.
Memperkuat perlindungan terhadap generasi muda dan menyediakan lingkungan yang aman bagi mereka.
Memperhatikan orang yang menjadi tanggungan dan tidak mengabaikan keselamatannya.
Peristiwa ini tidak diukur dengan semua rincian realitas masa kini, melainkan hanya diambil makna umumnya saja.
Peristiwa ini terkait dengan perhatian ilahiah yang khusus kepada Nabi ﷺ sebelum diutus, dan hal itu tidak berlaku bagi selain beliau dengan kekhususan yang sama.
Pengasuhan sejak dini dan kehati-hatian terhadap generasi muda merupakan dasar pendidikan yang berhasil.