Ekspedisi Zaid bin Haritsah ke Qaradah pada Jumadil Akhir tahun ke-3 Hijriah
Pada Jumadil Akhir tahun ke-3 Hijriah, Rasulullah ﷺ mengirim Ekspedisi yang dipimpin Zaid bin Haritsah; mereka menyerbu kafilah Quraisy di dekat mata air yang disebut Qaradah, lalu menguasainya, dan memperoleh seekor unta dagang serta harta yang banyak.

Pada Jumadil Akhir tahun ke-3 Hijriah, Rasulullah ﷺ mengirim Ekspedisi yang dipimpin Zaid bin Haritsah; mereka menyerbu kafilah Quraisy di dekat mata air yang disebut Qaradah, lalu menguasainya, dan memperoleh seekor unta dagang serta harta yang banyak.
Peristiwa ini termasuk yang mempersiapkan Perang Uhud dan menunjukkan dampak perselisihan ekonomi dan militer dengan Quraisy.
Dan pada Jumadil Akhir tahun ini: terjadi Ekspedisi Zaid bin Haritsah - radhiyallahu 'anhu - ke Qaradah, lalu mereka memperoleh seekor unta dagang dan harta milik Quraisy.
Ekspedisi berangkat di bawah pimpinan Zaid bin Haritsah radhiyallahu 'anhu, lalu sampai ke tempat singgah kafilah Quraisy di mata air Qaradah di Najd. Mereka mengambil kafilah beserta harta di dalamnya, kemudian ghanimah dibagikan setelah dikeluarkan seperlima.
Quraisy setelah Badar merasa gelisah dan tertekan, lalu mengirim unta dagang mereka ke Syam melalui jalan baru, sehingga beritanya sampai ke Madinah.
Berlanjutnya ketegangan antara kaum Muslimin dan Quraisy setelah Badar, serta upaya Quraisy menjaga perdagangannya dengan Syam.
Quraisy semakin gelisah, dan lebih condong memilih perang total daripada perdamaian.
Termasuk peristiwa pada tahun ketiga Hijriah yang terkait dengan masa setelah Badar dan sebelum Uhud.
Menunjukkan kekuatan negara Islam yang baru tumbuh dan kemampuannya melindungi kepentingannya.
Menambah tekanan pada Quraisy dan memengaruhi keputusannya untuk melakukan eskalasi militer.
Memasukkan ghanimah ke dalam pembagian yang teratur setelah seperlima diambil, di antara anggota ekspedisi.
Mengajarkan kecepatan tanggap terhadap berita, disiplin dalam kepemimpinan, dan pembagian ghanimah sesuai aturan.
Menunjukkan pergeseran konflik dari sekadar menghadapi menjadi mengelola jalur perdagangan dan sumber daya.
Menjadi persiapan kuat bagi Perang Uhud.
Panglima ekspedisi
Panglima iring-iringan dagang Quraisy
Pemandu kafilah dan ditawan dalam ekspedisi
Menyampaikan berita kafilah kepada Nabi ﷺ
Kemenangan dan taufik terkait dengan baiknya tawakal dan ikhtiar.
Disiplin dalam pembagian dan tidak menguasai ghanimah sendiri.
Mempersatukan komunitas Muslim di bawah satu kepemimpinan.
Mengendalikan pergerakan ekonomi pihak lawan memengaruhi keputusan-keputusan besarnya.
Perdagangan adalah urat nadi kehidupan Quraisy, dan serangan terhadapnya menimbulkan dampak besar.
Pentingnya menyampaikan berita dengan tepat dan cepat, serta merespons secara teratur.
Adanya kepemimpinan, ekspedisi, dan ghanimah yang dibagi sesuai sistem.
Membangun masyarakat yang mampu melindungi dirinya dan kepentingannya.
Pengaruh informasi dan jalur ekonomi dalam konflik antara pihak-pihak yang berselisih.
Kecepatan merespons informasi yang benar disertai organisasi dan disiplin.
Pentingnya perencanaan, pengumpulan informasi, dan pengelolaan sumber daya.
Bahwa melindungi ekonomi merupakan bagian dari melindungi entitas umum.
Disiplin, penyampaian berita yang baik, dan kerja dalam tim.
Peristiwa ini tidak diukur dengan peristiwa masa kini dalam rincian pertempuran atau hukum-hukum khusus.
Peristiwa ini terjadi dalam konteks negara yang baru tumbuh dan konflik kabilah-politik yang langsung.
Informasi yang akurat dan keputusan cepat yang teratur menghasilkan dampak besar.