Kedatangan Jarir bin Abdullah al-Bajali sebagai seorang muslim kepada Rasulullah ﷺ pada Ramadhan tahun 10 Hijriah, kemudian Nabi ﷺ mengutusnya ke Dzul Khalashah untuk menghancurkannya
Jarir bin Abdullah al-Bajali radhiyallahu 'anhu datang kepada Rasulullah ﷺ dalam keadaan muslim pada Ramadhan tahun 10 Hijriah, lalu Nabi ﷺ mengutusnya ke Dzul Khalashah dan ia menghancurkannya.

Jarir bin Abdullah al-Bajali radhiyallahu 'anhu datang kepada Rasulullah ﷺ dalam keadaan muslim pada Ramadhan tahun 10 Hijriah, lalu Nabi ﷺ mengutusnya ke Dzul Khalashah dan ia menghancurkannya.
Termasuk dalam fase peneguhan tauhid dan penghilangan sisa-sisa syirik pada akhir masa Madinah.
Pada Ramadhan tahun ini, datanglah Jarir bin Abdullah al-Bajali radhiyallahu 'anhu kepada Rasulullah ﷺ dalam keadaan telah muslim. Maka Rasulullah ﷺ mengutusnya ke Dzul Khalashah, lalu ia menghancurkannya.
Jarir bin Abdullah masuk Islam, kemudian Nabi ﷺ menugaskannya untuk menyingkirkan berhala Dzul Khalashah, lalu ia mendatanginya dan menghancurkannya.
Pada fase itu, upaya menghapus berbagai bentuk kesyirikan terus berlanjut setelah Islam menguat dan pengaruhnya tampak di Jazirah Arab.
Upaya menghapus berhala dan tanda-tanda kesyirikan setelah Islam tersebar.
Dzul Khalashah lenyap dari bentuk-bentuk ibadah batil, dan tampak pengaruh Islam dalam menghapus berhala-berhala.
Menunjukkan berlanjutnya penghancuran berhala pada akhir sirah
Menonjolkan peralihan dakwah dari penjelasan kepada penghilangan simbol-simbol kesyirikan
Penegasan otoritas Islam atas wilayah-wilayah syirik
Meneguhkan afiliasi kepada Islam, bukan kepada penyembahan berhala
Mengajarkan ketaatan dan kepatuhan terhadap perintah Nabi ﷺ
Menghapus simbol berhala dari simbol-simbol masa jahiliah
Membersihkan sisa-sisa syirik di Jazirah
Jarir bin Abdullah al-Bajali radhiyallahu 'anhu adalah seorang tokoh terkemuka dari Bajilah. Ia masuk Islam pada akhir hayat Nabi ﷺ, lalu Nabi memuliakannya dan mendekatkannya. Ia termasuk sosok yang berwibawa, tampan, dan memiliki kedudukan tinggi. Salah satu amalnya yang menonjol ialah memimpin pasukan untuk menghancurkan Dzul Khalashah, salah satu sisa kemusyrikan di Jazirah Arab. Dengan demikian, keislamannya menjadi bukti masuknya kabilah-kabilah besar ke dalam Islam, dan peralihan Jazirah Arab dari penyembahan berhala kepada tauhid kepada Allah Ta'ala.
Sebelum masuk Islamnya Jarir dan pengutusannya ke Dzul Khalashah
Tauhid menuntut penghilangan apa pun yang bertentangan dengannya dari berhala-berhala
Ketaatan dan kejujuran dalam afiliasi kepada Islam
Bersatunya orang-orang di atas tauhid, bukan bercerai-berai di atas penyembahan berhala
Dominasi Islam atas ruang publik
Seorang Muslim baru dapat dibebani tanggung jawab besar jika kejujurannya teguh
Adanya arahan langsung dari Nabi untuk melaksanakan tugas-tugas
Mengubah lingkungan dari simbol-simbol syirik menjadi tanda-tanda tauhid
Masih adanya simbol atau praktik yang bertentangan dengan tauhid di sebagian lingkungan
Wajib menghilangkan bentuk-bentuk syirik dan berpegang pada perintah syariat
Pentingnya memilih orang yang dipercaya untuk melaksanakan tugas-tugas dakwah
Melindungi identitas keagamaan dari simbol-simbol yang bertentangan
Segera memenuhi perintah kebenaran setelah mendapat petunjuk
Perbedaan konteks, otoritas, dan sarana-sarana syar'i harus diperhatikan
Pelaksanaannya atas perintah Nabi ﷺ dan dalam konteks berdirinya negara Islam pertama
Segala hal yang terbukti bertentangan dengan tauhid dihilangkan dengan cara-cara syar’i yang معتبر.