Ekspedisi Raji' pada bulan Safar tahun 4 Hijriah (4 H)
Pada bulan Safar tahun 4 Hijriah (4 H) terjadi Ekspedisi Raji' ketika sekelompok kaum Muslimin keluar bersama utusan dari Adhal dan Qarah untuk mengajari mereka agama dan Al-Qur'an, lalu Bani Lihyan dari Hudzail berkhianat kepada mereka sehingga membunuh sebagian dan menawan Khubaib serta Zaid bin Datsinnah. Akhirnya Khubaib dan Zaid syahid, sedangkan Ashim bin Tsabit selamat dari sentuhan apa pun pada jasadnya setelah wafat.

Pada bulan Safar tahun 4 Hijriah (4 H) terjadi Ekspedisi Raji' ketika sekelompok kaum Muslimin keluar bersama utusan dari Adhal dan Qarah untuk mengajari mereka agama dan Al-Qur'an, lalu Bani Lihyan dari Hudzail berkhianat kepada mereka sehingga membunuh sebagian dan menawan Khubaib serta Zaid bin Datsinnah. Akhirnya Khubaib dan Zaid syahid, sedangkan Ashim bin Tsabit selamat dari sentuhan apa pun pada jasadnya setelah wafat.
Termasuk peristiwa dalam seriyah yang di dalamnya kaum Muslimin menghadapi pengkhianatan dan makar pada tahap pembangunan masyarakat Islam.
Pada bulan Safar tahun ini: terjadi Ekspedisi Raji'.
Sekelompok orang dari Adhal dan Qarah datang kepada Nabi ﷺ dan meminta agar diutus bersama mereka orang yang mengajari mereka Islam. Maka beliau mengirim beberapa lelaki dari kaum Muslimin bersama mereka. Namun mereka dikhianati oleh Bani Lihyan; sebagian dibunuh dan sebagian ditawan, lalu Khubaib dan Zaid dijual di Makkah dan dibunuh di sana. Adapun Ashim bin Tsabit, Allah melindunginya setelah wafat sehingga kaum musyrik tidak dapat menyentuh sedikit pun dari jasadnya.
Kedatangan sekelompok orang dari Adhal dan Qarah kepada Nabi ﷺ dan permintaan mereka agar diutus orang yang mengajari mereka agama dan membacakan Al-Qur'an.
Adanya permusuhan antarsuku dan pengkhianatan dari sebagian kabilah Hudzail, disertai tipu daya terhadap kaum Muslimin dengan dalih keamanan.
Dalam kesadaran Islam, menonjol makna keteguhan saat ujian, dan tampak pengaruh pengkhianatan antarsuku dalam perlakuan terhadap kaum Muslimin.
Termasuk peristiwa-peristiwa ekspedisi awal yang menyingkap sifat konflik dan pengkhianatan pada fase itu.
Menunjukkan pengiriman para pengajar kepada orang yang meminta Islam, beserta risiko yang mungkin dihadapi.
Menampakkan terganggunya hubungan antarkabilah dan tidak amannya piagam di pihak-pihak tertentu.
Menunjukkan pengaruh kepercayaan dan pengkhianatan dalam masyarakat kabilah.
Mengajarkan kesabaran, keteguhan, dan ibadah ketika menghadapi kesulitan.
Menonjolkan nilai pemuliaan syahid dan kehormatan teguh pada prinsip.
Menunjukkan pentingnya kehati-hatian dalam menghadapi permintaan jaminan keamanan ketika pengkhianatan sering terjadi.
Mengirim ekspedisi sebagai respons atas permintaan pengajaran
Berperang hingga terbunuh dan tidak menyerah kepada kaum musyrik
Ditawan, lalu dijual di Makkah, kemudian disalib dan dibunuh
Ditawan, lalu dijual di Makkah, kemudian dibunuh
Mengangkat jenazah Khubayb dan menguburkannya
Berbicara kepada Khubayb saat penyaliban
Keteguhan dalam iman saat dibunuh dan ditawan.
Kesetiaan dan kesabaran berhadapan dengan pengkhianatan dan khianat.
Lemahnya keamanan ketika fanatisme dan pengkhianatan menguasai.
Piagam dapat dibatalkan jika akhlak dan komitmen tidak ada.
Penjualan para tawanan di Makkah menunjukkan pemanfaatan tawanan secara materi.
Ibadah tidak terputus dalam keadaan yang paling berat sekalipun.
Adanya kebutuhan untuk menilai risiko saat mengirim para pengajar dan da'i.
Peradaban keimanan dibangun di atas kejujuran dan keteguhan, bukan di atas pengkhianatan.
Menjerat orang-orang baik atau para da'i dengan alasan kerja sama lalu mencelakai mereka.
Memastikan keamanan dan keterpercayaan sebelum pengiriman atau kerja sama.
Menetapkan ketentuan keamanan dan organisasi bagi dakwah dan pendidikan lapangan.
Pentingnya melindungi utusan dan para pengajar dari pengkhianatan.
Tetap teguh pada prinsip sambil mengambil sebab-sebabnya.
Tidak semua realitas kontemporer dapat disamakan dengan peristiwa ini tanpa mempertimbangkan perbedaan konteks.
Konteks kenabian berlangsung dalam lingkungan kesukuan yang didominasi pengkhianatan dan lemahnya negara, sedangkan konteks masa kini memiliki sistem dan lembaga.
Seorang pembaharu atau pengajar tidak boleh diutus kecuali setelah memperhitungkan risiko dan memastikan jaminan keamanan yang memungkinkan.