Kedatangan Adi bin Hatim ath-Tha'i kepada Rasulullah ﷺ pada bulan Syaban tahun 10 Hijriah dan masuk Islamnya
Adi bin Hatim ath-Tha'i datang kepada Rasulullah ﷺ pada bulan Syaban tahun 10 Hijriah, lalu masuk Islam.

Adi bin Hatim ath-Tha'i datang kepada Rasulullah ﷺ pada bulan Syaban tahun 10 Hijriah, lalu masuk Islam.
Termasuk dalam fase penawaran Islam kepada individu-individu dan kabilah-kabilah pada akhir masa Makkah yang terlambat dan awal respons dari sebagian orang Arab.
Pada bulan Syaban tahun ini: Adi bin Hatim ath-Tha'i datang kepada Rasulullah - ﷺ - lalu masuk Islam.
Peristiwa ini menyebut kedatangan Adi bin Hatim kepada Nabi ﷺ pada bulan ini, kemudian masuk Islam.
Adi bin Hatim berpindah dari keadaan kedatangan kepada Islam.
Mencatat respons seorang individu dari Thayy terhadap dakwah pada Tahun 10 H.
Menunjukkan pengaruh penyampaian Islam kepada individu-individu.
Mencerminkan masuknya seorang tokoh dari lingkungan kabilah Arab ke dalam Islam.
Mendidik untuk menerima kebenaran ketika tampak.
Berperan dalam meluasnya cakupan Islam di kalangan orang Arab.
Menunjukkan bahwa dakwah terus sampai kepada individu-individu pada akhir fase Makkah yang akhir.
Adi bin Hatim ath-Tha'i adalah sahabat mulia Adi bin Hatim bin Abdullah ath-Tha'i, putra Hatim ath-Tha'i yang terkenal dermawan. Adi adalah pemimpin di kaumnya, Thayy, dan memeluk agama Nasrani sebelum masuk Islam. Ketika kekuatan Islam mulai meluas ke utara Jazirah, ia lari ke Syam, lalu saudarinya tertawan dalam salah satu sariyah kaum muslim. Nabi ﷺ memuliakannya dan membebaskannya, kemudian ia kembali kepada Adi dan menyarankan agar ia datang kepada Nabi ﷺ. Maka Adi datang ke Madinah, lalu melihat ketawadukan Nabi ﷺ dan akhlaknya yang baik yang memengaruhinya; Nabi ﷺ membawanya ke rumah beliau. Di jalan, beliau dihentikan oleh seorang perempuan lemah, lalu beliau lama berhenti bersamanya. Adi pun mengetahui bahwa ini bukan perilaku raja-raja yang sombong. Kemudian Nabi ﷺ berdialog dengannya dan menjelaskan hakikat Islam, lalu Adi radhiyallahu 'anhu masuk Islam. Kisahnya dipandang sebagai contoh pengaruh rahmat kenabian dan berbuat baik kepada tawanan dalam membuka hati, serta menunjukkan perpindahan seorang pemimpin kabilah dari ragu dan lari menuju iman dan pembelaan. Setelah Nabi ﷺ wafat, Adi hidup dan tetap teguh dalam Islam pada masa kemurtadan, serta memiliki peran dalam penaklukan Irak. Ia juga meriwayatkan hadis-hadis masyhur dari Nabi ﷺ, di antaranya hadis menghindari api neraka walau dengan sebiji kurma.
Penerima dakwah Islam
Hidayah berada di tangan Allah dan Allah dapat melapangkan dada individu untuk Islam ketika ia bertemu dengan kebenaran.
Bersikap adil dalam mencari dan menerima kebenaran.
Islam menghimpun individu-individu dari beragam kabilah.
Pentingnya bersegera merespons dakwah tanpa menunda.
Penyebaran risalah melalui individu-individu menjadi landasan bagi meluasnya masyarakat Muslim.
Sebagian orang ragu-ragu menerima kebenaran ketika disampaikan kepada mereka.
Respons yang tulus terhadap kebenaran dapat bermula dari keputusan pribadi yang sederhana.
Berfokus pada penyampaian kepada individu-individu dengan jelas dan bijaksana.
Mendukung lingkungan yang memungkinkan risalah sampai kepada orang-orang tanpa hambatan.
Hendaknya bersegera mencari kebenaran jika ia tampak baginya.
Peristiwa ini tidak dapat diukur pada setiap konteks masa kini tanpa mempertimbangkan perbedaan zaman dan keadaan.
Konteks kenabian berada pada awal penyebaran Islam di kalangan orang Arab, sedangkan konteks masa kini memiliki lembaga dan sarana yang berbeda.
Sampaikan kebenaran dengan jelas, dan biarkan manusia bebas menanggapinya.