
Hijrah Nabi ﷺ ke Madinah
Nabi ﷺ berhijrah dari Makkah ke Madinah pada Rabiulawal tahun pertama Hijriah, dan itu menjadi awal tahap baru dalam sirah Nabi.


صفحة تفاعلية تعرض أحداث هذه المرحلة في مسار بصري موحّد مع خريطة السيرة، مع صور رمزية لكل حدث دون تصوير للنبي ﷺ أو الصحابة.


Nabi ﷺ berhijrah dari Makkah ke Madinah pada Rabiulawal tahun pertama Hijriah, dan itu menjadi awal tahap baru dalam sirah Nabi.

Rasulullah ﷺ singgah di Quba ketika tiba di Madinah, dan beliau tinggal di sana beberapa hari, kemudian beliau mendirikan Masjid Quba dan shalat di dalamnya.

Ketika Nabi ﷺ berangkat dari Quba ke Madinah, Jumat menjumpainya di Bani Salim bin Auf. Maka beliau shalat bersama orang-orang di masjid yang berada di lembah, dan itulah Jumat pertama yang beliau shalatkan serta khutbah pertama yang beliau sampaikan dalam Islam.

Ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, beliau mula-mula tinggal di Bani Najjar, kemudian berpindah ke rumah Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu 'anhu, dan itulah tempat menetap pertama beliau di Madinah sebelum pembangunan Masjid Nabawi dan kamar-kamar istri Nabi ﷺ.

Setelah Nabi ﷺ tiba di Madinah, langkah praktis pertama beliau adalah membangun Masjid Nabawi di tempat untanya berlutut, kemudian di sampingnya dibangun kamar-kamar para istri beliau ﷺ, dan setelah selesai beliau pindah ke sana dari rumah Abu Ayyub.

Abdullah bin Salam, seorang ahli ilmu dari kalangan orang-orang Yahudi, masuk Islam pada Tahun 1 Hijriah (1 H).

Nabi ﷺ mengirim Zaid bin Haritsah dan Abu Rafi' ke Makkah untuk mengantar putri-putri beliau dan istrinya Saudah binti Zam'ah ke Madinah, lalu mereka dibawa dari Makkah ke Madinah, sedangkan Zainab dikecualikan.

Ini menunjukkan bahwa keluarga Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu berhijrah pada Tahun 1 Hijriah (1 H).

Pada Rabiul Akhir tahun pertama Hijriah, shalat orang yang mukim ditambah dua rakaat setelah sebelumnya shalat orang yang mukim dan safar dua rakaat.

Abdullah bin Zubair radhiyallahu 'anhuma lahir pada Tahun 1 Hijriah, dan ia adalah bayi pertama kaum muhajirin dalam Islam.

Nu'man bin Basyir radhiyallahu 'anhuma lahir pada tahun pertama hijrah, dan ia merupakan bayi pertama dari kalangan Anshar setelah hijrah.

Disebutkan informasi wafatnya dua sahabat mulia, yaitu Kultsum bin Hidm dan As'ad bin Zurarah radhiyallahu 'anhuma, pada Tahun 1 Hijriah (1 H).

Pada awal hijrah, azan disyariatkan sebagai seruan untuk shalat yang menegakkan tauhid dan menghimpun kaum Muslimin dalam ibadah mereka.

Piagam Madinah mengatur hubungan antara kaum Muslimin dan orang-orang Yahudi serta seluruh komponen masyarakat di Madinah, dan menegaskan prinsip perjanjian serta piagam, juga menjaga keamanan dan hak-hak pada fase pembangunan masyarakat madani setelah hijrah.

Pada bulan Ramadhan tahun 1 Hijriah, Rasulullah ﷺ mengirim Hamzah bin Abdul Muthalib radhiyallahu 'anhu dalam sebuah ekspedisi ke Saiful Bahr. Mereka berjumlah tiga puluh orang dari kalangan kaum muhajirin untuk menghadang kafilah Quraisy yang datang dari Syam. Mereka bertemu dengan Quraisy dan bersiap untuk bertempur, lalu Majdi bin Amr al-Jinni mencegah mereka sehingga tidak terjadi pertempuran.

Pada bulan Syawal tahun 1 Hijriah, Rasulullah ﷺ mengirim Ubaidah bin Harits bin Muthalib bersama enam puluh orang dari kalangan Muhajirin ke Bathn Rabigh. Mereka bertemu Abu Sufyan dengan dua ratus orang, lalu kedua pihak saling melempar panah dan tidak terjadi pertempuran.

Pada bulan Syawal Tahun 1 Hijriah (1 H) Nabi ﷺ membina rumah tangga dengan Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu 'anha, sesuai dengan keterangan bahwa hidup bersama dengannya terjadi di Madinah pada bulan Syawal Tahun 1 Hijriah (1 H).

Sa'ad bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu berangkat dalam sebuah ekspedisi yang terdiri atas dua puluh orang untuk menghadang kafilah Quraisy. Beliau ditugasi agar tidak melampaui Kharrar, tetapi mereka sampai pada pagi hari kelima dan mendapati kafilah itu telah lewat kemarin.

Teks peristiwa ini menyebutkan bahwa Nabi ﷺ mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar pada Dzulqa'dah Tahun 1 Hijriah (1 H).