Ekspedisi Khabath sebelum Perjanjian Hudaibiyah
Nabi ﷺ mengirim tiga ratus penunggang, dan pemimpin mereka Abu Ubaidah bin Jarrah, untuk mengawasi kafilah Quraisy. Mereka mengalami kelaparan yang sangat parah hingga memakan khabath, lalu Allah mengaruniakan kepada mereka seekor binatang laut yang disebut al-'Anbar, maka mereka memakannya. Setelah kembali ke Madinah, mereka mengabarkan hal itu kepada Nabi ﷺ, lalu beliau bersabda: "Itu adalah rezeki yang dikeluarkan Allah untuk kalian."

Nabi ﷺ mengirim tiga ratus penunggang, dan pemimpin mereka Abu Ubaidah bin Jarrah, untuk mengawasi kafilah Quraisy. Mereka mengalami kelaparan yang sangat parah hingga memakan khabath, lalu Allah mengaruniakan kepada mereka seekor binatang laut yang disebut al-'Anbar, maka mereka memakannya. Setelah kembali ke Madinah, mereka mengabarkan hal itu kepada Nabi ﷺ, lalu beliau bersabda: "Itu adalah rezeki yang dikeluarkan Allah untuk kalian."
Termasuk dalam aktivitas militer sebelum Perjanjian Hudaibiyah, dan mencerminkan tahap pengintaian serta konfrontasi tidak langsung dengan Quraisy.
Pada tahun ini: dan sebelum Perjanjian Hudaibiyah, menurut pendapat yang kuat, terjadi Ekspedisi Khabath.
Sebuah ekspedisi kaum Muslimin berangkat untuk mengawasi kafilah Quraisy. Di perjalanan mereka sangat lapar hingga terpaksa memakan daun-daun kering yang disebut khabath. Kemudian mereka menemukan seekor binatang laut besar dan memakannya selama beberapa waktu. Ketika kembali ke Madinah, mereka mengabarkan kepada Nabi ﷺ apa yang terjadi, lalu beliau menjelaskan bahwa itu adalah rezeki yang dianugerahkan Allah kepada mereka.
Kaum Muslimin berada pada tahap aktivitas militer sebelum Perjanjian Hudaibiyah, dan ada beberapa ekspedisi yang memantau pergerakan Quraisy.
Gerakan militer pengintaian dalam konteks konflik dengan Quraisy sebelum Perjanjian Hudaibiyah.
Ekspedisi ini tertanam dalam ingatan sirah sebagai salah satu ekspedisi sebelum Hudaibiyah, dan di dalamnya tampak ujian kelaparan lalu pertolongan melalui rezeki.
Mendokumentasikan salah satu ekspedisi sebelum Hudaibiyah.
Menunjukkan keteguhan jamaah Muslim dalam kesulitan di bawah kepemimpinan Nabi ﷺ.
Masuk dalam konteks pengamatan pergerakan Quraisy.
Menunjukkan solidaritas para anggota ekspedisi dalam kesulitan.
Mengajarkan sabar dan ridha terhadap rezeki.
Menunjukkan pengaturan kerja militer dan pengintaian.
Merupakan gerakan pengintaian terhadap Quraisy sebelum perdamaian.
Mengirim ekspedisi, lalu menerima beritanya dan memberi komentar atasnya.
Panglima ekspedisi
Perawi deskripsi ekspedisi dalam potongan teks
Rezeki dari sisi Allah datang dalam keadaan yang paling sulit.
Disiplin, taat, dan tidak melampaui batas dalam bertindak.
Kerja sama antaranggotan ekspedisi dalam menghadapi kelaparan.
Gerakan yang teratur dalam menghadapi lawan.
Bersandar pada rezeki yang diberikan Allah ketika bekal terputus.
Mengajarkan para sahabat sabar dan berprasangka baik kepada Allah.
Adanya kepemimpinan yang jelas dan amir bagi ekspedisi.
Pengelolaan krisis lapangan dengan semangat kolektif.
Bekerja dalam kondisi kekurangan sumber daya dan krisis mendadak.
Sabar, perencanaan yang baik, dan bertawakal kepada Allah sambil menempuh sebab.
Pentingnya kepemimpinan lapangan dan disiplin dalam krisis.
Mengelola sumber daya yang terbatas dengan semangat kolektif.
Tetap teguh saat kesulitan dan tidak putus asa.
Peristiwa ini tidak dapat disamakan dengan semua peristiwa kontemporer dari segi rincian militer.
Peristiwa ini terjadi dengan wahyu dan kepemimpinan kenabian, serta dalam konteks konflik khusus dengan Quraisy.
Ketika krisis, didahulukan ketaatan, disiplin, dan pengelolaan yang baik disertai tawakal kepada Allah.