Ekspedisi Uyainah bin Hishn al-Fazari ke Bani Tamim pada bulan Muharram Tahun 9 Hijriah dan akibatnya berupa penawanan serta kedatangan para pemuka mereka kepada Nabi ﷺ
Pada bulan Muharam tahun 9 Hijriah, Nabi ﷺ mengutus Ekspedisi Uyainah bin Hishn ke Bani Tamim. Ia menyerang mereka dan mengambil tawanan, kemudian para pemimpin mereka datang kepada Nabi ﷺ dan menyerunya dari balik pintu. Surah Al-Hujurat diturunkan berkenaan dengan mereka.

Pada bulan Muharam tahun 9 Hijriah, Nabi ﷺ mengutus Ekspedisi Uyainah bin Hishn ke Bani Tamim. Ia menyerang mereka dan mengambil tawanan, kemudian para pemimpin mereka datang kepada Nabi ﷺ dan menyerunya dari balik pintu. Surah Al-Hujurat diturunkan berkenaan dengan mereka.
Termasuk penataan negara Islam terhadap kabilah-kabilah setelah Fathu Makkah, dan pengiriman pasukan kecil serta para pejabat pada tahun 9 Hijriah.
Pada bulan Muharram tahun ini: berlangsung Ekspedisi Uyainah bin Hishn - radhiyallahu 'anhu - ke Bani Tamim; mereka menawan sebagian dari mereka, lalu para pemuka mereka datang kepada Nabi ﷺ, memanggil beliau dari balik pintu: Wahai Muhammad, lalu turunlah Surah Al-Hujurat tentang mereka.
Nabi ﷺ mengirim sebuah ekspedisi yang dipimpin Uyainah bin Hishn ke Bani Tamim. Ekspedisi itu mengalahkan kaum tersebut dan mengambil para wanita serta anak-anak mereka. Setelah itu, sebagian pemimpin mereka datang kepada Nabi ﷺ sambil menyeru beliau dari luar pintu. Disebutkan bahwa Surah Al-Hujurat turun berkenaan dengan mereka.
Dalam Ar-Rahiqul Makhtum disebutkan bahwa permulaan pengutusan para amil dan ekspedisi terjadi pada Muharam tahun 9 H, dan bahwa Bani Tamim telah menghasut kabilah-kabilah serta menghalangi mereka dari menunaikan jizyah.
Meneguhkan wibawa negara Islam setelah meluasnya keamanan di jazirah, dan mewajibkan kabilah-kabilah pada komitmen yang telah mereka masuki.
Keadaan beralih dari konfrontasi lapangan menjadi kedatangan para pemimpin Bani Tamim kepada Nabi ﷺ untuk bermusyawarah, disertai kaitan peristiwa itu dengan turunnya Surah Al-Hujurat.
Mendokumentasikan salah satu sisi sariyah pada Tahun 9 Hijriah (9 H) dan pengaturan hubungan dengan kabilah-kabilah.
Terkait dengan turunnya Surah Al-Hujurat yang menegakkan adab berinteraksi dengan Nabi ﷺ.
Menunjukkan otoritas negara Islam atas kabilah-kabilah dan pemantauan terhadap komitmen mereka.
Mencerminkan dampak konflik antarkabilah lalu peralihannya ke dalam kerangka syariat dan adab.
Mengajarkan adab kepada Nabi ﷺ dan tidak memanggil dari balik bilik-bilik.
Berperan dalam membangun masyarakat yang tertib oleh wahyu dan adab.
Termasuk dalam kebijakan menegakkan keamanan dan menundukkan kabilah-kabilah yang menolak.
Pemimpin ekspedisi
Mereka datang kepada Nabi ﷺ setelah terjadinya penawanan
Mengirim ekspedisi dan menerima para pemimpin Bani Tamim
Kembali kepada wahyu dalam mengatur hubungan dan peristiwa.
Adab kepada Nabi ﷺ dan menghormati kedudukannya.
Menertibkan hubungan kabilah-kabilah dengan otoritas syar'i.
Menampilkan kewibawaan negara Islam di Jazirah.
Keterkaitan peristiwa dengan jizyah, tawanan, dan ghanimah (harta rampasan perang).
Mendidik masyarakat tentang adab berbicara dan memanggil.
Adanya utusan, sariyah, dan kepemimpinan sentral.
Mengubah masyarakat dari kekacauan kesukuan menjadi tatanan syar'i.
Lemahnya adab terhadap rujukan syar'i atau kepemimpinan, dan perselisihan tentang kewajiban umum.
Berpegang pada adab dan ketertiban ketika berbicara kepada para ulama dan pemimpin.
Pentingnya pengorganisasian dan pengendalian dalam mengelola hubungan dan delegasi.
Perlunya rujukan yang jelas dan adab pergaulan umum.
Belajar menghormati kedudukan dan tidak melampaui adab.
Peristiwa masa kini tidak dapat diqiyaskan dengan rincian penawanan atau ghanimah.
Konteks kenabian berada dalam pembangunan negara, wahyu, dan pensyariatan, sedangkan konteks modern terikat oleh sistem yang berbeda.
Adab terhadap rujukan syar'i dan komitmen pada ketertiban umum merupakan pokok dalam berinteraksi.