Ekspedisi Dhahhak bin Sufyan al-Kilabi radhiyallahu 'anhu ke Bani Kilab di Qurtha' pada Rabiulawal Tahun 9 Hijriah
Ekspedisi Dhahhak bin Sufyan ke Bani Kilab dikirim pada Rabiulawal tahun 9 H, dan ajakan mereka adalah kepada Islam. Namun mereka menolak dan berperang, lalu kaum Muslimin mengalahkan mereka dan membunuh seorang di antara mereka.

Ekspedisi Dhahhak bin Sufyan ke Bani Kilab dikirim pada Rabiulawal tahun 9 H, dan ajakan mereka adalah kepada Islam. Namun mereka menolak dan berperang, lalu kaum Muslimin mengalahkan mereka dan membunuh seorang di antara mereka.
Termasuk dalam tahap pengiriman ekspedisi-ekspedisi dan utusan-utusan setelah Fathu Makkah dan meluasnya dakwah di Jazirah Arab.
Pada Rabiulawal tahun ini: terjadi Ekspedisi Dhahhak bin Sufyan al-Kilabi radhiyallahu 'anhu ke Bani Kilab di Qurtha'.
Nabi ﷺ mengirim sebuah ekspedisi di bawah pimpinan Dhahhak bin Sufyan ke kabilah Bani Kilab di Qurtha'. Tujuannya adalah mengajak mereka kepada Islam, tetapi mereka menolak dan menghadapi kaum Muslimin dengan perang, lalu kaum Muslimin meraih kemenangan atas mereka.
Di antara kebijakan negara Islam setelah Nabi ﷺ kembali ke Madinah adalah mengirim para da'i, para amil, dan ekspedisi-ekspedisi kepada berbagai kabilah.
Melanjutkan penyebaran dakwah Islam dan menegakkan keamanan serta kewibawaan negara di Jazirah Arab.
Kewibawaan kaum Muslimin di wilayah itu menjadi teguh, dan tampak bahwa penolakan terhadap dakwah dapat mengarah pada konfrontasi militer.
Salah satu ekspedisi pada tahun 9 yang menandai perluasan negara Islam di Jazirah.
Menunjukkan bahwa dakwah didahulukan sebelum pertempuran.
Menampakkan hadirnya negara Islam dan kemampuannya mengirim ekspedisi ke kabilah-kabilah.
Mencerminkan hubungan kaum Muslim dengan kabilah-kabilah Arab pada fase sesudah Fathu Makkah.
Mendidik untuk mendahulukan dakwah sebelum menghadapi.
Berkontribusi dalam menyatukan Jazirah di bawah panji Islam.
Menegaskan kebijakan pengiriman ekspedisi untuk mengamankan wilayah perbatasan dan menunjukkan kekuatan.
Pemimpin ekspedisi
Pihak yang diajak kepada Islam lalu berperang
Dakwah kepada Islam adalah pokok, dan pertempuran datang ketika ada penolakan dan perlawanan.
Memulai dengan dakwah sebelum pertempuran.
Kabilah-kabilah merupakan pihak utama dalam interaksi dengan negara Islam.
Negara Islam mengirimkan ekspedisi ke kabilah-kabilah yang jauh.
Mengajarkan bertahap dalam menghadapi pihak yang berbeda pendapat.
Adanya pengaturan utusan dan ekspedisi dalam kebijakan negara.
Peralihan Jazirah dari perpecahan kabilah menuju berada di bawah satu risalah.
Penolakan terhadap risalah atau gagasan lalu meningkat menjadi bentrokan.
Mendahulukan dakwah dan penjelasan sebelum menghadapi.
Mengatur kerja dakwah lapangan dengan tujuan yang jelas.
Pentingnya mengelola hubungan dengan pihak yang berbeda dengan hikmah dan kejelasan.
Hendaklah ia memulai dengan nasihat dan penjelasan sebelum permusuhan.
Realitas kontemporer tidak dapat diqiyaskan pada hukum ekspedisi militer kecuali dengan timbangan syariat dan otoritas syar'i.
Konteks Nabi ﷺ adalah pembangunan negara, wahyu, dan pensyariatan, sedangkan konteks modern memiliki sistem dan undang-undang yang berbeda.
Dahulukan penjelasan dan dakwah sebelum setiap eskalasi.