Nabi Muhammad ﷺ menawarkan dakwahnya kepada kabilah-kabilah pada musim haji pada tahun kesebelas sejak pengutusan sebagai Rasul, lalu enam orang penduduk Yatsrib beriman kepadanya, kemudian mereka kembali ke Madinah sehingga Islam tersebar di sana
Pada musim haji pada tahun kesebelas sejak pengutusan sebagai Rasul, Nabi ﷺ menawarkan dakwahnya kepada kabilah-kabilah, lalu enam orang penduduk Yatsrib menyambutnya. Kemudian mereka kembali ke Madinah membawa Islam kepada kaum mereka sehingga Islam tersebar di tengah mereka.

Pada musim haji pada tahun kesebelas sejak pengutusan sebagai Rasul, Nabi ﷺ menawarkan dakwahnya kepada kabilah-kabilah, lalu enam orang penduduk Yatsrib menyambutnya. Kemudian mereka kembali ke Madinah membawa Islam kepada kaum mereka sehingga Islam tersebar di tengah mereka.
Mewakili langkah persiapan penting sebelum hijrah karena membuka pintu Anshar di Madinah bagi dakwah Islam.
Pada tahun kesebelas sejak pengutusan sebagai Rasul: beliau yang mulia menawarkan diri kepada kabilah-kabilah pada musim haji sebagaimana biasanya, lalu enam orang pemimpin Anshar beriman kepadanya, dan mereka kembali ke Madinah lalu Islam pun tersebar di tengah mereka.
Nabi ﷺ bertemu dengan orang-orang pada musim haji dan mengajak mereka kepada Islam. Pada musim itu, enam orang penduduk Yatsrib beriman kepadanya, lalu mereka kembali ke kota mereka dan menjadi sebab tersebarnya Islam di kalangan Anshar.
Nabi ﷺ menghadapi pendustaan Quraisy dan penolakan mereka terhadap dakwah, maka beliau menawarkan Islam kepada kabilah-kabilah dan rombongan-rombongan pada musim-musim haji.
Keinginan Nabi ﷺ untuk menyampaikan risalah dan mencari orang yang mau menerimanya serta menolongnya, disertai semakin beratnya gangguan Quraisy di Makkah.
Islam berpindah dari sekadar dakwah yang ditawarkan kepada individu-individu dan kabilah-kabilah menjadi memiliki para penolong di Yatsrib yang menyebarkannya di tengah kaum mereka.
salah satu permulaan awal yang membuka jalan bagi terbentuknya masyarakat Anshar di Madinah
menyampaikan dakwah ke luar Makkah dan memulai penyebarannya di Yatsrib
menyiapkan basis baru bagi dakwah di luar kendali Quraisy
awal terbentuknya kelompok beriman di Madinah
menunjukkan kesabaran dalam berdakwah dan berulang kali menawarkan kepada orang-orang
memindahkan dakwah dari lingkup lokal ke cakrawala yang lebih luas
menjadi langkah pendahuluan langsung bagi hijrah dan pembangunan negara di Madinah
Menawarkan dakwah kepada kabilah-kabilah pada musim haji
Beriman kepada Nabi ﷺ lalu kembali ke Madinah dan menyebarkan Islam
petunjuk berada di tangan Allah dan Allah dapat membuka hati pada waktu yang tidak terduga
kejujuran dan keteguhan dalam menyampaikan kebenaran
perubahan dapat dimulai dari sedikit orang lalu menyebar
adanya para penolong di luar Makkah mengubah keseimbangan dakwah
pentingnya bertahap dalam membangun masyarakat beriman
Membangun inti awal bagi sebuah jamaah yang mengemban risalah
perpindahan risalah ke lingkungan baru yang siap berkembang
kesulitan menyampaikan risalah atau gagasan dalam lingkungan yang menentang
melanjutkan kerja dakwah dan berkomunikasi dengan lingkungan yang dapat merespons
pentingnya membangun jejaring para penolong di berbagai masyarakat
bahwa perubahan dimulai dari individu berpengaruh yang membawa gagasan ke lingkungannya
bersabar dalam berdakwah dan tidak tergesa-gesa dalam hasil
konteks masa kini tidak dapat disamakan sepenuhnya dengan konteks khusus kenabian
konteks kenabian adalah wahyu dan dukungan ilahi langsung, sedangkan konteks masa kini adalah ijtihad manusia dalam batas-batas syariat
mulailah dengan orang yang membuka hati terhadap kebenaran, lalu bangun darinya lingkaran pengaruh yang saleh