Wafatnya Abu Thalib lalu wafatnya Khadijah radhiyallahu 'anha, beserta kesedihan yang sangat mendalam dan gangguan Quraisy terhadap Nabi ﷺ
Pada Tahun 10 dari masa kenabian, Abu Thalib wafat, kemudian Khadijah radhiyallahu 'anha wafat tiga hari setelahnya. Maka sangatlah besar kesedihan Nabi ﷺ atas keduanya, dan gangguan Quraisy terhadap beliau makin keras setelah wafatnya Abu Thalib.

Pada Tahun 10 dari masa kenabian, Abu Thalib wafat, kemudian Khadijah radhiyallahu 'anha wafat tiga hari setelahnya. Maka sangatlah besar kesedihan Nabi ﷺ atas keduanya, dan gangguan Quraisy terhadap beliau makin keras setelah wafatnya Abu Thalib.
Merupakan titik balik yang berat dalam fase dakwah Makkah menjelang hijrah.
Pada tahun 10 dari pengutusan sebagai Rasul: Abu Thalib wafat, lalu Khadijah radhiyallahu 'anha wafat tiga hari sesudahnya. Maka Rasulullah ﷺ bersedih sangat atas wafat keduanya, dan Quraisy menimpakan kepada beliau ﷺ sesuatu yang tidak mereka timpakan pada masa hidup paman beliau, Abu Thalib.
Nabi ﷺ kehilangan dua orang yang sangat dekat dengannya dalam waktu berdekatan: pamannya, Abu Thalib, yang melindunginya, dan istrinya, Khadijah radhiyallahu 'anha, yang mendukungnya. Setelah keduanya wafat, gangguan Quraisy terhadap beliau makin berat.
Abu Thalib menaungi Nabi ﷺ dan mencegah gangguan Quraisy, sedangkan Khadijah radhiyallahu 'anha mendukung beliau dengan diri dan hartanya.
Berakhirnya masa ketika Abu Thalib menjadi pelindung Nabi ﷺ dan Khadijah radhiyallahu 'anha menjadi sandaran baginya.
Perlindungan Abu Thalib hilang, maka gangguan Quraisy terhadap Nabi ﷺ makin keras, dan Nabi ﷺ kehilangan sandaran Khadijah radhiyallahu 'anha.
Termasuk salah satu peristiwa paling menonjol pada Tahun Kesedihan dalam sirah Makkiyah.
Menunjukkan beratnya ujian yang dihadapi dakwah setelah kehilangan dua penopang.
Menunjukkan pengaruh hilangnya perlindungan kabilah terhadap sikap Quraisy kepada Nabi ﷺ.
Menunjukkan kedudukan Khadijah radhiyallahu 'anha dan Abu Thalib dalam kehidupan Nabi ﷺ.
Mengajarkan kesabaran saat kehilangan dan ujian.
Menegaskan bahwa bangunan risalah tidak berdiri di atas kemudahan yang terus-menerus, melainkan di atas keteguhan dalam kesulitan.
Mengakibatkan semakin beratnya tekanan di Makkah, yang mempersiapkan tahap-tahap berikutnya dalam mencari pertolongan.
Wafat, dan ia menaungi Nabi ﷺ serta mencegah gangguan darinya
Wafat tiga hari setelah Abu Thalib, dan menjadi pendukung Nabi ﷺ
Berduka sangat atas wafat keduanya dan mengalami gangguan Quraisy
Gangguannya terhadap Nabi ﷺ makin keras setelah wafatnya Abu Thalib
Ujian adalah sunnah yang terus berlaku dalam jalan dakwah.
Kesetiaan kepada orang yang menolong dan mendukung, sebagaimana tampak pada kedudukan Khadijah dan Abu Thalib.
Perlindungan keluarga dan kabilah dapat menjadi sandaran penting, lalu lenyap.
Kekuatan kabilah memengaruhi tingkat gangguan yang menimpa da'i.
Mengajarkan kesabaran dan tidak runtuh saat kehilangan orang-orang terkasih.
Kebutuhan akan sandaran yang tetap bagi dakwah yang melampaui individu.
Risalah-risalah besar melalui fase kehilangan dan kesempitan sebelum memperoleh pemberdayaan.
Hilangnya sumber dukungan terdekat bagi da'i atau reformis disertai meningkatnya tekanan atasnya.
Tetap teguh saat kehilangan sandaran dan jangan mengaitkan risalah dengan keberadaan satu orang saja.
Membangun dukungan institusional alih-alih hanya bergantung pada individu.
Melindungi para pemegang kebenaran dari gangguan dan tidak membiarkan mereka sendirian saat krisis.
Sabar ketika ditimpa musibah dan menepati jasa orang yang berjasa.
Cukup pada pelajaran umum tanpa penerapan yang tidak memiliki dasar.
Konteks kenabian berada pada awal dakwah Makkiyah dengan gangguan kabilah yang langsung.
Jika kehilangan dukungan pribadi, bangunlah keteguhan di atas risalah, bukan di atas orang-orang.