Penaklukan Wadil Qura dalam kepulangan Nabi ﷺ dari Khaibar, perolehan harta rampasannya, dan perdamaian dengan orang-orang Yahudinya atas separuh hasil tanah
Ketika Rasulullah ﷺ selesai dari Khaibar, beliau menuju Wadil Qura. Penduduk di sana memerangi beliau hingga beliau menaklukkannya dengan kekuatan, lalu beliau memperoleh harta rampasannya. Kemudian tanah dan pohon kurma dibiarkan di tangan orang-orang Yahudi dan mereka diperlakukan atasnya sebagaimana beliau memperlakukan penduduk Khaibar.

Ketika Rasulullah ﷺ selesai dari Khaibar, beliau menuju Wadil Qura. Penduduk di sana memerangi beliau hingga beliau menaklukkannya dengan kekuatan, lalu beliau memperoleh harta rampasannya. Kemudian tanah dan pohon kurma dibiarkan di tangan orang-orang Yahudi dan mereka diperlakukan atasnya sebagaimana beliau memperlakukan penduduk Khaibar.
Merupakan kelanjutan dari hasil Khaibar dan peneguhan kendali Islam di utara Hijaz.
Dan dalam kepulangannya dari Khaibar juga terjadi Penaklukan Wadil Qura, lalu beliau memperoleh harta rampasannya dan membiarkan tanahnya bersama orang-orang Yahudi dengan separuh dari hasil yang keluar darinya, sebagaimana penduduk Khaibar.
Setelah urusan Khaibar selesai, Nabi ﷺ menuju Wadil Qura, dan di sana terdapat orang-orang Yahudi bersama sekelompok orang Arab. Pada awalnya mereka melawan kaum muslimin, lalu akhirnya tempat itu ditaklukkan dan hartanya diambil, sementara tanah dan pohon kurma tetap berada di tangan orang-orang Yahudi dengan sistem bagi hasil dari tanah.
Peristiwa ini datang setelah selesainya urusan Khaibar, dan di Wadil Qura terdapat sekelompok orang Yahudi lalu bergabung dengan sekelompok orang Arab.
Meluasnya pengaruh kaum muslimin setelah Khaibar serta pengamanan jalur perjalanan dan daerah sekitarnya dari kelompok-kelompok yang memusuhi atau melawan.
Wadil Qura berpindah dari keadaan perlawanan menjadi tunduk kepada kaum muslimin, sementara orang-orang Yahudi tetap di tanah itu dengan akad bagi hasil buahnya.
mendokumentasikan perluasan penaklukan setelah Khaibar hingga Wadil Qura
menunjukkan kesinambungan dakwah Islam bersama penaklukan dan perlakuan terhadap penduduk tempat itu
menguatkan pengaruh negara Islam di utara Hijaz
menjelaskan kemungkinan mempertahankan penduduk setempat di tanah mereka dengan perjanjian yang diketahui setelah penaklukan
mengajarkan pengelolaan ghanimah dan pemenuhan muamalah
menunjukkan penataan hubungan ekonomi dengan penduduk lokal
mengamankan jalan dan meneguhkan kendali atas lokasi-lokasi yang terletak setelah Khaibar
Pemimpin penaklukan dan pengatur perdamaian serta muamalah atas tanah
Pihak yang negerinya ditaklukkan lalu diperlakukan atas tanahnya
Bergabung dengan orang-orang Yahudi di Wadil Qura
pertolongan Allah kepada orang-orang beriman dalam penaklukan
memadukan ketegasan dalam penaklukan dan keadilan dalam muamalah
membiarkan penduduk tetap di tanah mereka dengan perjanjian yang diketahui
menundukkan pusat-pusat perlawanan kepada kekuasaan kaum muslimin
ghanimah (harta rampasan perang) harta dan pengaturan pemanfaatan tanah
mengajarkan para sahabat mengelola masa sesudah penaklukan
adanya muamalah yang teratur atas tanah dan pohon kurma
mengubah penaklukan menjadi sistem stabilitas dan produksi
mengelola wilayah yang keluar dari konflik setelah berakhirnya konfrontasi
Menggabungkan ketegasan keamanan dan pengaturan ekonomi yang adil
Pentingnya akad yang jelas dalam mengelola sumber daya setelah penguasaan atau perdamaian
Mengatur hubungan dengan penduduk setempat dengan cara yang menjaga stabilitas
Memahami bahwa kekuatan hendaknya disertai dengan keteraturan dan keadilan
Terbatas pada makna umum tanpa penerapan yang tidak terukur
Konteks kenabian adalah wahyu dan kepemimpinan kenabian dalam keadaan khusus
Apabila sengketa telah berakhir, maka asalnya hak dan sumber daya diatur dengan akad yang jelas