Permusyawaratan Quraisy di Darun Nadwah untuk membunuh Nabi ﷺ, lalu Jibril memberitahukan kepada Nabi ﷺ tentang komplotan mereka dan Allah mengizinkan beliau untuk berhijrah
Quraisy berkumpul di Darun Nadwah dan berkomplot untuk membunuh Nabi ﷺ. Jibril 'alaihis salam memberitahukan kepada beliau tentang tipu daya mereka dan Allah mengizinkan beliau keluar, maka beliau bersiap untuk hijrah dan berhijrah.

Quraisy berkumpul di Darun Nadwah dan berkomplot untuk membunuh Nabi ﷺ. Jibril 'alaihis salam memberitahukan kepada beliau tentang tipu daya mereka dan Allah mengizinkan beliau keluar, maka beliau bersiap untuk hijrah dan berhijrah.
Mewakili akhir fase dakwah di Makkah dan awal fase hijrah serta pembentukan di Madinah.
Dan Quraisy berkumpul di Darun Nadwah untuk bermusyawarah dalam urusan Nabi- ﷺ - lalu mereka sepakat untuk membunuhnya. Kemudian Jibril 'alaihis salam turun membawa wahyu dari sisi Allah dan memberitahukan hal itu kepadanya. Allah mengizinkannya untuk berhijrah, maka beliau pun berhijrah.

Para pemuka Quraisy berkumpul untuk bermusyawarah dalam upaya menyingkirkan Nabi ﷺ, tetapi Allah Ta'ala memberitahukan kepada Nabi-Nya apa yang telah mereka rencanakan dan memerintahkannya keluar dari Makkah. Maka hijrah pun menjadi awal dari tahap yang baru.
Gangguan Quraisy terhadap Nabi ﷺ dan kaum Muslim semakin berat, dan permusuhan itu mencapai tingkat yang membuat mereka berkumpul untuk bermusyawarah tentang urusannya.
Sangat kuatnya permusuhan Quraisy terhadap dakwah Islam dan ketakutan mereka akan tersebarnya dakwah itu serta hilangnya kedudukan mereka.
Nabi ﷺ berpindah dari fase bertahan di Makkah di bawah gangguan menuju fase hijrah dan membangun negara di Madinah.
memisahkan antara periode Makkah dan periode hijrah
menjaga dakwah dari pemusnahan dan membuka pintu perpindahan ke lingkungan baru
menggagalkan rencana Quraisy untuk menyingkirkan Nabi ﷺ
menunjukkan kekokohan kaum beriman dalam menghadapi gangguan Quraisy
mendidik tentang tawakal, ikhtiar, dan mematuhi wahyu
pendahuluan bagi terbentuknya masyarakat Islam di Madinah
Pemindahan pusat dakwah dari Makkah ke Madinah
Yang menjadi sasaran komplotan, kemudian penyampai wahyu, lalu yang diizinkan berhijrah
Memberi tahu Nabi ﷺ tentang komplotan Quraisy dan izin Allah baginya untuk hijrah
Berkumpul di Darun Nadwah dan berkomplot untuk membunuh Nabi ﷺ
Allah Ta'ala menjaga Nabi-Nya dan memberitahukan kepadanya rencana jahat musuh-musuh-Nya
Rencana jahat dan permusuhan tidak akan bertahan di hadapan ketetapan Allah
Berkumpul di atas kebatilan tidak memberikan legitimasi kepada pelakunya
Keputusan politik yang zalim dapat digagalkan oleh wahyu dan ketetapan ilahi
Bertindak menaati perintah Allah saat berada dalam kesulitan
Darun Nadwah adalah contoh lembaga pengambilan keputusan kabilah yang digunakan dalam kebatilan
Awal perpindahan risalah dari keadaan tertindas menuju pemberdayaan
Konspirasi terhadap kebenaran dan para pendukungnya melalui keputusan bersama yang zalim
Bersikap teguh di atas kebenaran dengan waspada terhadap tipu daya lawan
Pentingnya membaca realitas dan bersiap menghadapi krisis
Bahwa kezaliman kolektif tidak menjamin keberhasilan jika bertentangan dengan kebenaran
Bertawakal kepada Allah disertai menaati bimbingan yang benar
Terbatas pada pelajaran umum tanpa penerapan yang tidak terkontrol
Wahyu menjadi sumber pengarahan langsung bagi Nabi ﷺ, sedangkan hari ini pelajaran diambil dari teks-teks yang sahih
Ketika gangguan semakin berat, keselamatan risalah didahulukan dengan tetap berpegang pada petunjuk syariat