Ekspedisi Abu Ubaidah bin Jarrah radhiyallahu 'anhu ke Dzul Qashshah pada bulan Rabiulakhir Tahun 6 Hijriah
Abu Ubaidah bin Jarrah radhiyallahu 'anhu berangkat dalam sebuah ekspedisi ke Dzul Qashshah pada bulan Rabiulakhir tahun 6 H, kaum Muslimin memperoleh ghanimah dan selamat, dan mereka menjumpai seorang laki-laki lalu ia masuk Islam.

Abu Ubaidah bin Jarrah radhiyallahu 'anhu berangkat dalam sebuah ekspedisi ke Dzul Qashshah pada bulan Rabiulakhir tahun 6 H, kaum Muslimin memperoleh ghanimah dan selamat, dan mereka menjumpai seorang laki-laki lalu ia masuk Islam.
Termasuk dalam rangkaian pengutusan pasukan dan ekspedisi pada Tahun 6 Hijriah.
Pada bulan Rabiulakhir juga pada tahun ini: terjadi Ekspedisi Abu Ubaidah bin Jarrah radhiyallahu 'anhu ke Dzul Qashshah; mereka memperoleh ghanimah dan selamat.
Nabi ﷺ mengutus Abu Ubaidah radhiyallahu 'anhu dalam sebuah ekspedisi ke tempat Dzul Qashshah setelah para sahabat Muhammad bin Maslamah terbunuh. Mereka menghadapi Bani Tsa'labah, lalu mereka lari ke pegunungan. Kaum Muslimin memperoleh unta dan kambing, dan seorang laki-laki dari mereka masuk Islam.
Ekspedisi ini terjadi setelah terbunuhnya para sahabat Muhammad bin Maslamah di Dzul Qashshah, dalam bagian rujukan.
Melindungi kaum Muslimin dan membalas serangan di negeri Bani Tsa'labah.
Wibawa kaum Muslimin teguh di daerah itu, dan dampak ekspedisi-ekspedisi itu tampak dalam pengamanan jalan serta penangkalan.
Mendokumentasikan salah satu ekspedisi pada tahun ke-6 Hijriah dalam rangka menelusuri peristiwa-peristiwa militer setelah terbunuhnya para sahabat Muhammad bin Maslamah.
Menunjukkan bahwa konfrontasi dapat berujung pada hidayah bagi sebagian individu kepada Islam.
Mencerminkan kehadiran negara Nabi dalam penjeraan dan perlindungan wilayah Islam.
Berkontribusi dalam mengamankan masyarakat muslim dari serangan-serangan di sekitarnya.
Mendidik untuk taat dan disiplin dalam melaksanakan perintah.
Menampilkan keteraturan kerja militer dalam bingkai moral dan dakwah.
Mewujudkan penjeraan lokal, ghanimah, dan keamanan di salah satu wilayah Najd.
pemimpin ekspedisi
disebut sebagai sebab sebelumnya bagi ekspedisi itu
terluka lalu masuk Islam
Kemenangan, ghanimah, dan hidayah berada di tangan Allah, disertai ikhtiar.
Disiplin dan tidak melampaui batas, disertai penerimaan hidayah bagi yang masuk Islam.
Perlindungan komunitas muslim dari bahaya di sekelilingnya.
Menunjukkan kemampuan kepemimpinan Nabi dalam mengelola keamanan dan penjeraan.
Ghanimah itu berupa unta dan kambing.
Mengajarkan para sahabat untuk cepat merespons tugas.
Adanya ekspedisi-ekspedisi terorganisasi yang bekerja di bawah arahan pimpinan tertinggi.
Mengubah kekuatan menjadi sarana perlindungan dan hidayah, bukan kekacauan.
Serangan keamanan atau ancaman kelompok-kelompok di sekitar masyarakat.
Perlunya penjeraan yang terorganisasi dengan pintu hidayah tetap terbuka.
Pentingnya perencanaan, pembagian tugas, dan mengaitkan keamanan dengan nilai-nilai.
Melindungi perbatasan dan masyarakat dengan mengelola krisis secara cepat.
Merespons penugasan dan tetap teguh saat menghadapi kesulitan.
Peristiwa ini tidak boleh diqiyaskan pada peristiwa kontemporer kecuali pada makna-makna umum, tanpa penyerupaan yang tidak teratur.
Konteks kenabian adalah wahyu dan kepemimpinan yang ma‘shum, sedangkan konteks modern terikat oleh sistem dan kondisi yang berbeda.
Keamanan yang teratur disertai dakwah yang bijak mewujudkan perlindungan dan hidayah sekaligus.