Rasulullah ﷺ beriktikaf pada Ramadhan Tahun 10 Hijriah selama dua puluh hari, dan Jibril 'alaihis salam men-tadaruskan Al-Qur'an kepada beliau dua kali
Nabi ﷺ beriktikaf pada Ramadhan Tahun 10 Hijriah (10 H) selama dua puluh hari, dan Jibril عليه السلام mengulanginya bersama Al-Qur'an dua kali.

Nabi ﷺ beriktikaf pada Ramadhan Tahun 10 Hijriah (10 H) selama dua puluh hari, dan Jibril عليه السلام mengulanginya bersama Al-Qur'an dua kali.
Terletak pada akhir sirah dalam tahap tahun 10 Hijriah, dan datang dalam konteks tanda-tanda perpisahan.
Dan pada Ramadhan tahun ini: Rasulullah ﷺ beriktikaf selama dua puluh hari, dan Jibril عليه السلام mengulanginya bersama Al-Qur'an dua kali.
Yang dimaksud ialah bahwa Nabi ﷺ berdiam untuk beribadah di masjid selama dua puluh hari pada bulan Ramadhan, dan Jibril عليه السلام mempelajari Al-Qur'an bersama beliau dua kali pada tahun itu.
Bahwa tahap ini termasuk masa akhir sirah, dan tanda-tanda perpisahan mulai tampak, serta Nabi ﷺ biasa beriktikaf pada bulan Ramadhan.
Termasuk peristiwa akhir sirah pada Tahun 10 Hijriah.
Menunjukkan perhatian Nabi ﷺ terhadap Al-Qur'an dan ibadah pada akhir hayat beliau.
Menegaskan nilai i'tikaf dan murajaah Al-Qur'an.
Menunjukkan sentralitas Al-Qur'an dalam membangun umat.
Berkaitan dengan suasana perpisahan dan mendekatnya penyempurnaan risalah.
yang beriktikaf dan mempelajari Al-Qur'an
mengajukan Al-Qur'an kepada Nabi ﷺ dua kali
Mengagungkan ibadah dan Al-Qur'an pada waktu-waktu yang utama.
Istiqamah dalam ketaatan dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.
Pentingnya murajaah dan belajar bersama dalam memantapkan ilmu.
Menonjolkan nilai murajaah pengetahuan secara teratur.
Al-Qur'an adalah poros pembangunan ruhani dan keilmuan.
Lemahnya keterikatan dengan Al-Qur'an dan banyaknya kesibukan.
Menyediakan waktu khusus untuk ibadah dan murajaah Al-Qur'an.
Menyelenggarakan program i'tikaf dan murajaah Al-Qur'an.
Mendukung lingkungan yang membantu ibadah dan pendidikan Al-Qur'an.
Bertekun dalam khalwah yang bermanfaat dan murajaah Al-Qur'an.
Dibatasi pada makna umum tanpa membuat rincian tanpa dalil.
Konteks nabawi adalah wahyu dan pengarahan langsung, sedangkan konteks masa kini adalah ijtihad pendidikan.
Setiap kali kebutuhan akan tazkiyah makin besar, kebutuhan untuk berkhalwah dengan Al-Qur'an pun makin besar.