Orang-orang ditimpa kekeringan yang sangat parah pada Ramadhan tahun 6 Hijriah, lalu Rasulullah ﷺ memohon hujan bersama mereka, maka turunlah hujan
Pada Ramadhan tahun 6 Hijriah, orang-orang ditimpa kekeringan yang sangat parah, lalu Rasulullah ﷺ memohon hujan bersama mereka, maka turunlah hujan.

Pada Ramadhan tahun 6 Hijriah, orang-orang ditimpa kekeringan yang sangat parah, lalu Rasulullah ﷺ memohon hujan bersama mereka, maka turunlah hujan.
Salah satu peristiwa tahun 6 Hijriah yang terkait dengan keadaan hidup orang-orang.
Pada Ramadhan juga di tahun ini: orang-orang ditimpa kekeringan yang sangat parah, lalu Rasulullah - ﷺ – memohon hujan bersama mereka, maka turunlah hujan.
Maksudnya, orang-orang ditimpa kekeringan dan sedikit hujan, lalu Nabi ﷺ memohon kepada Allah agar diberi hujan, kemudian Allah menurunkan hujan setelah itu.
Terjadinya kekeringan yang sangat parah pada orang-orang di Ramadhan tahun itu.
Ujian berupa kekeringan yang menimpa orang-orang, lalu mereka menghadap kepada Allah dengan doa dan istisqa'.
Kesulitan kekeringan mereda dengan turunnya hujan.
Mencatat sebuah peristiwa dari peristiwa-peristiwa Tahun 6 Hijriah (6 H).
Menunjukkan kecenderungan orang-orang kepada Allah dengan berdoa saat kesulitan.
Menjelaskan dampak kekeringan pada masyarakat dan kebutuhannya kepada hujan.
Mendidik untuk berlindung kepada Allah saat krisis.
Mencerminkan keterkaitan kehidupan umum dengan iman dan doa.
Memohon hujan bersama orang-orang sehingga Allah menurunkan hujan
Mereka ditimpa kekeringan lalu menghadiri salat istisqa
Bahwa kelapangan ada di tangan Allah dan istisqa’ menjadi sebab turunnya rahmat.
Sabar saat kesulitan dan merasa butuh kepada Allah.
Kebersamaan orang-orang dalam kebutuhan kepada hujan.
Kekeringan memengaruhi penghidupan dan pertanian.
Mengajarkan orang-orang untuk memohon pertolongan kepada Allah saat krisis.
Menonjolkan sentralitas doa dalam kehidupan masyarakat Muslim.
Krisis kekeringan, kelangkaan sumber daya, dan kebutuhan untuk merendahkan diri kepada Allah.
Kembali kepada Allah dengan doa disertai mengambil sebab-sebab saat krisis.
Menghidupkan Sunnah istisqa’ saat dibutuhkan dan mengingatkan orang-orang akan kebutuhan kepada Allah.
Menghadapi krisis penghidupan dengan semangat kebersamaan dan keimanan.
Hendaknya ia berlindung kepada Allah saat sempit dan tidak berputus asa.
Dari hal ini tidak terbukti kecuali terjadinya istisqa’ dan turunnya hujan.
Konteks kenabian terkait dengan wahyu dan kepemimpinan kenabian secara langsung.
Saat kesulitan disyariatkan berdoa dan istisqa’ disertai berusaha menempuh sebab-sebab.