Wafatnya ibu Sa'ad bin Ubadah radhiyallahu 'anhuma pada tahun 5 Hijriah
اتبع مسار القصة لتفهم هذا الحدث خطوة خطوة.

Peristiwa keluarga yang terbatas pengaruhnya dalam rangkaian peristiwa tahun 5 Hijriah
Pada tahun ini: ibu Sa'ad bin Ubadah wafat – radhiyallahu 'anhu -.
Yang dimaksud ialah bahwa ibu Sa'ad bin Ubadah radhiyallahu 'anhuma wafat pada tahun ini, dan itu saja informasinya.
pencatatan peristiwa wafat dalam rangkaian peristiwa Tahun 5 Hijriah (5 H)
mencerminkan salah satu sisi berita keluarga para sahabat di Madinah
Ibu Sa'ad bin Ubadah adalah ibu dari sahabat mulia Sa'ad bin Ubadah Anshari Khazraji radhiyallahu 'anhu, pemimpin Khazraj dan salah seorang pemuka Anshar. Namanya dalam kitab-kitab tarajim: Amrah binti Mas'ud, dari kalangan perempuan Anshar. Para ahli tarajim menyebutkan bahwa ia masuk Islam dan berbaiat. Ia masyhur dalam sirah dan hadis karena kisah ketika Sa'ad bin Ubadah bertanya kepada Nabi ﷺ setelah wafatnya, lalu berkata: “Ibuku telah wafat, bolehkah aku bersedekah atas namanya?” Maka Nabi ﷺ menjawab: “Ya.” Ia bertanya: “Sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab: “Memberi minum air.” Maka itulah sabil air Sa'ad di Madinah. Pentingnya peristiwa ini tampak dalam penjelasan tentang disyariatkannya sedekah atas orang yang telah wafat, keutamaan amal kebajikan yang bermanfaat umum, khususnya penyediaan air bagi manusia, serta menunjukkan bakti Sa'ad radhiyallahu 'anhu kepada ibunya dan keinginannya agar kebaikan sampai kepadanya setelah wafat.
anak dari yang wafat
perhatian terhadap pendokumentasian berita rumah-rumah keluarga para sahabat
mendokumentasikan peristiwa keluarga yang penting dalam konteks sejarah umum
mengambil pelajaran dari hakikat kematian dan mencatat peristiwa dengan teliti
tidak melampaui sekadar penyebutan wafat
Dalam pendokumentasian cukup diambil yang telah terbukti secara teliti