Ekspedisi Sa'ad bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu ke Kharrar pada Dzulqa'dah tahun pertama hijrah
Sa'ad bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu berangkat dalam sebuah ekspedisi yang terdiri atas dua puluh orang untuk menghadang kafilah Quraisy. Beliau ditugasi agar tidak melampaui Kharrar, tetapi mereka sampai pada pagi hari kelima dan mendapati kafilah itu telah lewat kemarin.

Sa'ad bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu berangkat dalam sebuah ekspedisi yang terdiri atas dua puluh orang untuk menghadang kafilah Quraisy. Beliau ditugasi agar tidak melampaui Kharrar, tetapi mereka sampai pada pagi hari kelima dan mendapati kafilah itu telah lewat kemarin.
Termasuk dalam sariyah-sariyah Tahun 1 Hijriah yang merupakan bagian dari penataan konfrontasi dengan Quraisy.
Pada Dzulqa'dah tahun ini: terjadi Ekspedisi Sa'ad bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu ke Kharrar.
Yang dimaksud ialah Nabi ﷺ mengutus Sa'ad radhiyallahu 'anhu bersama sekelompok kecil orang untuk mengawasi kafilah Quraisy, tetapi kafilah itu telah mendahului mereka sehingga tidak terjadi pertempuran dan tidak ada penguasaan atas kafilah.
Kaum Muslimin di Madinah menghadapi Quraisy, dan ekspedisi-ekspedisi pun keluar untuk menghadang sebagian kafilah mereka.
Menghadapi Quraisy dan memantau pergerakan dagang mereka dalam konteks konflik yang berlangsung.
Tidak terjadi perubahan lapangan secara langsung; ekspedisi itu kembali tanpa pertempuran.
Termasuk salah satu ekspedisi pada Tahun 1 Hijriah (1 H).
Menunjukkan keteraturan amal Islam di bawah kepemimpinan kenabian.
Mencerminkan pengamatan terhadap pergerakan Quraisy pada fase pembangunan negara di Madinah.
Menunjukkan kekompakan jamaah Muslim dan ketaatannya.
Mendidik disiplin dan komitmen terhadap perintah.
Masuk dalam pembangunan sistem gerak militer yang teratur.
Merupakan bagian dari kebijakan ekspedisi (sariyah) untuk mengikuti Quraisy.
Pemimpin ekspedisi
Memerintahkan ekspedisi dan menetapkan tugasnya
Amal itu dilakukan atas perintah kepemimpinan kenabian dan dalam kerangka ketaatan.
Komitmen pada batas-batas dan tidak melampaui tugas yang dibebankan.
Kelompok bergerak sebagai entitas yang terorganisasi.
Adanya pengelolaan yang bijaksana terhadap konflik dengan Quraisy.
Kafilah dagang menjadi sasaran karena mewakili perdagangan Quraisy.
Mendidik para sahabat untuk bersabar atas luputnya tujuan jika tidak terwujud.
Adanya ekspedisi (sariyah) yang ditentukan jumlah, tujuan, dan batas geografisnya.
Peralihan kerja militer menjadi organisasi yang disiplin.
Kerja kelompok yang membutuhkan komitmen pada rencana dan tidak melampauinya.
Keberhasilan bukan hanya dengan mencapai tujuan, tetapi juga dengan mematuhi arahan.
Pentingnya menetapkan tugas dan batas-batas dengan jelas.
Perlunya disiplin kelembagaan dalam tugas-tugas lapangan.
Belajar taat dan sabar ketika yang diharapkan tidak terwujud.
Tidak tepat menerapkan rincian peperangan masa lampau pada realitas kontemporer secara harfiah.
Konteks kenabian berada dalam pembangunan negara pertama dan dalam kondisi konflik langsung.
Tentukan tugas dengan tepat dan patuhi batas-batasnya walaupun hasil yang diharapkan tidak tercapai.