Pengasingan Bani Hasyim dan Bani Muthalib ke Syi'b Abu Thalib lalu pembatalan piagam boikot dan keluarnya mereka dari Syi'b
Quraisy bersepakat memboikot Bani Hasyim dan Bani Muthalib serta mengurung mereka di Syi'b Abu Thalib. Pengepungan itu berlangsung tiga tahun hingga sebagian tokoh Quraisy berupaya membatalkan piagam, lalu pengepungan pun berakhir dan Bani Hasyim serta Bani Muthalib keluar dari Syi'b.


ثلاث سنوات من المقاطعة، وكيف تصدّعت الصحيفة من داخل قريش.
Quraisy bersepakat memboikot Bani Hasyim dan Bani Muthalib serta mengurung mereka di Syi'b Abu Thalib. Pengepungan itu berlangsung tiga tahun hingga sebagian tokoh Quraisy berupaya membatalkan piagam, lalu pengepungan pun berakhir dan Bani Hasyim serta Bani Muthalib keluar dari Syi'b.
Peristiwa ini merupakan tahap ujian yang berat lalu datang kelegaan, dan menampakkan keteguhan Bani Hasyim serta Bani Muthalib dan dukungan sebagian tokoh Quraisy terhadap kebenaran dalam membatalkan kezaliman.
Pada tahun ini: Bani Hasyim bin Abdu Manaf mengasingkan diri dan diikuti oleh saudara-saudara mereka, Bani Muthalib bin Abdu Manaf, bersama Abu Thalib ke Syi'b Abu Thalib. Mereka tinggal di sana selama tiga tahun, hingga Muth'im bin Adi bin Naufal bin Abdu Manaf dan Zam'ah bin Aswad bin Abdul Muthalib bin Asad berupaya membatalkan piagam, lalu Bani Hasyim dan Bani Muthalib keluar dari Syi'b pada akhir tahun kesembilan.
Makna peristiwa ini ialah bahwa Quraisy berusaha menekan Nabi ﷺ dan orang-orang yang bersama beliau dengan memboikot Bani Hasyim dan Bani Muthalib serta melarang berhubungan dengan mereka, tetapi Allah menampakkan tanda pada piagam itu. Kemudian sebagian tokoh Quraisy bersepakat untuk membatalkannya, sehingga boikot pun berakhir.
Sebelum peristiwa ini, Quraisy bersepakat menulis piagam boikot dan menggantungkannya di dalam Ka'bah, lalu Bani Hasyim dan Bani Muthalib masuk ke dalam Syi'b dan dikepung.
Sangat kuatnya permusuhan Quraisy terhadap Nabi ﷺ dan orang-orang yang menolong beliau, serta upaya memaksa mereka menyerahkan beliau untuk dibunuh.
Kaum Muslimin dan Bani Hasyim berpindah dari keadaan pengepungan yang berat ke keadaan keluar dari Syi'b dan berakhirnya boikot.
Mendokumentasikan fase salah satu masa paling berat dari pemboikotan terhadap Nabi ﷺ dan keluarganya.
Menunjukkan keteguhan dakwah meskipun ada pemboikotan dan tekanan.
Mengungkap kegagalan politik pemboikotan massal dalam membungkam dakwah.
Menunjukkan pengaruh kekerabatan dan pertolongan dalam menghadapi kezaliman.
Mendidik untuk sabar dan teguh saat menghadapi kesulitan.
Menunjukkan bahwa kezaliman tidak akan kekal dan kemenangan datang setelah ujian.
Menggagalkan salah satu cara tekanan terhadap Nabi ﷺ dan keluarganya.
Menampung Bani Hasyim dan Bani Muthalib di Syi'b serta melindungi Nabi ﷺ
Berupaya membatalkan piagam
Berupaya membatalkan piagam
Masuk ke dalam Syi'b dan menanggung pengepungan
Mengikuti Bani Hasyim ke dalam Syi'b dan menanggung pengepungan
Pertolongan Allah kepada hamba-hamba-Nya tampak walaupun setelah beberapa waktu.
Kezaliman ditolak meskipun dilakukan dengan keputusan kolektif.
Rahim dan kekerabatan dapat menjadi sebab terangkatnya kezaliman.
Aliansi di atas kebatilan dapat runtuh oleh perbedaan nurani dan kebenaran.
Pemboikotan digunakan sebagai alat tekanan ekonomi dan kehidupan.
Sabar disertai keyakinan menjadi sebab keteguhan.
Keputusan kolektif memerlukan keadilan, bukan kesewenang-wenangan.
Masyarakat yang membenarkan kezaliman akan runtuh secara moral.
Pemboikotan yang zalim atau tekanan kolektif terhadap kelompok lemah.
Teguh di atas kebenaran sambil berupaya secara syar'i untuk menghilangkan kezaliman.
Pentingnya solidaritas dengan kaum tertindas dan tidak membiarkan mereka berada di bawah pemboikotan.
Bahwa kebijakan koersif dapat gagal jika bertentangan dengan keadilan.
Sabar dan tidak berputus asa saat menghadapi kesulitan.
Peristiwa kontemporer tidak bisa disamakan dengan setiap rincian historisnya.
Konteks kenabian terjadi dalam menghadapi dakwah wahyu, sedangkan konteks masa kini memiliki keadaan dan hukum yang berbeda.
Jangan gunakan cara-cara tekanan kolektif untuk melegitimasi kezaliman.