Ekspedisi Abdurrahman bin Auf radhiyallahu 'anhu ke Dumatul Jandal pada bulan Syaban tahun 6 Hijriah, dan Nabi ﷺ memerintahkannya, jika mereka taat, untuk menikahi putri raja mereka
Abdurrahman bin Auf radhiyallahu 'anhu berangkat dalam sebuah ekspedisi ke Dumatul Jandal pada bulan Syaban tahun 6 H, dan Nabi ﷺ menasihatinya dengan sebaik-baik perkara dalam peperangan, lalu bersabda kepadanya: jika mereka taat kepadamu, maka nikahilah putri raja mereka. Ia tinggal selama tiga hari mengajak mereka kepada Islam; mereka pun masuk Islam, lalu ia menikahi Tumadhir binti Ashbagh.

Abdurrahman bin Auf radhiyallahu 'anhu berangkat dalam sebuah ekspedisi ke Dumatul Jandal pada bulan Syaban tahun 6 H, dan Nabi ﷺ menasihatinya dengan sebaik-baik perkara dalam peperangan, lalu bersabda kepadanya: jika mereka taat kepadamu, maka nikahilah putri raja mereka. Ia tinggal selama tiga hari mengajak mereka kepada Islam; mereka pun masuk Islam, lalu ia menikahi Tumadhir binti Ashbagh.
Peristiwa ini merupakan contoh utusan dakwah yang menggabungkan penyampaian, hikmah, dan pengikatan hati setelah meluasnya negara Islam.
Pada bulan Syaban tahun ini: terjadi Ekspedisi Abdurrahman bin Auf radhiyallahu 'anhu ke Dumatul Jandal, dan Nabi ﷺ memerintahkannya untuk menikahi putri raja mereka jika mereka taat; maka mereka masuk Islam, lalu ia menikahinya.
Nabi ﷺ mengutus Abdurrahman bin Auf ke Dumatul Jandal dan membimbingnya kepada dakwah serta hikmah. Ia mengajak kaum itu kepada Islam selama tiga hari, lalu mereka menerima, kemudian ia menikahi putri raja mereka sebagaimana diperintahkan.
Peristiwa ini termasuk dalam rangkaian ekspedisi dan utusan setelah Perang Muraisi', dalam konteks aktivitas dakwah dan politik pada tahun 6 Hijriah.
Menyebarkan Islam ke kabilah-kabilah dan negeri-negeri yang jauh serta mengaitkan dakwah dengan hikmah dan pernikahan setelah kaum itu masuk Islam.
Kaum itu berpindah dari keadaan sebelumnya kepada Islam, dan terjalin hubungan baru dengan kaum Muslim melalui pernikahan.
Mendokumentasikan ekspedisi-ekspedisi tahun ke-6 Hijrah menuju Dumatul Jandal
Menunjukkan pengaruh dakwah langsung dalam masuk Islamnya kaum tersebut
Mencerminkan meluasnya pengaruh negara Islam ke wilayah pinggiran
Menunjukkan pengaruh perkawinan semenda dalam mempererat hubungan setelah Islam
Mengajarkan kesabaran dalam dakwah dan komitmen terhadap arahan Nabi ﷺ
Mewujudkan peralihan hubungan dari konflik kepada Islam dan pengakuran
Menegaskan kehadiran kaum muslimin di wilayah-wilayah jauh dan mengaitkannya dengan dakwah
Pemimpin ekspedisi, pengajak kepada Islam, dan suami setelah kaumnya memeluk Islam
Memerintahkan ekspedisi dan mengarahkan Abdurrahman bin Auf
Putri raja mereka yang dinikahi oleh Abdurrahman bin Auf
Raja mereka dan ayah Tamadhur
Hidayah berada di tangan Allah dan terwujud melalui dakwah yang tulus
Hikmah dan kelembutan dalam bergaul dengan orang-orang
Perkawinan semenda dapat menjadi sarana untuk memperkuat hubungan setelah Islam
Dakwah menjangkau para pemimpin dan negeri-negeri yang berpengaruh
Ketaatan kepada perintah Nabi ﷺ dan keteguhan dalam menjalankan tugas
Adanya pengarahan Nabi yang teratur bagi utusan dan ekspedisi
Membangun masyarakat baru di atas dasar risalah, bukan kesukuan
Kesulitan menjangkau masyarakat yang jauh atau tertutup dengan dakwah
Dakwah memerlukan kesabaran, hikmah, bertahap, dan menghormati orang-orang
Mengatur utusan dakwah dan mengaitkannya dengan pendekatan hati serta hikmah
Pentingnya membangun hubungan atas dasar nilai-nilai bersama, bukan benturan
Berpegang pada arahan dan bekerja dengan tenang serta berdampak
Konteks masa kini tidak dapat diqiyaskan secara harfiah dengan konteks ekspedisi dan pernikahan politik
Peristiwa itu terjadi dalam konteks negara yang baru tumbuh, wahyu, dan pengarahan Nabi langsung
Sampaikan dakwah dengan hikmah, dan jika respons tercapai maka bangunlah di atasnya hubungan kebaikan