Nabi ﷺ diperintahkan untuk berdakwah secara terang-terangan sehingga tampak permusuhan dari kaumnya
Nabi ﷺ diperintahkan untuk berdakwah secara terang-terangan, maka tampaklah sikap kaumnya yang memusuhinya. Lalu dimulailah tahap yang lebih berat berupa gangguan dan penghalangan dari jalan Allah.

Nabi ﷺ diperintahkan untuk berdakwah secara terang-terangan, maka tampaklah sikap kaumnya yang memusuhinya. Lalu dimulailah tahap yang lebih berat berupa gangguan dan penghalangan dari jalan Allah.
Menunjukkan awal tahap dakwah secara terang-terangan serta ujian dan perlawanan dari Quraisy yang mengikutinya.
Kemudian beliau ﷺ diperintahkan untuk berdakwah secara terang-terangan, lalu beliau berdakwah secara terang-terangan dan kaumnya memusuhinya.
Pada awal dakwah, Nabi ﷺ berdakwah secara sembunyi-sembunyi, kemudian diperintahkan untuk menyampaikannya secara terang-terangan. Ketika beliau mengumumkannya, kaumnya tidak meridhai hal itu, lalu mereka memusuhinya dan menyakitinya.
Dakwah telah dimulai secara sembunyi-sembunyi, kemudian beralih kepada dakwah secara terang-terangan. Dengan dakwah secara terang-terangan, sikap kaum musyrik semakin keras.
Penolakan Quraisy terhadap tauhid dan kekhawatiran mereka atas kedudukan agama dan sosial mereka.
Dakwah beralih dari tahap sembunyi-sembunyi ke tahap pengumuman, dan permusuhan tampak lebih jelas.
Mewakili perpindahan dakwah ke tahap pengumuman dan konfrontasi.
Menunjukkan kewajiban menyampaikan secara terbuka setelah perintah ilahi.
Menampakkan sikap Quraisy terhadap risalah dan penolakannya terhadap risalah itu.
Menonjolkan pengaruh dakwah dalam masyarakat Makkah dan terbaginya sikap terhadapnya.
Mengajarkan kesabaran dan keteguhan ketika muncul penentangan.
Mewakili awal terbentuknya masyarakat baru yang berlandaskan risalah.
Ini merupakan langkah yang diperlukan untuk penyebaran dakwah meski ada gangguan.
Diperintahkan untuk berdakwah secara terang-terangan lalu melaksanakannya, kemudian menghadapi permusuhan kaumnya
Memusuhinya setelah dakwah secara terang-terangan
Menanggapi perintah Allah didahulukan atas keridaan manusia.
Keteguhan dan kejujuran dalam menyampaikan kebenaran.
Masyarakat dapat menolak perubahan pada awal kemunculannya.
Jika kebenaran diumumkan, ia akan dihadapi oleh kekuatan yang dirugikan olehnya.
Berdakwah secara bertahap lalu diumumkan ketika diperintahkan.
Awal perpindahan masyarakat dari jahiliah menuju tauhid.
Menghadapi da'i atau pembaru ketika menyampaikan kebenaran di lingkungan yang tidak menerimanya.
Berpegang pada kebenaran dengan sabar atas penentangan.
Pentingnya kejelasan risalah dan tidak mundur ketika muncul penolakan.
Bahwa perbaikan secara terbuka memerlukan hikmah dan keteguhan.
Agar tidak menjadikan ketakutan kepada manusia sebagai penghalang untuk mengatakan kebenaran.
Dibatasi pada pelajaran umum tanpa penerapan yang tidak terkontrol.
Wahyu dan dukungan ilahi khusus bagi Nabi ﷺ, sedangkan bagi manusia masa kini ruangnya adalah ijtihad manusia.
Jika kebenaran telah jelas, wajib menerangkannya dengan sabar atas gangguan.