
Ekspedisi Muhammad bin Maslamah ke Qurtha'
Ekspedisi Muhammad bin Maslamah radhiyallahu 'anhu berangkat pada bulan Muharram tahun ke-6 hijrah menuju Qurtha', dan termasuk salah satu ekspedisi dalam aktivitas militer pada fase ini.


صفحة تفاعلية تعرض أحداث هذه المرحلة في مسار بصري موحّد مع خريطة السيرة، مع صور رمزية لكل حدث دون تصوير للنبي ﷺ أو الصحابة.


Ekspedisi Muhammad bin Maslamah radhiyallahu 'anhu berangkat pada bulan Muharram tahun ke-6 hijrah menuju Qurtha', dan termasuk salah satu ekspedisi dalam aktivitas militer pada fase ini.

Data peristiwa menyebutkan bahwa Ekspedisi Ukkasyah bin Mihshan al-Asadi radhiyallahu 'anhu berangkat ke Ghamr pada Rabiulawal Tahun 6 Hijriah, lalu mereka memperoleh rampasan dan kembali dengan selamat.

Ekspedisi Muhammad bin Maslamah radhiyallahu 'anhu berangkat ke Dzul Qashshah, lalu mereka semua terbunuh kecuali Muhammad bin Maslamah, yang berhasil lolos dalam keadaan terluka.

Abu Ubaidah bin Jarrah radhiyallahu 'anhu berangkat dalam sebuah ekspedisi ke Dzul Qashshah pada bulan Rabiulakhir tahun 6 H, kaum Muslimin memperoleh ghanimah dan selamat, dan mereka menjumpai seorang laki-laki lalu ia masuk Islam.

Zaid bin Haritsah radhiyallahu 'anhu berangkat dalam sebuah ekspedisi ke Bani Sulaim di Jumum pada Rabiulakhir Tahun 6 Hijriah (6 H), lalu terjadi penawanan dan ghanimah, kemudian mereka kembali dengan selamat.

Terjadi ekspedisi yang dipimpin Zaid bin Haritsah radhiyallahu 'anhu ke Ish pada Jumadilula tahun 6 Hijriah, dan berakhir dengan ghanimah serta keselamatan.

Nabi ﷺ keluar menuju Bani Lihyan di sekitar Usfan pada bulan Jumadalula tahun 6 Hijriah, namun kaum Muslimin tidak bertemu seorang pun dari mereka.

Pada bulan Jumadil Akhir dari Tahun 6 Hijriah (6 H), terjadi Ekspedisi Zaid bin Haritsah radhiyallahu 'anhu ke Tharaf, dan disebutkan bahwa mereka memperoleh ghanimah (harta rampasan perang) dan kembali dengan selamat.

Sebuah ekspedisi berangkat di bawah pimpinan Zaid bin Haritsah radhiyallahu 'anhu ke tempat bernama Hisma pada bulan itu dalam tahun tersebut.

Ekspedisi Zaid bin Haritsah radhiyallahu 'anhu berangkat ke Wadil Qura pada bulan Rajab tahun 6 Hijriah dan tidak menjumpai gangguan apa pun di sana.

Abdurrahman bin Auf radhiyallahu 'anhu berangkat dalam sebuah ekspedisi ke Dumatul Jandal pada bulan Syaban tahun 6 H, dan Nabi ﷺ menasihatinya dengan sebaik-baik perkara dalam peperangan, lalu bersabda kepadanya: jika mereka taat kepadamu, maka nikahilah putri raja mereka. Ia tinggal selama tiga hari mengajak mereka kepada Islam; mereka pun masuk Islam, lalu ia menikahi Tumadhir binti Ashbagh.

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu keluar dalam sebuah ekspedisi ke Bani Sa'ad bin Bakar di Fadak, lalu memecah belah kumpulan mereka, memperoleh ghanimah, dan kembali dengan selamat.

Terjadi sebuah ekspedisi yang dipimpin Zaid bin Haritsah radhiyallahu 'anhu ke sekitar Wadil Qura pada Ramadhan Tahun 6 Hijriah, dan berakhir dengan pembunuhan, penawanan, ghanimah, lalu kembalinya kaum Muslimin dengan selamat.

Pada Ramadhan tahun 6 Hijriah, orang-orang ditimpa kekeringan yang sangat parah, lalu Rasulullah ﷺ memohon hujan bersama mereka, maka turunlah hujan.

Sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh Abdullah bin Rawahah radhiyallahu 'anhu berangkat pada bulan Syawal. Sebabnya, Usair atau Bashir bin Zarim mengumpulkan Ghathafan untuk menyerang kaum Muslimin. Ia dikerahkan bersama 30 orang sahabatnya, lalu terjadi prasangka di antara kedua pihak yang berujung pada terbunuhnya Usair dan para sahabatnya.

Pada bulan Syawal tahun 6 Hijriah, Nabi ﷺ mengutus Kurz bin Jabir al-Fihri untuk mengejar orang-orang Urainah setelah mereka membunuh penggembala Rasulullah ﷺ, merampas unta-unta, dan kafir setelah masuk Islam. Mereka pun tertangkap dan dijatuhi qisas hingga meninggal.

Nabi ﷺ mengirim tiga ratus penunggang, dan pemimpin mereka Abu Ubaidah bin Jarrah, untuk mengawasi kafilah Quraisy. Mereka mengalami kelaparan yang sangat parah hingga memakan khabath, lalu Allah mengaruniakan kepada mereka seekor binatang laut yang disebut al-'Anbar, maka mereka memakannya. Setelah kembali ke Madinah, mereka mengabarkan hal itu kepada Nabi ﷺ, lalu beliau bersabda: "Itu adalah rezeki yang dikeluarkan Allah untuk kalian."

Materi ini menyebutkan bahwa Ekspedisi Bani Abs terjadi pada Tahun 6 Hijriah (6 H), dalam rangkaian ekspedisi yang disaksikan pada fase periode Madinah ini.
افتح تفاصيل الحدث
Perjanjian Hudaibiyah terjadi pada Dzulqa'dah tahun keenam Hijriah, dan dicatat sebagai kemenangan yang nyata; dengannya berakhirlah suatu tahap konfrontasi dan dimulai tahap yang lebih luas dalam stabilitas dan dakwah.

Baiat Ridhwan terjadi di Hudaibiyah di bawah pohon, dalam rangkaian peristiwa Umrah Hudaibiyah dan apa yang menyusul setelahnya berupa sikap kaum Muslimin bersama Nabi ﷺ.

Ketika Rasulullah ﷺ kembali dari Hudaibiyah, di Dhajnan turun Surah al-Fath, lalu kaum Muslimin mengucapkan selamat kepada beliau.

Materi ini menegaskan bahwa pada Tahun 6 Hijriah (6 H) turun kewajiban haji, yaitu pensyariatan ibadah yang penting dalam membangun syiar-syiar Islam.

Menjelaskan bahwa pada Tahun 6 Hijriah (6 H) para Muslimah diharamkan bagi kaum musyrik, yaitu suatu hukum syar’i yang berkaitan dengan terputusnya ikatan pernikahan atau kebersamaan suami-istri antara Muslimah dan musyrik.

Pada akhir tahun keenam hijrah, Rasulullah ﷺ menulis kepada sejumlah raja dan penguasa untuk menyeru mereka kepada Islam, dan beliau memilih untuk itu para utusan dari para sahabatnya yang memiliki pengetahuan dan pengalaman.

Tabel NASA menetapkan terjadinya gerhana matahari total global pada 21 April 627 M dengan judul Total Solar Eclipse of 627 April 21. Jalur totalitas tidak melintas di atas Madinah al-Munawwarah, tetapi Madinah kemungkinan besar berada dalam cakupan penglihatan sebagian menurut perhitungan astronomi modern, dengan ketelitian konversi hijriah tetap perlu kehati-hatian antara akhir Dzulqa'dah tahun 5 H dan awal tahun 6 H.

Sa'ad bin Khaulah radhiyallahu 'anhu wafat dalam tawanan di Makkah pada Tahun 6 Hijriah.

Maksudnya, sekelompok dari kabilah Judzam datang kepada Nabi ﷺ pada tahun itu, tetapi tidak disebutkan apa yang terjadi dalam pertemuan itu atau hasilnya.