Urwah bin Mas'ud ats-Tsaqafi datang kepada Rasulullah ﷺ pada Tahun 9 Hijriah (9 H), lalu masuk Islam, kemudian kembali ke Thaif dan mengajak kaumnya kepada Islam hingga mereka membunuhnya
Urwah bin Mas'ud ats-Tsaqafi datang kepada Rasulullah ﷺ lalu masuk Islam. Setelah itu ia kembali ke Thaif untuk mengajak kaumnya kepada Islam, tetapi mereka membunuhnya.

Urwah bin Mas'ud ats-Tsaqafi datang kepada Rasulullah ﷺ lalu masuk Islam. Setelah itu ia kembali ke Thaif untuk mengajak kaumnya kepada Islam, tetapi mereka membunuhnya.
Termasuk dalam peristiwa-peristiwa Tahun 9 Hijriah (9 H), rombongan-rombongan orang Arab, masuk Islamnya sebagian pemimpin mereka, lalu apa yang mereka alami dari kaum mereka.
Pada tahun ini: Urwah bin Mas'ud ats-Tsaqafi - radhiyallahu 'anhu - datang kepada Rasulullah - ﷺ -, lalu ia masuk Islam. Kemudian ia kembali ke Thaif dan mengajak kaumnya kepada Islam, lalu mereka membunuhnya.
Urwah bin Mas'ud datang kepada Nabi ﷺ pada tahun 9 Hijriah, lalu masuk Islam. Kemudian ia kembali kepada kaumnya di Thaif untuk mengajak mereka kepada Islam, tetapi mereka tidak menerima dakwahnya dan membunuhnya.
Bahwa Urwah bin Mas'ud datang kepada Rasulullah ﷺ setelah kembalinya dari Perang Thaif, lalu ia kembali kepada kaumnya untuk mengajak mereka kepada Islam.
Penolakan kaumnya terhadap dakwah Islam dan keteguhan mereka memegang apa yang selama ini mereka anut.
Hidup Urwah berakhir setelah ia mengajak kaumnya, dan kisahnya tetap menjadi teladan keteguhan seorang dai dalam dakwahnya.
Mendokumentasikan Islamnya Urwah bin Mas'ud lalu pembunuhannya pada Tahun 9 Hijriah (9 H).
Menjelaskan pengaruh dakwah individual meskipun tidak diterima oleh para mad'u.
Menunjukkan sikap Tsaqif terhadap dakwah pada tahap itu.
Mengungkap pengaruh identitas kabilah dalam menerima atau menolak dakwah.
Mengajarkan keteguhan di atas kebenaran dan tidak mundur dari dakwah.
Menonjolkan perpindahan sebagian pemuka orang Arab ke Islam, lalu benturan mereka dengan sisa-sisa jahiliah.
Termasuk dalam perubahan pada utusan-utusan orang Arab dan masuk Islamnya sebagian pemuka mereka pada akhir masa Madaniyah.
Urwah bin Mas'ud ats-Tsaqafi radhiyallahu 'anhu adalah salah seorang pemuka Tsaqif dan tokoh terkemuka Thaif, dikenal karena kejernihan akal dan kedudukannya di tengah kaumnya. Namanya menonjol pada Perjanjian Hudaibiyah ketika ia datang sebagai utusan Quraisy, lalu melihat penghormatan para sahabat kepada Nabi ﷺ dan ketaatan mereka kepadanya. Ia pun berkata kepada Quraisy bahwa ia tidak pernah melihat seorang raja yang dimuliakan pengikutnya sebagaimana para pengikut Muhammad memuliakan Muhammad. Kemudian ia masuk Islam, lalu kembali ke Thaif untuk mengajak kaumnya kepada Islam, tetapi mereka memanahnya hingga ia syahid. Sirahnya menunjukkan pengaruh akhlak kenabian dan jamaah beriman dalam mengubah keyakinan, serta menjadi teladan dai yang jujur yang mengorbankan kedudukan dan hidupnya demi kebenaran.
Menyambut Urwah bin Mas'ud lalu ia masuk Islam
Urwah mengajak mereka kepada Islam lalu mereka membunuhnya
Keteguhan di atas Islam setelah memasukinya, meskipun berujung pada syahadah.
Kejujuran dalam dakwah sekalipun berakibat pada gangguan.
Masyarakat dapat menolak kebenaran jika dikuasai fanatisme golongan.
Seorang pemimpin jika masuk Islam dapat memengaruhi kaumnya atau menghadapi penolakan mereka.
Seorang dai tidak meninggalkan dakwah karena gangguan.
Pertarungan antara nilai-nilai jahiliah dan nilai-nilai Islam dalam masyarakat Arab.
Penolakan terhadap kebenaran karena afiliasi sosial, kabilah, atau kelompok.
Seorang dai harus menyampaikan kebenaran meskipun tidak segera mendapat sambutan.
Pentingnya menyiapkan para dai untuk sabar menghadapi gangguan.
Keperluan untuk melampaui fanatisme golongan di hadapan kebenaran.
Keteguhan pada prinsip dan tidak surut menghadapi penolakan.
Peristiwa ini tidak dapat diterapkan pada setiap realitas masa kini tanpa mempertimbangkan perbedaan konteks.
Peristiwa itu terjadi dalam lingkungan kesukuan yang langsung, sedangkan realitas kontemporer lebih kompleks secara kelembagaan dan media.
Sampaikanlah kebenaran dengan jujur, bersabarlah atas gangguan, dan jangan jadikan penolakan orang-orang sebagai sebab untuk meninggalkan dakwah.