Quraisy bersepakat untuk memboikot Bani Hasyim dan Bani Muthalib hingga mereka menyerahkan Rasulullah ﷺ kepada mereka, lalu mereka menulis piagam dan menggantungkannya di Ka'bah
Quraisy bersepakat memboikot Bani Hasyim dan Bani Muthalib, lalu mereka menulis piagam berisi kesepakatan bahwa mereka tidak akan menikahkan, menjual-belikan, duduk bersama, atau bergaul dengan mereka hingga mereka menyerahkan Rasulullah ﷺ untuk dibunuh. Kemudian piagam itu digantung di dalam Ka'bah, lalu Bani Hasyim dan Bani Muthalib dikurung di Syi'b Abu Thalib.

Quraisy bersepakat memboikot Bani Hasyim dan Bani Muthalib, lalu mereka menulis piagam berisi kesepakatan bahwa mereka tidak akan menikahkan, menjual-belikan, duduk bersama, atau bergaul dengan mereka hingga mereka menyerahkan Rasulullah ﷺ untuk dibunuh. Kemudian piagam itu digantung di dalam Ka'bah, lalu Bani Hasyim dan Bani Muthalib dikurung di Syi'b Abu Thalib.
Mewakili tahap ujian kolektif yang sangat berat bagi kaum muslim dan keluarga Nabi ﷺ sebelum kelapangan secara bertahap lalu hijrah.
Pada tahun ketujuh dari pengutusan sebagai Rasul: Quraisy bersepakat untuk memboikot Bani Hasyim kecuali bila mereka menyerahkan Nabi - ﷺ- kepada mereka, dan mereka menulis piagam tentang hal itu lalu menggantungkannya di Ka'bah.
Ketika Quraisy tidak mampu menghentikan dakwah, mereka sepakat menghukum Bani Hasyim dan Bani Muthalib semuanya, melarang hubungan sosial dan ekonomi dengan mereka, serta mensyaratkan agar Nabi ﷺ diserahkan kepada mereka. Maka terjadilah pengepungan yang sangat berat selama bertahun-tahun.
Semakin kerasnya gangguan Quraisy terhadap kaum Muslimin, kegagalannya menolak dakwah, dan teguhnya Bani Hasyim serta Bani Muthalib dalam melindungi Nabi ﷺ.
Ketidakmampuan Quraisy menghentikan penyebaran Islam dan ketakutan mereka terhadap kepemimpinan agama dan sosial mereka.
Pertentangan berpindah dari gangguan perorangan menjadi pengepungan massal dan pemboikotan yang terorganisasi.
Mendokumentasikan fase pengepungan dan pemboikotan di Makkah.
Menunjukkan bahwa dakwah dapat menghadapi pengepungan massal, bukan sekadar gangguan individual.
Mengungkap penggunaan kekuatan sosial dan ekonomi untuk menekan lawan.
Menunjukkan dampak fanatisme kabilah ketika dijadikan alat kezaliman.
Mendidik tentang sabar, keteguhan, dan berpegang teguh pada kebenaran.
Menampakkan pertentangan nilai antara keadilan dan kezaliman di dalam masyarakat Makkah.
Mewakili fase ujian berat yang mendahului kelapangan kemudian perpindahan dalam perjalanan dakwah.
Mengambil keputusan boikot dan menulis piagam
Mereka terkena boikot dan melindungi Nabi ﷺ
Bergabung bersama Bani Hasyim dalam pengepungan
Yang harus diserahkan dalam piagam
Dikecualikan dari keberpihakan kepada Bani Hasyim dan Bani Muththalib
Keteguhan di atas kebenaran dalam kerasnya ujian.
Buruknya memutus hubungan kekerabatan dan menggunakan kezaliman massal.
Bahaya mengubah hubungan sosial menjadi alat pengepungan.
Kekuasaan sosial dapat digunakan untuk memaksakan pengucilan atas para pembaru.
Pemboikotan ekonomi dapat menjadi sarana tekanan yang keras.
Ujian membentuk kesabaran dan menyingkapkan watak asli.
Keputusan kolektif bila dibangun di atas kezaliman berubah menjadi piagam agresi.
Masyarakat yang memuliakan tempat lalu menzalimi di dalamnya kehilangan konsistensi moralnya.
Pengepungan sosial atau ekonomi terhadap orang-orang yang memiliki sikap atau prinsip.
Teguh di atas kebenaran sambil menghindari terseret ke dalam kezaliman massal.
Pentingnya membangun jaringan dukungan bagi kaum lemah pada saat krisis.
Bahwa pemboikotan yang zalim meninggalkan dampak kemanusiaan dan moral yang berat.
Sabar dan tidak mengorbankan kebenaran di bawah tekanan.
Peristiwa kontemporer tidak dapat disamakan dengannya kecuali pada pokok ujian dan tekanan, bukan pada rincian sejarahnya.
Peristiwa kenabian itu terjadi dalam konteks wahyu dan dakwah yang didukung Allah, sedangkan yang kontemporer memiliki kondisi hukum dan sosial yang berbeda.
Jangan jadikan perbedaan pemikiran atau dakwah sebagai sebab kezaliman massal atau pengepungan yang tidak sah.