Ekspedisi Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu ke Bani Sa'ad bin Bakar di Fadak pada bulan Syaban tahun 6 Hijriah
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu keluar dalam sebuah ekspedisi ke Bani Sa'ad bin Bakar di Fadak, lalu memecah belah kumpulan mereka, memperoleh ghanimah, dan kembali dengan selamat.

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu keluar dalam sebuah ekspedisi ke Bani Sa'ad bin Bakar di Fadak, lalu memecah belah kumpulan mereka, memperoleh ghanimah, dan kembali dengan selamat.
Termasuk ekspedisi-ekspedisi disipliner dan pengintaian pada tahun 6 Hijriah, setelah kaum Muslim menetap di Madinah dan gerakan mereka terhadap ancaman di sekitarnya semakin meningkat.
Pada bulan Syaban juga pada tahun ini: terjadi Ekspedisi Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu ke Bani Sa'ad bin Bakar di Fadak, lalu ia mencerai-beraikan mereka, memperoleh ghanimah, dan selamat.
Maksudnya, Nabi ﷺ mengutus Ali radhiyallahu 'anhu dalam tugas militer kepada suatu kaum dari Bani Sa'ad bin Bakar di wilayah Fadak. Ekspedisi itu berhasil memecah belah mereka dan mengambil ghanimah, lalu para anggotanya kembali tanpa kerugian yang berarti.
Rasulullah ﷺ mendapat kabar bahwa ada suatu kelompok yang hendak membantu orang-orang Yahudi, maka ekspedisi ini terjadi dalam konteks tersebut.
Melindungi kaum Muslim dari setiap perhimpunan bermusuhan yang dapat membantu para lawan mereka.
Bahaya dari perhimpunan itu pun sirna, dan tampak pengaruh langkah cepat dalam mencegah bantuan kepada para lawan.
Salah satu ekspedisi pada tahun keenam Hijriah yang menunjukkan berlanjutnya pengelolaan Nabi ﷺ terhadap ancaman di sekitar Madinah.
Penegasan bahwa perlindungan dakwah memerlukan pencegahan terhadap aliansi yang memusuhi.
Melemahkan setiap kelompok yang dapat mendukung lawan.
Menunjukkan dampak disiplin kolektif dalam menghadapi bahaya.
Mengajarkan kecepatan merespons ancaman dengan tetap berpegang pada pengaturan yang tertib.
Menunjukkan peralihan masyarakat Muslim dari reaksi menjadi inisiatif yang terorganisasi.
Mencegah meluasnya dukungan bagi lawan sebelum berubah menjadi ancaman yang lebih besar.
Pemimpin ekspedisi
Pihak yang menjadi sasaran ekspedisi
Kepercayaan pada baiknya pengaturan Nabi ﷺ dalam menghadapi bahaya.
Bertindak disiplin tanpa melampaui apa yang diperintahkan.
Melindungi masyarakat dari kelompok-kelompok permusuhan.
Mendahului aliansi yang mengancam keamanan negara yang baru tumbuh.
Penyebutan ghanimah menunjukkan dampak perang terhadap sumber daya pada masa itu.
Mendidik para pemimpin untuk memikul tanggung jawab dan mencapai hasil.
Adanya kepemimpinan terpusat yang mengarahkan ekspedisi sesuai kebutuhan.
Membangun keamanan kolektif yang bertumpu pada pengaturan dan keputusan.
Kumpulan atau aliansi yang mengancam keamanan masyarakat atau mendukung lawannya.
Pentingnya merespons risiko sejak awal dengan kepemimpinan yang jelas.
Pentingnya mengumpulkan informasi dan mengambil keputusan cepat secara tertib.
Mencegah ancaman sebelum meluas.
Disiplin dan taat dalam tugas-tugas bersama.
Tidak tepat menerapkan rincian peperangan masa lalu pada realitas kontemporer tanpa batasan syariat dan hukum.
Konteks Nabi adalah pembangunan negara yang baru tumbuh dan berada dalam kondisi perang langsung.
Pencegahan dini lebih baik daripada menangani ancaman setelah membesar.